agriculture-close-up-countryside-916406.jpg

Foto: Dok. Pexels

Indonesia, meskipun sekarang bergerak menuju negara industri, tidak bisa menyangkal bahwa pada akarnya adalah negara agraris yang bergantung pada hasil panennya. Ironisnya, petani lokal di Indonesia mendapatkan sangat sedikit dukungan baik dari konsumer, pedagang, ataupun pemerintah. Hal ini tentu saja membuat para petani frustrasi dan pindah haluan untuk mengikuti perkembangan jaman. Para start-ups di Indonesia melihat permasalahan tersebut dan bertekad untuk terus memelihara industri pertanian di Indonesia. Baca lebih lanjut untuk mengetahui selengkapnya.

TaniHub

tanihub.png

Photo: Courtesy of TaniHub

Salah satu dilema yang dihadapi petani lokal saat ini adalah kurangnya exposure dan harga yang tidak seimbang yang mereka dapatkan. Kedua faktor ini tentu saja menentukan keberlangsungan petani dalam jangka panjang. TaniHub dengan misi dan visinya yang brilian mempertemukan petani lokal dan hasil panen mereka tidak hanya pada pemilik usaha namun juga para individual yang ingin menyantap hasil tani tersebut secara langsung.

Habibi Garden

habibi.jpg

Photo: Courtesy of Habibi Garden

Tentu saja untuk mendapatkan hasil optimal di pasar, proses penanaman dan pemeliharaan produk tani ini juga harus diperhatikan dan dirawat dengan baik, disinilah Habibi Garden berperan penting. Start-up yang sudah menarik banyak perhatian banyak perusahaan ini beraspirasi untuk membantu petani dengan memberikan pemantauan tanaman mereka yang bisa diakses melalui smartphone. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga dapat memeriksa kondisi tanah sebelum penanaman bibit.

Kecipir

Screenshot_2019-02-26 Kecipir webp (WEBP Image, 640 × 640 pixels).png

Photo: Courtesy of Kecipir

Kecipir, yang dulunya bernama LOFmart, memiliki peran penting kepada petani lokal sebagai perantara penjualan antara petani dan konsumer. Start-up ini juga memberi kesempatan pada kalangan masyarakat yang tertarik untuk menjadi agen yang membantu penjualan ini.

Eragano

eragano.png

Photo: Courtesy of Eragano

Melihat banyaknya kendala yang dimiliki petani dan kurangnya dukungan yang diberikan massa, tidak mengejutkan lagi mengapa start-up brilian seperti Eragano merasa bertanggung jawab untuk ikut turut turun tangan untuk memberi solusi. Melalui Eragano, petani dapat memonitor pengadaan pupuk dan peralatan pertanian lainnya serta juga mendapatkan pinjaman untuk petani yang kekurangan dana.

Pantau Harga

pantau.jpg

Photo: Courtesy of Pantau Harga

Untuk terus menekankan harga yang stabil dan menguntungkan bagi petani lokal, tentu saja start-up juga harus mengetahui pantauan harga khususnya untuk produk yang sudah mereka panen sendiri. Seperti yang dijelaskan namanya, Pantau Harga membantu petani lokal untuk memantau harga-harga bahan pertanian seperti sayur dan buah-buahan sehingga petani lokal dapat paham dan mencari keuntungan secara bijak.

Baca juga: 3 Things You Need To Know About Impact Investing

Tags: Indonesia, Start-up, Petani, Agraris, Lokal, Pertanian, Industri, Membantu