Lebih dari sekadar design semata, setiap monogram keluaran luxury brand ternama sarat akan nilai sejarah yang tinggi. Mulai dari cerita warisan keluarga hingga bentuk penghormatan terhadap desainer yang berjasa membesarkan sebuah rumah mode, design monogram memiliki kisah dan menjadi bukti sah dari besarnya sebuah fashion brand serta pengaruhnya di kancah mode internasional. Berikut deretan design monogram ikonik yang menjadi ciri khas beragam luxury brands ternama.

1/6 Louis VuittonMonogram LV Fashion Gone Rogue.com.jpeg

Foto: Dok. www.fashiongonerouge.com

Sebagai salah satu print monogram yang digemari fashionista di seluruh dunia, monogram ikonik milik Louis Vuitton mendapat status eternal symbol atau menjadi design monogram yang paling versatile. Design yang terdiri dari komposisi logo LV silang yang dipadukan dengan tiga buah simbol berbentuk clover menciptakan kesan elegan dan ikonik. Design ikonik LV yang diciptakan oleh putra Louis Vuitton, George Vuitton ini juga mengalami sejumlah proses reinvented dari desainer ternama seperti Marc Jacobs, Nicholas Ghesquiere, Kim Jones dan Virgil Abloh.

2/6 Burberryezgif.com-gif-maker (5).jpg

Foto: Dok. www.burberry.com

Berbicara soal monogram design bersejarah, rasanya design check dari Burberry tidak boleh terlewatkan. Design signature berbentuk check milik luxury brand asal Inggris ini terdiri dari background hitam dan beige yang disilangkan dengan garis berwarna merah, hitam dan putih. Sarat sejarah, design monogram ini menjadi salah satu ikon penting dalam dunia fashion Inggris yang dikenakan oleh Ratu Elizabeth II. Print monogram ini dimodernisasi oleh Creative Director Burberry saat ini, Riccardo Tisci, melalui gabungan iconic design tersebut dengan print berinisial founder Burberry, Thomas Burberry yang dikenal dengan TB print di sejumlah koleksi.

3/6 DiorMonogram Dior Spotted Fashion.com.jpeg

Foto: Dok. www.dior.com

Disebut sebagai pola Oblique, design monogram Dior memiliki sejarah yang penuh cerita. Diciptakan oleh Marc Bohan pada tahun 1967 lalu, design tersebut juga mengalami perubahan bermakna saat John Galliano mengepalai brand asal Prancis tersebut di tahun 1997 melalui penambahan pola Oblique pada saddle bag ikonik kreasinya. Mempertahankan keunikkan design monogram tersebut, Dior mempertahankan pola ikonik itu di beragam koleksi integral dengan sentuhan modern di bawah arahan Creative Director Kim Jones dan Maria Grazia Chiuri.

4/6 Gucci

Monogram Gucci Pinterest.com.jpeg

Foto: Dok. www.pinterest.com

Siapa sangka design monogram, GG Supreme milik luxury brand asal Italia, Gucci, lahir dari sebuah krisis. Diciptakan oleh sang founder Guccio Gucci, design ikonik ini lahir saat Perang Dunia kedua dan ditorehkan di atas sehelai kanvas mengingat leather sanctions yang dialami dunia fashion Italia saat itu. Design GG Supreme masih merajai panggung catwalk internasional hingga saat ini dan dimodernisasi oleh Creative Director Alessandro Michele. Modernisasi desain monogram terlihat pada iconic pieces seperti Gucci 1995 bag dan Jackie Handbag.

5/6 CelineLisa Celine Twitter.com.jpeg

Foto: Dok. twitter.com

Meski tidak begitu menonjol seperti beragam design ikonik yang telah disebutkan di atas, design monogram Celine Kembali merajai runway show dan dunia fashion. Meski tidak terlalu ditonjolkan saat mantan Creative Director, Phoebe Phillo mengepalai brand tersebut, Creative Director Celine saat ini, Hedi Slimane Kembali menghidupkan design bourgeois bersejarah tersebut. Design monogram Celine dapat dilihat di beragam koleksi tas berukuran besar dan kecil ikonik mereka seperti Triomphe.

6/6 LoeweMonogram Loewe Senatus.com.jpeg

Foto: Dok. senatus.net

Design ikonik monogram milik Loewe – Anagram, terdiri dari empat huruf L yang disilangkan di sebuah cursive print. Anagram sendiri dibuat oleh pelukis asal Spanyol, Vicente Vela pada tahun 1970 dan menjadi bukti eratnya hubungan desain Loewe dengan seni murni. Dibawah arahan sang Creative Director saat ini, J.W. Anderson, Anagram tampak pada koleksi yang menunjukkan kreativitas Anderson dalam mengeluarkan karya bernafas genre-bending pada tas ikonik Puzzle dan ready-to-wear garment.