Tidak bisa dipungkiri, Banyuwangi memang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang sangat produktif. Kali ini pun, Perkebunan Selogiri yang bertempat di kabupaten yang memiliki julukan The Sunrise of Java ini baru saja mengekspor kopi robusta dalam jumlah besar, yaitu sebanyak 378 ton, ke Italia, Jepang, dan Inggris. 

coffee-2151200_1280.jpg

Sumber: Pixabay

Hal ini tentunya menjadi hal yang membanggakan bagi aktivitas ekspor Indonesia, terlebih karena hasil perkebunan kopi Indonesia begitu digemari tidak hanya di dalam negeri, tapi juga oleh masyarakat luar. Tentunya, kopi robusta yang diekspor adalah kopi berkualitas “mutu satu” (Grade A) dalam bentuk green bean.

Dilansir dari beberapa media lokal, manajer Perkebunan Selogiri, Benny Hendricrianto, mengatakan jika dari 378 ton kopi yang diekspor, 324 ton-nya dikirim ke Italia yang menjadi penerima biji kopi terbanyak. Sementara itu, Inggris dan Jepang masing-masing menerima 36 ton dan 18 ton kopi.

Melihat kesuksesan ekspor kopi hasil perkebunan Indonesia, bukan tidak mungkin jika usaha pertanian lainnya dapat mengikuti dan berhasil menembus pasar internasional. Contohnya saja, beras organik hasil dari sejumlah petani Banyuwangi juga berhasil menembus pasar internasional pada awal tahun 2019 ini. 

Sehubungan dengan hal ini, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas juga terus mendorong para pelaku usaha pertanian di Banyuwangi untuk terus berkembang.

Ekspor kopi ini sendiri sebenarnya bukan yang pertama kalinya dari Banyuwangi. Benny mengatakan, Kebun Selogiri yang dikelola PT Perkebunan Nusantara XII selama ini memang rutin mengekspor kopi, seperti contohnya tahun lalu perkebunan ini juga mengekspor kopi, mulai ke Italia hingga Swiss.

Sementara itu, dilansir dari beberapa media lokal, pada 2019 sendiri produksi kopi dari seluruh perkebunan di Banyuwangi diprediksi mencapai total 3.990 ton, dengan 3.192 dari jumlah tersebut diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Saudi Arabia, hingga Mesir. Bahkan, tidak berhenti sampai di situ saja, volume ekspor hasil perkebunan pun berpotensi untuk semakin meningkat seiring dengan meningkatnya produktivitas lahan.

Pada pertengahan Oktober lalu, tim Indonesia Tatler secara eksklusif mewawancarai Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengenai program yang ia bangun sehingga Banyuwangi dapat menjadi kota yang maju baik dalam segi bisnis dan pariwisata. Berikut ulasannya. 

Baca juga: 3D-Printed Steak Berpotensi Menjadi Tren Baru di Dunia Industri Makanan Masa Depan

Tags: Banyuwangi, Ekspor, Kopi, Kopi Robusta