Kemajuan teknologi memang sangat mempengaruhi kehidupan kita, tak terkecuali dalam bidang industri makanan. Salah satu contohnya adalah pembuatan 3D-printed steak yang dilakukan oleh Redefine Meat, startup yang berlokasi di Rehovot, Israel.

Berbeda dari steak biasa, steak yang diproduksi oleh Redefine Meat menggunakan teknologi 3D printer dan tidak terbuat dari daging binatang, melainkan plant-based facsimile, sehingga aman dikonsumsi oleh vegetarian. 

meat-3139641_960_720.jpg

Sumber: Pixabay

Kendati demikian, meatless steak memiliki potensi yang tidak kalah dibanding  dengan steak yang terbuat dari daging. Penggunaan 3D printer memungkinkan pengguna untuk mengontrol tekstur serta meningkatkan rasa dari steak tersebut, sehingga pengalaman yang didapat ketika menikmatinya akan sama seperti menikmati steak yang terbuat dari daging asli.

Pembuatan meatless steak dengan 3D printer ini pun juga melalui proses yang cukup detail dan tidak mudah. Pertama, desain model dari steak yang akan dibuat harus mumpuni, meliputi muscle, fat, dan blood, berdasarkan potongan daging apa steak tersebut dibuat. Kemudian, desain yang sudah dibuat akan diteruskan pada printer yang sudah terisi “tinta” yang terbuat dari tumbuhan. Setelah itu, steak dapat “dicetak”.

Selain itu, membuat tekstur yang realistis pun juga sangat penting, yang berarti para engineers diharuskan untuk membuat lapisan muscle fiber yang tipis dan fat dengan tepat untuk menyerupai daging asli. Hal ini juga menjadi permasalahan dari banyak perusahaan lain di bidang yang sama, termasuk cultured-meat companies, yaitu perusahaan yang membuat daging dari sel-sel binatang.

Pentingnya tekstur yang realistis sebenarnya sudah dibuktikan beberapa waktu lalu oleh Giuseppe Scionti,pendiri dari Novameat Tech SL, perusahaan asal Spanyol. Sebelumnya, Giuseppe menampilkan prototype 3D-printed steak miliknya yang terbuat dari nasi, kacang, dan rumput laut. Namun, penampilan steak tersebut lebih menyerupai pancake alih-alih sirloin. Sehubungan dengan ini, seperti dilansir dari Bloomberg, Giuseppe berniat untuk merilis versi terbarunya pada tahun 2021 dan mendirikan mesin produksi steak yang besar untuk keperluan industrial di tahun 2022. Sementara itu, Redefine Meat sendiri berencana untuk memperkenalkan plant-based steak miliknya ke publik pada tahun 2020, dengan berfokus pada bagian lemak.

Industri daging yang terbuat dari tumbuhan seperti ini tampaknya memang sedang digandrungi di masa sekarang ini. Contohnya, mesin cetak yang dimiliki Redefine Meat dapat membuat lima 7 ons steak dalam satu jam. Namun, hal ini ditargetkan meningkat menjadi 22 pound, atau 50 sajian salam satu jam, di akhir 2020 ketika teknologi tersebut siap dijual.

Tidak hanya itu, tapi bahan-bahan tumbuhan yang digunakan Novameat juga terbilang murah, bahkan berpotensi dapat lebih murah dari daging asli. Dengan berbagai keuntungan ini, bukan tidak mungkin steak berbasis tumbuhan dapat menjadi tren baru di industri makanan di masa depan.

Baca juga: Bottega Veneta Resmi Membuka Cafe Pertamanya di Osaka, Jepang

Tags: Steak, 3D-Printed Steak, 3D Printer, Redefine Meat, Novameat