Lebaran menjadi salah satu momen spesial yang ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh masyarakat muslim di Indonesia. Tidak hanya itu saja, berbagai daerah memiliki tradisi untuk merayakan hari yang sangat spesial ini. Lalu apa sajakah tradisi-tradisi tersebut? Berikut 6 tradisi Lebaran di berbagai daerah di Indonesia yang telah kami rangkum.

Ziarah Rumah Gadang, Sumatera Barat

Rumah Gadang .jpg

Foto dok: pegipegi.com

Tradisi ziarah rumah gadang suku Mandahiliang di Nagari (Desa Adat) Sikabau, Kabupaten Darmasraya, Sumatera Barat, adalah salah satu tradisi yang masih bertahan hingga saat ini. Diadakan sebagai sarana silaturahmi dalam merayakan Idul Fitri, tradisi ini merupakan acara puncak dari beberapa rangkaian tradisi tahunan keluarga besar pasukuan Mandahiliang menyambut Lebaran dan puasa. Dikutip dari Kompas.com, tradisi ini diikuti oleh setiap kaum bundo kanduang atau ibu-ibu yang membawa rantang untuk acara makan bersama. Ziarah rumah gadang diawali dengan makan bersama menu Khas Ranah Minang seperti gulai ayam, rendang dan hidangan khas lebaran lainnya.

Bedulang, Bangka Belitung

Makanan-Khas-Belitung.jpgFoto dok: t5belitungtour.com

Penduduk di kepulauan Bangka Belitung memiliki tradisi unik untuk merayakan momen kebersamaan saat Lebaran yang disebut Bedulang. Dilakukan setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, tradisi ini merupakan tradisi makan begara yang artinya makan bersama. Selain disuguhkan dengan tudung saji, keluarga pun tidak diperbolehkan untuk menyantap dengan sendok melainkan menggunakan tangan. Saat mencuci tangan, orang yang lebih tua juga harus didahulukan.

Batobo, Riau

Tradisi-Batobo-di-Riau-cover.pngFoto dok: jadiberita.com

Tradisi unik lainnya berasal dari Riau. Dimana penduduk yang mudik ke kampung halamannya akan disambut meriah oleh keluarga dan bahkan oleh warga desa. Mereka akan diarak sambil diiringi pukulan rebana menuju tempat buka bersama. Biasanya tradisi ini juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Alquran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut.

Meugang, Aceh 

butcher-1839555_960_720.jpgFoto dok: Pixabay

Tradisi Meugang yang berasal dari Aceh ini biasanya dilakukan setiap tahun menjelang Idul Fitri. Tradisi Meugang sendiri biasanya dilakukan oleh semua warga di sebuah kampung. Dimana mereka akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan menyantapnya bersama-sama. Selain itu, daging yang ada juga biasanya dibagikan kepada sesama yang membutuhkan sebegai bentuk saling berbagai di bulan Ramadan. Tidak hanya itu, tradisi Meugang ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.

Festival Meriam Kabit, Pontianak

meriam kabit .jpgFoto dok: sinarharapan.net 

Festival Meriam Kabit adalah tradisi untuk menyambut lebaran di Pontianak dan sudah dijalankan selama 200 tahun lebih. Festival ini sendiri menggunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas. Menjelang malam takbiran, para warga Pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai untuk menyalakan meriam-meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan.

Perang Topat, Lombok

Perang-Ketupat-Desa-Adat-Kapal-3-1024x680.jpgFoto dok: kintamani.id

Sama seperti tradisi Ngejot di Bali, tradisi Perang Topat di Lombok juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara umat beragama. Perang Topat yang berarti perang ketupat ini dilakukan oleh suku asli Lombok, yaitu Suku Sasak dan biasanya dilakukan saat hari ke-6 Lebaran. Tradisi ini dimulai dengan mengarak hasil bumi, kemudian dilanjutkan dengan saling lempar ketupat yang dipercaya akan mengabulkan doa dan permohonan mereka.

Baca juga: Berikut 6 Hal Yang Harus Diperhatikan Terkait Arus Balik Lebaran 2019