Sampai sekarang, minat masyarakat terhadap kendaraan sepeda motor selalu meningkat, hal ini menjadi peluang yang menarik untuk Ranggaswara Prasetya dan Fariz Mochammad.
Kepadatan lalu lintas di kota-kota besar Indonesia saat ini selalu menjadi dorongan masyarakat untuk melirik moda transportasi yang paling praktis, yaitu sepeda motor. Setiap tahunnya kendaraan roda dua ini selalu meningkat, hingga sempat tercatat bahwa terdapat 105 juta unit sepeda motor pada tahun 2016.
Meskipun jumlah sepeda motor yang sangat banyak, Rangga dan Fariz merasa kondisi meningkatnya kendaraan roda dua tidak diimbangi pengembangan layanan yang optimal. Terutama pada jual beli kendaraan motor bekas yang mereka anggap memiliki minat dan pasar tersendiri di Indonesia.
Mereka ingin menghadirkan ekosistem transaksi sepeda motor bekas yang lebih mudah dan lebih baik di Indonesia, dari keinginan tersebut mereka mendirikan marketplace khusus untuk jual beli kendaraan motor roda dua bekas yang bernama Motoran.


Berbekal Pengalaman dari Astra dan GO-TIX

Motoran founder Ranggaswara Prasetya (left) with co-founder Fariz Mochammad.jpg

Sebelum co-founder ini mendirikan Motoran, Rangga sempat menjabat sebagai Co-Head of Ticketing Product dari GO-TIX di GO-JEK. Sedangkan Fariz pernah berkarier sebagai Head of Parts & Business Development di Astra International.
Kedua co-founder yang sama-sama meniti awal karier mereka di Astra bertemu kembali setelah mengikut Antler, program inkubasi yang berbasis di Singapura. Keduanya sepakat untuk mendirikan Motoran sebagai penyedia transaksi jual beli sepeda motor bekas dengan layanan inspeksi yang terintegarsi.


Memberikan Layanan Inspeksi hingga Verifikasi

Motoran meluncurkan aplikasi mobile yang menghubungkan konsumen pencari sepeda motor bekas dengan pihak penjual yang telah terverifikasi. Untuk memastikan transaksi antara kedua pihak berjalan dengan aman, pihak Motoran memberlakukan proses inspeksi kondisi motor secara menyeluruh oleh tim untuk mengurangi kekhawatiran pembeli.
Selain melakukan pengecekan teknis, Motoran juga melakukan pemantauan dan penetapan harga sesuai pasar, penjaminan bantuan garansi, layanan purnajual, serta inspeksi kelengkapan dokumen motor. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan yang optimal terhadap konsumen.
Tidak hanya Motoran, ada beberapa startup yang memberikan layanan serupa, seperti MomotorOTO, dan Moladin yang pada tahun 2018 lalu mendapatkan pendanaan sebesar Rp17 miliar. Meskipun bukan hal yang baru, Motoran tetap optimis dapat menemukan pasar tersendiri dalam ranah jual beli motor di Indonesia.
Sejak September tahun lalu, Motoran yang beroperasi di kawasan Jabodetabek mengklaim telah memenuhi lebih dari ratusan pesanan dari ratusan dealer dengan jumlah pengguna ribuan orang.