Setelah dipentaskan di sembilan negara dan 12 kota besar di dunia, I La Galigo kembali hadir di Indonesia. Pertunjukan teater yang terinspirasi dari sastra klasik Sulawesi Selatan, Sureg La Galigo ini akan dipentaskan di Ciputra Artpreneur Jakarta pada 3, 5, 6, dan 7 Juli 2019 mendatang. 

Sureq Galigo sendiri adalah sebuah epos tentang mitos penciptaan suku Bugis yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah; terekam dalam bentuk syair (circa abad ke-13 dan ke-15) dan dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno yang juga ditulis dalam huruf Bugis kuno. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima yang menceritakan kisah asal usul manusia.

Diawali dengan cerita penciptaan dunia dan diakhiri dengan ditutupnya batas dunia atas dan dunia bawah sehingga manusia yang hidup di dunia tengah dapat hidup normal selayaknya manusia. Di tengah-tengahnya ada cerita-cerita, mulai dari kisah cinta yang tabu, peperangan dengan Kerajaan dari Tiongkok, sampai tipu daya yang diberkati dewata untuk menaklukan seorang perempuan.

I La Galigo yang disutradarai Robert Wilson ini pertama kali dipentaskan (world premiere) pada 2004 di Esplanade Theatres on the Bay. Pementasan ini telah dipentaskan di berbagai negara seperti Lincoln Center Festival (New York) , Het Muziektheater (Amsterdam), Fòrum Universal de les Cultures (Barcelona), Les Nuits de Fourvière (Rhône-France), Ravenna Festival (Italy), Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival (Taipei), Melbourne International Arts Festival (Melbourne), Teatro Arcimboldi (Milan), sebelum akhirnya kembali ke Makassar untuk dipentaskan di Benteng Rotterdam, dan baru-baru ini dipilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali.

Tiket pertunjukkan dimulai dari harga Rp 475.000. Bagi pemegang kartu Kredit BCA bisa mendapatkan diskon sebesar 25% untuk pembelian tiket I La Galigo kelas apapun. Dapatkan informasi promo menarik lainnya di Instagram @artpreneur, atau Facebook Ciputra Artpreneur.