Berdasarkan riset yang dirilis oleh Google, Temasek dan Bain & Company berjudul e-Conomy SEA 2019, pertumbuhan ekonomi digital di Asia tenggara sudah menembus angka 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,4 kuadriliun untuk pertama kalinya pada tahun 2019, dan Indonesia merupakan kontributor terbesar dalam nilai ekonomi digital tersebut.

1.jpg

Sumber: pixabay.com

Pada akhir tahun 2019, diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai angka 40 miliar atau sekitar Rp565 triliun, di mana angka ini meningkat empat kali lipat dibanding tahun 2015 lalu. Bahkan, angka ini diprediksi masih akan terus berkembang hingga melampaui 130 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,8 kuadriliun pada tahun 2025 mendatang.

Hal ini sebenarnya tidak mengherankan, mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 152 juta jiwa.

Ditambah lagi, pengguna-pengguna tersebut juga aktif melakukan layanan e-commerce, transportasi online, online media, dan online travel agent yang kemudian menyebabkan pertumbuhan nilai ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Faktor lain yang menjadi alasan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar juga meliputi perkembangan digital payment dan dukungan sejumlah investor yang tidak segan dalam memberikan pendanaan yang besar pada startup di bidang digital yang berpotensial.

ipad-820272_960_720.jpgFoto dok: Pixabay.com

Selain Indonesia, Vietnam juga disebut sebagai negara dengan potensi ekonomi digital paling potensial dengan pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan hingga 40% per tahun, menglahkan negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina yang pertumbuhannya hanya sekitar 20-30 persen per tahun. Sama halnya denga Indonesia, ekonomi digital di Vietnam dibantu oleh pertumbuhan e-commerce dan hadirnya sejumlah investasi besar seperti Grab dan OYO. 

Baca juga: 5 Tips On How To Managing Successful Vendor Partnerships

Tags: Bisnis, Ekonomi, Asia Tenggara, Ekonomi Digital