Di abad ke-21 ini, banyak isu sosial yang mulai diangkat oleh para aktivis untuk dikampanyekan. Sebut saja isu feminisme, ras, peperangan, hak asasi manusia, dan banyak lagi. Banyaknya isu yang muncul di lingkungan sekitar kita ternyata pernah diangkat menjadi novel oleh para novelis klasik ini. Berikut lima novel yang mengangkat isu sosial yang wajib kamu baca.

Americanah – Chimamanda Ngozi Adichie

81fZ4WCGt7L.jpgPhoto Doc. Amazon

Novel yang penuh dengan nilai ras dan identitas karya penulis Nigeria ini tidak hanya akan membuat kita kagum, tapi juga mengubah cara kita memandang dunia. Novel ini bercerita tentang Ifemelu, wanita muda yang kritis, dan kekasihnya Obinze, lelaki muda pendiam dan bijak yang ingin meninggalkan zona nyaman di kampung halamannya, Nigeria, menuju ke belahan barat dunia, Amerika.  Di negara baru inilah pertama kalinya mereka harus menghadapi tantangan hidup sebagai orang berkulit hitam meskipun dengan segala bakat dan keahlian yang mereka miliki. Keduanya pun juga harus terpisah saat Obinze memutuskan untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Inggris.  Novel ini mengagkat isu tentang identitas, kehilangan, dan kesepian yang diungkapkan melalui petualangan antar tiga negara.

Tess of the D’Urbervilles – Thomas Hardy

tess.jpgPhoto Doc. Bearskin

Novel ini bisa disebut sebagai #MeToo versi 1891 karya novelis Inggris Thomas Hardy. Karya terbaik Hardy ini bercerita tentang nasib malang Tess Durbeyfield, gadis polos dan naïf dari keluarga miskin yang diperkosa oleh pemilik tanah yang kaya. Setelahnya, Tess harus menjalani hidup yang sulit karena sejarah kelamnya dimana ia harus menghadapi victim blaming dari lingkungan sekitarnya. Cerminan ketidakadilan yang dialami wanita di abad ke-19 ditulis secara apik dan tragis dalam Tess of the D’Urbervilles.

1984 – George Orwell

91SZSW8qSsL.jpgPhoto Doc. Amazon

Untuk para pecinta fiksi dystopia, novel karya George Orwell ini wajib untuk dibaca. Novel ini akan mengingatkan kita pada keadaan di negara otoritarian, dimana negara mengatur setiap aspek kehidupan rakyatnya, membatasi setiap percakapan hingga mebatasi ekspresi setiap rakyatnya. Pemerintah mengintai segala sesuatu, mulai dari teknologi hingga anak-anakmu sendiri. Orwell menyajikan cerita yang menarik yang dapat dikaitkan dengan isu kebebasan dalam berpendapat, kebebasan pers, keamanan negara dan pentingnya sejarah. Cocok untukmu yang tertarik dengan isu politik dan sosiologi.

Rebecca – Daphne du Maurier

61D4Sv0kK9L._SX317_BO1,204,203,200_.jpgPhoto Doc. Amazon UK

Novel ber-genre horor psikologi ini menceritakan perjuangan seorang tokoh protagonis utama yang tidak disebutkan namanya untuk bersaing dengan Rebecca, istri lama suaminya yang sudah meninggal! Semasa hidupnya, Rebecca adalah istri dari Maxim de Winter, lelaki tampan dan kaya yang bermartabat. Rebecca sangat dicintai oleh lingkungan sekitarnya. Setelah ia meninggal, orang-orang memberi tekanan kepada istri baru dari Maxim dengan membanding-bandingkannya dengan Rebecca tanpa henti. Istri baru ini juga harus menghadapi perlakuan kejam dari Mrs. Danvers, pelayan Rebecca. Dalam perjuangan untuk membela identitas dirinya di tengah kompetisi yang tidak sehat tersebut, ia menemukan fakta gelap yang tersembunyi tentang Rebecca. Genre roman, horor, crime, dan misteri menyatu dan menciptakan cerita yang menegangkan.

The Bell Jar – Sylvia Plath

x510.jpg

Photo Doc. HarperCollins

The Bell Jar mendeskripsikan realita masalah mental dalam kehidupan sehari-hari. Bercerita tentang Esther Greenwood, wanita muda berbakat yang menjalani program magang di perusahaan majalah New York dan mengharapkan gaya hidup New York yang menyenangkan dan penuh glamor. Nyatanya ia harus menghadapi kehidupan yang menakutkan dan membingungkan, hingga membuatnya jatuh ke dalam lubang depresi. Novel semi-autobiografi ini juga diadaptasi dari pengalaman nyata dari Sylvia Plath sendiri saat ia menjalani magang di Mademoiselle di New York pada 1953.    

Baca juga: 5 Indonesian Fiction Books Released In 2019 That We Are Excited About