Sukses dengan album pertamanya yang dirilis pada tahun 2015, Taifun, band indie yang yang terbentuk pada tahun 2012 ini baru saja merilis album terbarunya yang berjudul Perjalanan dan Pikiran. Setelah lebih dari 6 tahun berkarya di industri musik Indonesia, band yang dikenal lewat lagu 'Bahas Bahasa' ini sudah mempunyai jutaan fans dari seluruh Indonesia. Lagu-lagunya juga sempat meramaikan tangga nada mulai dari radio hingga layanan musik streaming. Berikut 5 lagu terpopuler dari Barasuara menurut Spotify.

Baca juga: ‘Cinta Tak Pernah Sederhana,' Konser Musikal Yang Mengangkat Kumpulan Puisi Cinta Indonesia

Sendu Melagu

Sendu Melagu yang menjadi salah satu lagu terpopuler Barasuara di Spotify ini menceritakan tentang cinta, kenangan, harapan dan penyesalan. Irama dari Sendu Melagu ini sendiri juga cenderung mudah untuk didengar dalam semua suasana.

Bahas Bahasa

Pemilihan judul lagu Bahas Bahasa terbilang unik dan bisa dibilang sangat mudah untuk diingat. Pada dua baris pertama lirik lagu yang merupakan single kedua terpopuler band ini sangat relevan dengan realita masa kini, dimana kemudahan memperoleh informasi dapat membuat kita terperangkap dengan hal-hal yang tabu dan belum tentu benar. Lagu ini adalah sebuah kritikan untuk kita agar selalu menerima informasi secara kritis. 

Api & Lentera

Api dan Lentera yang merupakan lagu terpopuler ketiga Barasuara yang mengajak para pendengarnya untuk selalu bangkit dalam keterpurukan. Lewat lagu ini, Barasuara mengajak para pendengarnya untuk menjadi diri sendiri dan melepaskan semua keraguan melalui lirik Api dan Lentera.

Hagia


Diambil dari nama Hagia Sofia, lagu terpopuler keempat Barasuara ini berisi tentang kepercayaan seseorang terhadap sang penciptanya serta pentingnya hidup berdampingan dengan damai. Lagu ini juga membawa pesan soal keberagaman umat beragama. Isu yang selalu menjadi persoalan di Indonesia.

Mengunci Ingatan

Mengunci Ingatan merupakan lagu kelima paling populer Barasuara. Lagu ini mengingatkan kita untuk merelakan kenangan indah yang pernah terjadi di masa lalu. Semakin suatu kejadian atau kenangan buruk berusaha dilupakan, semakin kejadian atau kenangan itu terkunci di ingatan. Begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan lewat lagu ini. 

Baca juga: Lis Purnomo Yusgiantoro On How To Preserve Kolintang: Traditional Minahasa Music Instrument 

Tags: Barasuara