1/5 Hidden Figures

Film pertama yang wajib kamu tonton adalah “Hidden Figures” yang disutradari Theodore Melfi. Diadaptasi dari buku non fiksi berjudul sama karangan Margit Lee Shetterly, film ini bekisah mengenai perjuangan tiga wanita kulit hitam dalam melawan diskriminasi ras dan gender di Amerika Serikat pada tahun 1961. Meski selalu dihadapkan dengan tantangan, ketiga wanita ini pun berhasil membuktikan kemampuannya hingga menjadi sosok paling berjasa dan penting dalam peluncuran astronot John Glenn ke luar angkasa. Award-winning film ini juga telah sukses di box office dengan pendapatan mencapai 236 juta dolar dan berhasil masuk daftar sepuluh besar film terbaik di tahun 2016.

2/5 Becoming

Tontonan selanjutnya yang dapat kamu nikmati, sekaligus memberikanmu inspirasi adalah sebuah dokumenter berjudul “Becoming.” Ditayangkan di Netflix pada tahun lalu, dokumenter ini berkisah mengenai perjalanan tur buku dari mantan ibu negara Amerika Serikat. Selain itu, kamu pun juga dapat mengikuti kehidupan pribadi Michelle, mulai dari kehidupan masa kecilnya di South Side Chicago, perjalanan cintanya dengan Barack Obama, pengalamannya di Gedung Putih, hingga dilemma yang ia rasakan saat dihadapkan antara pekerjaan atau mengurus keluarga.

3/5 He Named Me Malala

“Satu anak, satu guru, satu buku, satu pena dapat mengubah dunia,” berikut adalah salah satu quotes dari seorang wanita muda yang sangat menginspirasi, Malala Yousafzai. Untuk merayakan International Women’s Day tahun ini, kamu pun wajib memasukkan film dokumenter ini ke dalam daftar tontonanmu. Disutradarai oleh Davis Guggenheim, dokumenter ini menceritakan perjalanan hidup Malala yang berjuang untuk mendapatkan akses pendidikan dan menginspirasi wanita lainnya untuk memperjuangkan hak mereka.

4/5 Becoming Jane

Disutradarai oleh Julian Jarrold, “Becoming Jane” adalah sebuah film yang mengangkat kisah seorang penulis legendaris, Jane Austen (Anne Hathaway). Terlahir di keluarga miskin, Jane berada di bawah tekanan kedua orang tuanya yang mengharapkan ia menikah dengan pria muda yang kaya. Ia pun menolak perjodohan tersebut, karena ia yakin bahwa ia akan kehilangan otonominya ketikah menikah. Ia pun disebut sebagai pelopor wanita pemberontak yang berani melawan kodratnya sebagai perempuan pada pertengahan abad ke-18, di mana perempuan yang pada zaman itu harus tunduk pada keinginan orang tua dan menjadi penulis perempuan dianggap aib.

5/5 Iron Lady

Siapa bilang wanita tidak bisa memimpin pemerintahan sebuah negara? Salah satu bukti nyata dan sosok legendaris yang menepis anggapan tersebut adalah Margaret Thatcher. Sebagai seorang wanita yang ambisius, Thatcher telah berhasil menjadi Perdana Menteri wanita pertama di Inggris dan masa jabatannya pun terhitung paling lama di abad 20 ini, yaitu dari 4 Mei 1979 hingga 28 November 1990. Dalam film garapan Phyllida Lloyd, kamu pun dapat mengikuti sepak terjang sang “Iron Lady”, yang pastinya sangat menginspirasi.