Sebelumnya, Tatler Indonesia telah membahas 7 buku favorit para CEO dan pemimpin negara di dunia yang wajib kamu baca. Kali ini, untuk menambah referensi serta wawasanmu, kami memberika 5 rekomendasi buku favorit para wanita paling berpengaruh di dunia yang wajib kamu baca. Buku apa saja yang ada di dalam daftar kami? Berikut ulasannya.
 
1/5 Michelle Obama - Conversations With Myself karya Nelson Mandela

Obama.jpgFoto dok: lexpress.fr

Seperti suaminya Barack Obama, Michelle Obama juga memiliki kedekatan dengan buku. Pada salah satu wawancaranya, istri dari presiden Amerika Serikat ke-44 ini mengatakan bahwa membaca memberinya kesempatan untuk melihat dunia dan bermimpi. Salah satu buku yang paling berkesan untuknya adalah sebuah novel karya Nelson Mandela berjudul ‘Conversation with Myself.’ “Buku ini memberikan sebuah dorongan ekstra ketika saya membutuhkan motivasi. Buku ini juga sangat berarti bagi saya karena Nelson Mandela sendiri yang memberikannya pada saya saat keluarga kami mengunjunginya pada tahun 2011.” Diterbitkan pada tahun 2010,  buku ini berisi kumpulan pidato, surat, percakapan dan beberapa karya tulis Nelson Mandela. Buku ini juga merupakan kelanjutan dari buku sebelumnya berjudul ‘Long Walk to Freedom.’
 
2/5 Oprah Winfrey - The Seat of the Soul karya Gary Zukav

oprah.jpgFoto dok: bostonglobe.com

“Prinsip nomor satu yang mengatur hidup saya adalah niat,” ucap Winfrey kepada CEO Linkedin Jeff Weiner dalam wawancaranya pada 2015 silam. Dan hal tersebut adalah salah satu alasan sebenarnya mengapa saya berhenti dari Oprah Winfrey Show.” Buku karangan Gary Zukav berjuduk ‘The Seat of the Soul’ telah menginspirasi banyak karya Winfrey selama bertahun-tahun, termasuk meninggalkan acara talk show yang membesarkan namanya ini untuk membuat saluran TV sendiri bernama OWN. Dalam kata pengantar buku ini, Winfrey mengakui bahwa sejujurnya ia tidak akan pernah bermimpi untuk memulai bisnisnya sendiri jika ia tidak membaca buku ini.
 
3/5 Kamala Harris- Joy Luck Club karya Amy Tan

kamala harris.jpgFoto dok: rollingstone.com

Selain politik, Senator AS dari fraksi Demokrat, Kamala Harris, juga memiliki kecintaan terhadap literatur. Selain menulis buku ia juga aktif mengisi hari-harinya dengan membaca buku. Salah satu buku favoritnya adalah ‘Joy Luck Club’ karya Amy Tan. Diterbitkan pada tahun 1989, buku ini bercerita tentang dua generasi keluarga Tionghoa yang tinggal di Amerika. Perang, bencana, dan keinginan untuk memperoleh hidup yang lebih baik membawa keempat orang perempuan – Suyuan, An-mei, Lindo, dan Ying-ying meninggalkan tanah para leluhurnya dan menetap di AS. Di negara inilah mereka bekerja dan berkeluarga. Salah satu anak dari keempat wanita ini, Amy Tan, menyadaro bahwa ada masalah perbedaan generasi, gap budaya, serta rumitnya hubungan yang terjadi di antara para ibu dan anak gadisnya. Dibesarkan di keluarga multikultural, ibu Kamala berasal dari India dan ayahnya berasal dari Jamaika. Pada salah satu wawancaranya, Kamala mengatakan bahwa buku ini mengingatkannya ketika ia beranjak dewasa dimana ia mempertanyakan identitas budayanya. 

4/5 Melinda Gates - Sapiens: A Brief History of Humankind karya Yuval Noah Harari

Melinda.jpgFoto dok: times.com 

Pada musim gugur tahun lalu, istri dari pendiri Microsoft, co-chair Bill & Melinda Gates Foundation, filantropis, penulis buku terlaris New York Times dan advokasi kesetaraan gender, Melinda Gates, merilis sebuah daftar yang berisikan 11 buku paling berpengaruh favoritnya berjudul ‘Favorite books of all time.’ Seperti suaminya, salah satu buku favoit Melinda adalah ‘Sapiens: A Brief History of Humankind’ karya Yuval Noah Harari. Diterbitkan pada 2011 lalu, buku ini berisi sebuah terobosan tentang penciptaan dan evolusi manusia dan mengeksplorasi bagaimana ilmu biologi dan sejarah  mendefinisikan umat manusia dan meningkatkan pemahaman kita tentang makna menjadi manusia.

5/5 Hillary Clinton - Little Woman karya Louisa May Alcott

Hillary.jpgFoto dok: usatoday.com

Sebagai seorang politikus, diplomat, pengacara, penulis dan public speaker, Hillary Clinton juga memiliki hubungan spesial dengan buku. Wanita berusia 72 tahun ini mengatakan bahwa membaca buku merupakan salah satu rutinitas sehari-hari yang tidak pernah ia lewatkan. Salah satu buku yang menginspirasinya adalah novel klasik karya Louisa May Alcott berjudul ‘Little Women.’ Novel semi semi-biografi ini bercerita tentang kehidupan empat kakak-beradik perempuan March, Meg, Jo, Beth, dan Amy di sebuah kota yang tenang selama masa perang sipil di Concord, Massachusetts yang bermimpi untuk mengejar keinginan mereka untuk mewujudkan mimpi. Hillary mengatakan bahwa novel ini merupakan salah satu novel yang mengubah hidupnya dan memotivasinya untuk terus berusaha dan mengejar mimpi.