1/6 Toucans de paradis

toucans.pngFoto dok: Hermès

Toucans de paradis dihiasi dengan motif burung Toucan (burung pendaki) yang berasal dari hutan tropis Amazon. Scarf ini juga dilukis oleh Katie Scott, seorang ilustrator yang sangat menyukai biologi dan terkenal dengan desain tumbuhan dan hewannya, menampilkan spesies imajiner. Katie Scott menampilkan burung-burung yang berkicau seperti sedang menyanyikan lagu yang dipersembahkan untuk raja hutan. Bulu hias yang dimiliki seperti burung merak dan cendrawasih yang memberikan kesan langka dan eksotis. Elemen-elemen tersebut bergabung dalam membentuk lukisan yang diwarnai dengan gaya naturalisme yang simple, namun elegan.

2/6 Bouclerie modern

moderne.pngFoto dok: Hermès

Terinspirasi oleh karya yang disimpan oleh Hermès, Françoise de La Perrière merancang komposisi yang disebut Bouclerie d’attelage pada tahun 1970 silam, sebagai penghormatan untuk Thierry Hermès. Dalam tampilan modernnya, Bouclerie d’attelage telah disederhanakan dengan mengutamakan warna polos dan garis besar yang digambar untuk tampil sebagai Bouclerie moderne.

3/6 Projets carrés au crayon

crayons.pngFoto dok: Hermès

Pada 2004, Henri d’Origny menciptakan komposisi fotografis dari berbagai karya berkuda yang dilestarikan di Conservatoire des Créations atau museum Émile Hermès. Diatur dalam bingkai yang harmonis, bronze stirrups, sedikit aksen Inggris, Ottoman spurs, dan fly-whisks yang membentuk ansambel secara elegan. Digambar ulang dengan pensil, Projets carrés merepresentasikan sensualitas dari sebuah garis dengan interaksi yang simetri, menampakkan motif yang penuh cahaya.

4/6 Les Bassets

baset.pngFoto dok: Hermès

Pelukis hewan ternama dan pelukis duniawi, Xavier de Poret (1897-1975) ini terkenal dengan pemandangan berburu dan studi tentang kuda dan burung. Motif inti scarf diluncurkan pertama kali pada 1956, menampilkan anjing dachshund yang didesain dalam berbagai postur. Dachshund dikenal sebagai anjing yang bertanggung jawab dalam berburu dengan kecerdasan dan kesetiaannya. Xavier de Poret membuat sketsa anjingnya dengan penuh kasih yang diperkuat dengan latar belakang yang polos.

5/6 Mini Brides de Gala giant triangle

triangle.pngFoto dok: Hermès

Mini Brides de Gala giant triangle adalah salah satu desain Hermès yang paling simbolik. Pada 1957, Robert Dumas bekerja dengan Hugo Grygkar. Ia meletakkan dua pakaian kuda yang saling berhadapan di lantai. Keduanya menampilkan komposisi yang sempurna dengan kesederhanaan pada scarf tersebut. Di sebelah kanan, terlihat dua putri duyung yang bangkit dan melambaikan mahkota kekaisaran. Scarf ini disimpan dalam koleksi Émile Hermès yang dibuat untuk Kaisar Meksiko, Maximilian dari Austria. Sementara di sebelah kiri terdapat penutup mata yang melambangkan Counts of Ferronnays yang koleksinya menampilkan banyak potongan pakaian kuda yang indah dari abad ke-18.

6/6 La Danse des Amazones scarf 90

amazon.pngFoto dok: Hermès

Seniman Prancis-Jerman Edouard Baribeaud menggabungkan peristiwa antara mitos dengan momen saat ini. Scarf ini menampilkan seorang wanita muda yang setengah wajahnya tertutup oleh layar, seperti perpanjangan dari lukisan amazon. Fitur mosaik yang antik berdampingan dengan furnitur modern dan menampilkan wanita tersebut tengah menyiapkan makan malam atau sebuah perayaan. Suasananya dipenuhi dengan elemen kontemporer dan simbolik, seperti piringan hitam yang memberikan suasana pesta dan medali yang ditampilkan di tepi desain.