97379b09-8175-477e-8097-30baaf3a069f.jpg Foto dok: LabX

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan pasar lokal, terutama di bidang fashion di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang. Banyak sekali brand-brand lokal yang dapat kita temui di pasaran dan desainnya pun tidak kalah dengan brand-brand luar yang mengedepankan kreativitas dan inovasi di setiap produknya.

Untuk mengeapresiasi dan meningkatkan kecintaan kita terhadap brand lokal, LabX berkolaborasi dengan Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia dengan marketplace terdepan untuk menghadirkan “Hype Club 4.0”.

Bertemakan “Reversed Futurism”, acara collaborative online bazaar ini menggandeng berbagai produk lokal yang dikurasi, mulai dari Machine 56, Morph, Kalibre, Katalism Kinsupplies, Komik Ga Jelas, KontrolAltDelt, Ticasso, Crazy Brush, Urbain, Ageless Galaxy, Junkie Promise dan Nah Project.

Akan ada tujuh kolaborasi dari brand lokal yang sudah dikurasi LabX yang akan mengikuti Hype Club. Dalam kesempatan ini, LabX juga memperkenalkan “LabX Gallery”, sebuah online modern art gallery yang mendukung karya-karya seniman dan perupa bertalenta di Indonesia.

Machine56-x-Kalibre.jpgMachine56 x Kalibre

LabX sebagai official curator dan creative director dari Hype Club 4.0 adalah sebuah collaborative agency di bawah naungan BUBU.COM yang dimana memiliki mimpi untuk membawa brand lokal ke ranah internasional dengan melakukan kolaborasi dengan brand atau artist internasional lainnya.

Acara ini akan dilaksanakan secara daring di Tokopedia dari tanggal 1 hingga 2 Desember 2020 disertai dengan adanya webinar di tanggal 11 Desember 2020 yang disiakan di Tokopedia Play pukul 10.00 WIB. Tema dari webinar yang akan diselenggarakan yakni “Breaking barriers with local brands through collaborations ” yang akan memberikan pesan dan menambah pengetahuan kita bahwa di era digital ini, dampak dan pertumbuhan sosial ekonomi dapat didorong melalui seni dan mode.

Webinar ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang  akan dibuka oleh Muhammad Neil El Himam, (Deputy Chairman for Digital Economy and Creative Products at Ministry of Tourism and Creative Economy) dan Shinta Dhanuwardoyo (Ceo of BUBU.COM).

“Lewat teknologi digital, kolaborasi kreatif, seni, dan fesyen kami harapkan ada akselerasi bisnis dari ekonomi kreatif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sosial lebih cepat. Selain itu dengan adanya kesempatan yang ditawarkan oleh program ini, para pelaku usaha dan generasi muda diharapkan bisa fokus berinovasi untuk kemajuan bangsa,” ujar Muhammad Neil El Himam.

Machine-56-x-Never-Too-Lavish.jpgMachine 56 x Never Too Lavish

Pembicara lainnya dari webinar akan diisi pula oleh berbagai lokal brand ternama diantaranya Machine 56, Never Too Lavish, Stayhoops, Komik Ga Jelas, Kinsupplies, KontrolAltDelt, dan Ageless Galaxy. Selain itu, adapun James Marshall (Dalek) seorang concept artist dari Amerika Serikat yang akan berbagi pengalaman dari pandangan seorang seniman.

Shinta Dhanuwardoyo, CEO of BUBU.com, menyatakan bahwa “Saya percaya brand lokal sejajar levelnya dengan brand global lainnya. Divisi baru BUBU yaitu LabX, berjuang untuk membantu brand lokal untuk saling berkolaborasi dengan sesama yang dapat menciptakan sesuatu yang out of the box and fresh.” “Rencana LabX kedepannya adalah untuk berkolaborasi dengan brand internasional yang bisa membawa nama Indonesia ke panggung global,” ujar Shinta.

Dalam kesempatan yang sama, Falah Fakhriyah, Head of Category Development Tokopedia, mengungkapkan, “Kolaborasi dengan LabX merupakan wujud komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam memastikan para pegiat usaha lokal, terutama di industri fesyen, dapat beradaptasi dan mempertahankan bisnis di tengah pandemi melalui pemanfaatan teknologi.”

“Kami juga ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk bangga buatan Indonesia lewat kolaborasi ini. Upaya bersama tersebut demi mendorong pemulihan ekonomi nasional yang saat ini terdampak pandemi,” tambah Falah.

Jangan lupa untuk kunjungi Tokopedia Hype Club 4.0 yang akan diselenggarakan di tanggal 1-2 Desember 2020.