batik-kemenlu.jpgFoto: Dok. Kemenlu RI

Sidang Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa kemarin berlangsung secara unik dan menciptakan suasana yang berbeda. Ruang sidang Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada pertemuan Selasa kemarin dimeriahkan dengan berbagai motif batik dan tenun yang dikenakan para delegasi peserta pertemuan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Pantai Gading, Prancis, Peru, Republik Dominika, dan Tiongkok.

Tidak hanya itu, Sekretaris Jendral PBB, Antonio Guterres juga turut memeriahkan dengan menggunakan motif tenun torso berwarna cerah pada sidang Selasa kemarin.

Dipilihnya Batik sebagai dress code sidang DK PBB kemarin sebagai bentuk penghormatan untuk para anggota Dewan Keamanan PBB Indonesia yang memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB untuk bulan Mei 2019.

Berbagai batik yang dikenakan oleh para delegasi DK PBB merupakan koleksi mereka masing-masing yang mereka beli pada saat kunjungan ke Indonesia atau pemberian dari delegasi Indonesia di New York.

“Sidang hari ini cantik dan colourful, karena sebagian besar anggota DK PBB mengenakan batik, termasuk Sekjen PBB mengenakan tenun dari Bali,” tutur Menlu Retno pada pernyataannya Selasa kemarin.

Pada tahun 2009, Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia. Dengan penggunaan batik dalam Sidang DK PBB kemarin, diharapkan batik menjadi semakin populer.

Pertemuan Debat Terbuka (Open Debate) pada Selasa kemarin bertemakan “Menabur Benih Perdamaian” dimana diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dalam berbagai misi di belahan dunia.

Baca juga: 8 Destinasi Alam di Indonesia yang Memicu Adrenalinmu