Melihat dampak buruk dalam industri mode, memang menjadi fokus tersendiri bagi beberapa orang, pasalnya fast fashion atau busana siap pakai ini berdampak buruk pada lingkungan, seperti polusi air, penggunaan bahan kimia beracun dan peningkatan kadar limbah tekstil.

Warna yang cerah dan cetakan dari finishing kain memang menjadi fitur menarik dari setiap busana, namun ternyata banyak diantaranya yang menggunakan bahan kimia beracun sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Melihat proses tersebut, banyak diantaranya yang memilih untuk menggunakan bahan organik dalam busana rancangannya, demi menjaga kelestarian lingkungan beberapa desainer ini memutuskan untuk menjadikan  bahan organik sebagai sumber utama pakaian mereka. Bagaiamana kemampuan mereka dalam mengolah bahan organik menjadi pakaian indah yang dapat dinikmati banyak orang, yuk simak selengkapnya disini.

 Amy Powney

Mother of Pearl, label mewah yang berbasis di London timur ini, dikenal dengan desainya yang terarah dan memiliki keunikan tersendiri dalam setiap rancanganya. Amy Powney selaku direktur kreatif memilih menggunakan bahan organik kedalam setiap rancanganya. Memiliki pola pikir, untuk menerapkan penghijauan dalam semua hal yang mereka lakukan tentu saja menjadi tujuan dari label ini. Koleksi bahan pokok sehari-hari milik Mother of Pearl ini lahir dari sebuah proyek yang ingin menciptakan produk transparan yang berkualitas dengan menggunkan bahan organik, dan jejak karbon rendah sebagai sumber utamanya.

 Claire Bergkamp

Sebagai ahli lingkungan, Claire Bergkamp terus berfikir jika industri fashion terus bergerak ke arah yang sekarang, maka dampaknya akan sangat buruk bagi planet ini hingga tahun 2050 mendatang. Bergabung dengan desainer ternama Stella Mcartney membuat wanita kelahiran Montana ini telah melihat jauh kedalam rantai pasokan. Label ini mulai menerapkan penggunaan bahan organik kedalam material tekstil yang digunakan demi menjaga kelestarian hutan dan lingkungan lainya.

Alex Mcintosh

alexmcintosh1604.jpgAlex Mcintosh adalah pemimpin dari MA Fashion Features dan founder dari Centre for Sustainable Fashion (CSF) Di London College of Fashion. Dirinya memiliki keunikan melihat pertumbuhan benih sampai pada akarnya. Sosoknya juga menjadi peran untuk mengedukasi generasi berikutnya untuk mulai berfikir hijau ketika memiliki ide bisnis yang muncul. Itulah yang menjadi alasan mengapa merek seperti Selfridges mengandalkannya untuk membantu dalam mengembangkan pengelolaan bahan organik.

 Priya Ahluwalia

Priya Ahluwalia belum lama ini telahlulus dari Westerminter University. Seklipun keberadaanya belum lama di industri mode, namun dirinya dinilai mampu membawa perubahan besar dalam industri ini. Memiliki label fashion sportwear-nya sendiri, Ahluwalia menggunakan bahan organik dalam rancanganya. Tidak hanya memiliki brand-nya sendri, Ahluwalia berkolaborasi dengan beberapa label lainya seperti H&M dan Adidas dengan potongan berdesain edgy yang menarik. Terinspirasi oleh latar belakang etnis yang dimilikinya yakni India-Nigeria dan London Barat Daya, dirinya memiliki kerinduan untuk dapat mengurangi jejak global fashion yang dapat merusak lingkungan.

 Cressida Jamieson

Cressida Jamison, memiliki kemampuan menyulam dengan desain yang unik, Jamieson membuat kaos polos biasa menjadi luarbiasa dengan memberikan sedikit sentuhan sulaman berbahan organik pada kain, yang dapat dibuat sesaui dengan pesanan. Kontribusi nya dalam memberikan nilai sentimental dalam setiap karyanya, dirinya mewakili para pengrajin untuk memberikan waktu, keterampilan, dan perasaannya untuk dapat memberikan nilai terhadap karyanya.

Baca juga: Rahasia Flawless Makeup Yang Bisa KIta Pelajari Dari Kylie Jenner

Tags: Textile, Fashion Designer, Fashion Looks, Material Berbahan Organik