38777319_551637551918658_5332990518404055040_n.jpgPhoto: courtesty of Jejak Pram's facebook 

If only the great Pramoedya Ananta Toer were still alive among us now—the Indonesian literary scene would be much livelier. Born on February 6, 1925, Pramudya would be turning 94 years old. Paying homage to the late Blora-born writer, Indonesian netizens have came up with the hashtag #MengenangPram, which is currently still trending.

Pramoedya was known for being one of the best writers that Indonesia has ever produced. He published more than 50 books, with his most famous works including Tetralogi Buru, which comprises four books: Bumi Manusia, Rumah Kaca, Anak Semua Bangsa, and Jejak Langkah.

There are a lot of things that can be learned from Pramoedya’s novels. From education to love to freedom, here we bring you some of Pramoedya’s most legendary quotes:

“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

“Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai.”

“Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.” 

"Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit."

"Kegagalan hanya buah usaha yang memang gagal. Barangsiapa tak pernah berusaha dia pun takkan pernah gagal."

“Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”

“Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri.”

See also: 5 Inspirational Quotes From Beloved Indonesian Books For You To Make A Change

Tags: Arts, Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer, Indonesian Books, Namaku Pram