astro.jpgFoto dok: bigworldtale.com

Baru-baru ini, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) dikabarkan sedang bekerjasama dengan seorang ahli kimia profesional untuk mengembangkan sebuah parfum yang disebut dengan “Eau de Space.”

Dikembangkan oleh Steve Pearce, seorang ahli kimia dan pendiri Omega Ingredients, ide pembuatan parfum ini pertama kali ditujukan untuk membantu para astronot dalam persiapan perjalanan antariksa mereka.

Berbeda dengan parfum yang di jual di pasaran, “Eau de Space” ini dikabarkan memiliki aroma atau notes yang hampir mirip dengan bau pistol, tepat setelah peluru ditembakkan.

Seorang astronot yang pernah bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS, Peggy Whitson mengatakan dalam salah satu wawancaranya dengan media asing bahwa parfum tersebut memiliki aroma smoky seperti bau benda yang terbakar dan berasap.

perfume.jpgFoto dok: CNN.com

Berdasarkan deskripsi yang tercantum pada kemasannya, parfum ini memiliki perpaduan aroma seperti bubuk mesiu, steak seared, rum dan raspberries.

Saat ini, produk parfum tersebut sudah tersedia untuk umum melalui kampanye Kickstarter yang disebut 'Eau de Space' dengan tujuan untuk meningkatkan minat dalam pembelajaran sains, teknologi teknik dan matematika (STEM) untuk siswa melalui pendidikan pengalaman (experiential education).

Manajer produk Eau de Space, Matt Richmond juga turut mengatakan bahwa produk ini telah mendapatkan 391 pendukung dari seluruh dunia dengan dukungan dana sebesar 20 ribu dolar AS atau setara dengan Rp288 juta.

“Dalam satu decade ini, NASA telah mengembangkan aroma luar angkasa untuk membantu melatih para astronot sebelum diluncurkan ke orbit. Parfum tersebut juga bertujuan untuk mensimulasikan suasana luar angkasa selama pelatihan untuk menghilangkan kejutan yang mungkin dialami para Astronot di Luar Angkasa. Saat ini kami juga ingin mengajak masyarakat untuk merasakan aroma tersebut secara mudah.”