Film superhero tanah air mulai menghiasi layar lebar beberapa tahun ini. Salah satunya adalah Satria Dewa: Gatotkaca besutan Hanung Bramantyo. Mengangkat kisah adaptasi dari tokoh literatur pewayangan Tanah Air – Gatotkaca, film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat dan berprestasi seperti Rizky Nazar, Fedi Nuril dan Yayan Ruhian. Dari proses CGI yang memakan budget sebesar Rp 24 Miliar hingga kostum yang didesain oleh desainer kostum Marvel, berikut sejumlah fakta menarik dari film Satria Dewa: Gatotkaca.

1/6 Cerita Adaptasi dari Kisah Pewayangan

Film Satria Dewa: Gatotkaca mengadaptasi cerita dari literatur pewayangan tokoh Gatotkaca. Gatotkaca merupakan tokoh cerita Mahabharata yang memiliki kesaktian sehingga sering dijuluki ‘otot kawat, tulang besi’. Berlatar dendam menahun Keluarga Kurawa terhadap Keluarga Pandawa dan perebutan senjata sakti bernama Brajamusti, film ini menceritakan perjuangan Yuda (Rizky Nazar) dalam mencari tahu sosok di balik serangan yang menimpa Ia dan Ibunya (Sigi Wimala) beberapa tahun silam. Selain menggabungkan literatur pewayangan India dan Indonesia, film ini juga menjadi pembuka dari Jagad Satria Dewa universe.

2/6 Dibintangi Deretan Aktor Muda Berbakat

Mendapuk Rizky Nazar sebagai pemeran utama, film Satria Dewa: Gatotkaca terkesan fresh dengan hadirnya deretan aktor muda berbakat tanah air. Selain Rizky, film ini juga menampilkan Omar Daniel, Jerome Kurnia dan Axel Thomas sebagai pemerannya. Tidak hanya para aktor muda, Sutradara Hanung Bramantyo juga menampilkan aktor senior berprestasi seperti Fedi Nuril, Cecep Arif Rahman, Yayan Ruhian dan Butet Kartaredjasa di film ini.

3/6 Kostum Rancangan Desainer Marvel

Selain terlihat mengagumkan, kostum tokoh Gatotkaca dirancang oleh desainer kostum tokoh superhero Marvel, Daredevil. Dipesan khusus dari Prancis, perancangan kostum khusus ini menghabiskan dana sebesar Rp 1 Miliar. Kostum yang didesain untuk high mobility dengan breathable technology ini memiliki berat sebesar 7 Kilogram. Desain kostum Gatotkaca merupakan gabungan besi dan bahan kulit dengan pola Batik.

4/6 Menggunakan Proses CGI

Para penggemar film superhero sudah tidak asing lagi dengan proses CGI atau Computer Generated Imagery. Penggabungan proses CGI dan 3D di film Satria Dewa: Gatotkaca menghabiskan budget sebesar Rp 24 Miliar. Proses CGI sendiri meliputi 500 titik dan memakan waktu yang Panjang. Meski memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, Hanung memaksimalkan sejumlah adegan di film ini agar penonton menikmati suguhan film superhero berkelas yang tidak kalah saing dengan produksi Hollywood.

5/6 Proses Pembuatan Film di Masa COVID-19

Dibuat di awal pandemi, proses syuting film Satria Dewa: Gatotkaca relatif rumit. Perencanaan penggarapan melalui Zoom meeting dan terhambatnya akses ke beberapa lokasi terkait regulasi COVID-19, menjadi tantangan baru yang dihadapi Hanung Bramantyo dan tim saat itu. Bahkan, di salah satu postingan Instagramnya, sang sutradara harus mempersempit lingkungan syutingnya dari yang semula 4 kota menjadi 1, yaitu Yogyakarta karena masalah perizinan. Selain mempersiapkan perizinan dan lokasi, Hanung juga melakukan riset mendalam terhadap tokoh Gatotkaca dari cerita rakyat. Meski sempat menghadapi kesulitan, proses penulisan skenario film ini hanya memakan waktu singkat selama 1 bulan.

6/6 Film Superhero Ramah Anak

Meski dipenuhi adegan laga seperti film superhero atau action pada umumnya, Satria Dewa: Gatotkaca merupakan film superhero yang ramah anak. Menurut Hanung, film ini tidak memuat adegan gore dan ucapan kasar sehingga dapat dinikmati semua kalangan usia. Selain ramah anak, film ini juga menghadirkan keindahan seni bela diri tradisional seperti silat yang dihadirkan secara artistik.