IRIS_PALLIDA_D.jpgFoto dok: Chanel

Dikenal akan industri parfumnya sejak akhir abad ke-18, Grasse merupakan ibu kota parfum dunia. Diberkati oleh tanah yang subur, udara yang sejuk serta matahari Mediterania yang hangat, Grasse merupakan tempat sempurna penghasil bunga dengan kualitas terbaik untuk parfum. Terletak di bagian tenggara Prancis, Grasse merupakan rumah bagi parfum-parfum berkualitas dunia. Tidak heran jika salah satu rumah mode kebanggan Prancis, Chanel, menjadikan bebungaan yang tumbuh di sana sebagai bahan baku pembuat parfum-parfum ikoniknya. Sebut saja seperti Chanel No.5 yang menggunakan kelopak-kelopak melati dari Grasse yang diracik oleh Ernest Beaux.
 
Kemitraan Chanel dengan perkebunan bunga ini berawal dari inisiatif Jacques Polge, peracik parfum dan Head Perfumer dari rumah parfum Chanel pada tahun 1978 hingga 2015. Setelah hampir satu abad, hubungan ini lalu berkembang menjadi ikatan kepercayaan dan persahabatan. Grasse bukan hanya mampu menghasilkan bebungaan terbaik untuk parfum, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menciptakan sistem perkebunan yang berkelanjutan. Hal ini memberikan jaminan kualitas untuk menghasilkan wewangian premium yang dibutuhkan Chanel.

Proses pengembangan mutu ini sudah dilakukan Grasse sejak tahun 1987, terutama untuk penanaman mawar dan melati. Kini, perkebunan bunga ini juga mengembangkan varietas bunga lainnya seperti Geranium, Iris dan Tuberose dimana semuanya merupakan bahan baku pembuatan parfum ikonis Chanel. Dan pada kesempatan kali ini kamu akan diajak untuk melihat proses budidaya dari bunga-bunga tersebut hingga menjadi sebuah botol parfum secara dekat.
 
Proses pemanenan bunga  

Joseph Mul, generasi kelima penghasil bunga terbesar di Kawasan ini, percaya bahwa setiap bunga memiliki musimnya sendiri. Proses inilah yang dipraktikan dalam setiap pemilahan dan pemanenan bunga untuk diolah menjadi parfum. Pada awal bulan Mei misalnya, bunga mawar dengan kelopak terbaik akan dipanen. Sementara pada pertengahan bulan Agustus hingga Oktober merupakan waktu terbaik untuk memanen melati andalan Grasse yang menjadi bahan baku dari Chanel No.5. Lalu pada awal musim dingin, bunga Tuberose akan memasuki proses debulbing dimana para petani akan menyisihkan umbi bunga untuk dirawat hingga siap untuk ditanam kembali pada musim semi di bulan April. Dan pada bulan Agustus hingga November, sebelum matahari bersinar terik, bunga Tuberose akan siap dipanen untuk kemudia di ekstrasi menjadi sebuah parfum.

Berbeda dengan bunga-bunga lainnya, Geranium memiliki keunikan tersendiri karena wewangiannya terletak pada lapisan daunnya. Proses panen akan dimulai dengan memetik daun dan batang yang sudah dewasa. Fase ini biasanya dilakukan selambatnya pada pertengahan bulan September sebelum hujan musim gugur membasahi perkebunan. Setibanya di pabrik pengolahan, batang dan daun akan di distilasi selama enam jam untuk mendapatkan minyak esensial yang terkandung di dalamnya.

_Z7A0426.jpgFoto dok: Chanel

Terakhir, ada bunga Iris Pallida yang menyimpan aroma wewangian pada akarnya. Bunga ini akan mulai ditanam pada akhir bulan Agustus dan mekar di bulan Maret dan April. Sebelum dipanen, para petani Grasse akan memastikan jika akarnya tetap berada di dalam tanah selama tiga tahun. Proses pencabutan biasanya akan dilakukan setiap bulan September sebelum akarnya dipilah dan dikeringkan untuk di distilasi dan diambil minyak esensialnya. 

06.jpgFoto dok: Chanel

Proses ini terjadi secara berulang-ulang, dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, sebotol parfum Chanel tidak hanya mengandung wewangian premium tetapi juga mengandung nostalgia dan nilai-nilai sejarah dalam proses pembuatan yang menjadikannya salah satu parfum paling ikonik di dunia.