Batik Gedog merupakan batik kuno yang hanya dibuat di daerah pedalaman kota Tuban, Jawa Timur. Nama gedog tersebut diambil dari proses pembuatannya, di mana kapas akan dipintal menjadi benang, dan dianyam menjadi kain menggunakan alat manual yang mengeluarkan bunyi "dog..dog." Kain bertesktur ini juga dibatik menggunakan tangan sehingga tercipta suatu karya yang sangat cantik. Namun sayangnya, kain batik gedog hampir punah karena hanya dapat dibuat oleh pengrajin-pengrajin tua sehingga sulit untuk mendapatkannya saat ini. Lalu seperti apa sejarah di balik kain tradisional bangsa kita ini? Berikut ulasannya. 

Asal-muasal Batik Gedog 

batik-tuban-kembang-waluh - rumah ukm.jpgfoto: Dok. Rumah UKM

Nama Gedog berasal dari bunyi dog-dog yang bersumber dari alat penenun batik. Pengrajin batik di Tuban, secara turun temurun membatik pada kain tenun. Dan untuk membedakan antara batik dengan kain batik yang lain dan juga berasal dari daerah lain, maka istilah ‘gedog’ pun dipakai, bersanding dengan kata ‘Tuban’. Hal tersebut dikarenakan batik Gedog ini berasal dari Tuban, Jawa Timur.

Pembuatan Batik Gedog

gedog - motif batik.jpgfoto: Dok. Motif Batik

Adapun proses pembuatan batik Gedog  membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Karena, perajin harus melewati proses panjang, mulai dari memintal benang, menenun, membatik hingga pewarnaannya yang menggunakan bahan alami.

Ciri khan dan motif Batik Gedog

gedog- alibaba.jpgfoto: Dok. Alibaba

Batik Gedog memiliki ciri khasnya sendiri yaitu sebagai batik tulis. Setiap motif batik yang diaplikasikan di kain mulai dari kain tenun hingga kain katun, semua adalah batik tulis.  Dan yang lebih menarik lagi, motif dari batik Gedog merupakan perpaduan dari tiga budaya yang pernah berkembang dan berdampingan dengan harmonis. Oleh sebab itu, motifnya yang kaya dan bervariatif berasal dari penggabungan budaya-budaya tersebut.

Minimnya regenerasi pembatik 

gedog tuba- dani krist.jpgfoto: Dok. Dani Krist

Siapa sangka bahwa batik Gedog yang indah ini ternyata merupakan peninggalan asal Indonesia yang hampir punah. Hal tersebut disebabkan karena salah satunya adalah semakin berkurangnya jumlah pemintal dan penenun muda yang dapat meneruskan tradisi membatik. Hal ini dikarenakan banyaknya anak muda yang lebih memilih untuk bekerja di kota atar merantau daripada membatik dan meneruskan warisan tradisi ini. 

Baca juga :Tatler Pick: Luxury Hotel's New Spa Opening To A Sizzling New Dynamic Dining Team

Tags: Batik, Gedog, Tuban