Perancang busana asal Perancis Simon Porte Jacquemus baru saja merayakan ulang tahun fashion brand-nya yang ke-10 dengan pertunjukkan yang megah. Pada hari Senin, 24 Juni, Jacquemus menggelar pertunjukkan busana spring/summer 2020, yang terdiri dari pakaian pria dan wanita atau unisex untuk pertama kalinya selama perhelatan Paris Men’s Fashion Week 2019.

Berbeda dengan peragaan busana sebelumnya, desainer berusia 29 tahun ini memilih untuk mengadakan acaranya di sebuah kota kecil di Selatan Perancis yaitu kota Valensole.

Berlokasi di dataran tinggi Valensole di pegunungan Alpen-de-Haute-Provence, perkebunan Lavender di Valensole adalah yang terbesar dan paling terkenal di dunia. Dengan pemandangan yang indah dan kumpulan desa yang menawan, bulan Juni adalah bulan yang tepat bagi para pengunjung untuk menikmati indahnya perkebunan bunga ini.

Dari pemandangannya yang indah dan palet warna semarak yang menghiasi fashion runway-nya, perhelatan kali ini tentunya menjadi pusat perhatian bagi para fashion editor dan selebritis papan atas, terutama bagi mereka yang cinta akan Instagram. Berikut 5 hal menarik dari pertunjukkan busana Jacquemus Spring/Summer 2020 tahun ini.

Undangan yang unik

Screen Shot 2019-06-27 at 8.29.23 PM.pngPhoto courtesy of: Loic_crds_vr Instagram 

Sebelum para tamu, termasuk model Emily Ratajkowksi dan Jeanne Damas, datang ke acara peragaan busana yang megah ini, mereka sudah diberi petunjuk mengenai hal yang dapat diharapkan dari debut koleksi unisex karya Jacquemus.

Meninggalkan kesan kuno pada peragaan busana kali ini, setiap undangan yang diberikan kepada para tamu berbentuk seperti botol tabir surya SPF 50 yang dicetak dengan tulisan "Le Coup de Soleil," atau "The Sunstroke" atau “sengatan matahari.” Hal ini terinspirasi dari gelombang panas yang baru-baru ini menyerang beberapa daerah di Perancis. 

 

Pemilihan lokasi yang berbeda

jacquemus-fashion-show-pink-t.jpgPhoto courtesy of: Hellomagazine

Diadakan di tengah kebun Lavender di Valensole, pertunjukkan busana pria kelahiran Salon-de-Provence ini terasa seperti mimpi. Dihiasi oleh hamparan bunga berwarna ungu dan pemandangan gunung yang menawan, pagelaran busana ini tentunya banyak mengundang kekaguman dari berbagai pengunjung yang datang. Dikutip dari WWD, Jacquemus mengatakan bahwa ia memilih lokasi ini karena ia ingin pestanya terlihat seperti kartu pos. Ia juga mengatakan bahwa ia ingin merayakan kekayaan alam di Selatan Perancis dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. 

Hot Pink Runway

Screen Shot 2019-06-27 at 8.26.38 PM.pngPhoto courtesy of: Jacquemus

Pemandangan indah dari kebun Lavender di sekeliling runway memang mencuri perhatian, tetapi karpet berwarna merah muda terang berhasil mengalihkan perhatian para tamu saat pertunjukkan busana dimulai. Jacquemes mengatakan kepada para media bahwa ia khusus memilih warna tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada instalasi seni kontemporer karya Christo dan David Hockey berjudul “The Arrival” di Woldgate, Yorkshire Timur, pada tahun 2011 lalu.

Warna cerah untuk musim panas yang cerah

Screen Shot 2019-06-27 at 8.30.15 PM.pngPhoto courtesy of: Jacquemus

Tema acara, "Le Coup de Soleil", tidak hanya menginspirasi undangan dengan warna dan gaya yang eksentrik tetapi juga palet warnanya yang bermandikan sinar matahari di setiap koleksinya. Dikutip dari vogue.com, Jacquemus menggambarkan papan mood untuk koleksinya sebagai "seperti tequila sunrise.” Mulai dari oversize blazer dan gaun halterneck hingga bralette dan celana pendek, koleksinya dipenuhi nuansa warna mencolok seperti hijau limau, oranye, kuning dan biru aqua.

The bigger the hat, the better

Screen Shot 2019-06-27 at 8.27.11 PM.pngPhoto courtesy of: Jacquemus

Pada peragaan busana spring/summer 2019, perancang busana berwajah ta,pan ini memulai debutnya dengan “Le chapeau Bomba” - topi jerami buatan tangan yang tingginya lebih dari 30 cm dan lebar hampir 60 cm.

Popularitas topi tersebut juga tidak perlu diragukan lagi. Artis papan atas Hollywood dan penyanyi ternama seperti Rihanna dan Jessica Chastain langsung jatuh cinta. Setelah koleksinya viral di media sosial, para penggemarnya pun turut meramaikan dengan mengunggah postingan dengan hashtag #jacquemushat di Instagram. Pada musim ini, Jacquemus turut menyajikan versi 2.0 dari aksesori popular tersebut, namun ia membuatnya lebih layak pakai pada koleksi kali ini.

Print unik yang menawan

Screen Shot 2019-06-27 at 8.28.48 PM.pngPhoto courtesy of: Jacquemus

Pada Musim ini, Jacquemus mengeksplorasi kecintaannya pada cetakan-cetakan atau print dengan koleksi yang memiliki 35 motif, lebih meriah dibandingkan dengan tiga koleksinya beberapa tahun belakangan ini. Di antara pola cetak, sulam dan cetakan motif yang dibakar dengan laser, ia memadukan motif bunga-bunga berwarna  biru dan putih yang muncul pada gaun-gaunnya yang cantik dan kemeja lengan pendek, sementara motif bunga-bunga oranye dan merah muda juga menghiasi jaket bersiluet kotak.

Aksesoris gaya baru

Screen Shot 2019-06-27 at 8.28.07 PM.pngPhoto courtesy of: Jacquemus

Ketika Jacquemus pertama kali menunjukkan tas “Mini Chiquito” pada koleksi autumn/winter 2019-nya di Paris, sejuta meme mengenai tas karyanya pun memenuhi sosial media. Jadi bisa jadi koleksi aksesorisnya tahun ini akan menggempakan Instagram feed kita. Dompet berukuran mini dengan rantainya yang menjulang panjang dari ujung-ujung jari para model, Jacquemus menghadirkan berbagai aksesoris baru yang berbeda dengan rumah mode lainnya. Karya uniknya pada koleksi Spring/Summer 2020 ini termasuk tas yang berbentuk seperti kaleng biscuit, tas jerami dan tas katun dengan tali panjang hingga ke lutut.

Baca juga: Capsule Wardrobe, Cara Pintar Mengubah Isi Lemari Pakaianmu