Tanpa judul34.jpg

Foto:Dok.gucci.com

Dalam beberapa tahun ke belakang, kita melihat gebrakan para desainer dan rumah mode dalam mewujudkan fesyen yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sesuatu yang rasanya pantas untuk diperjuangkan demi perubahan lingkungan dan kehidupan yang lebih baik. Selama ini, industri mode sangat tergantung dengan kulit dan bulu hewan. Hingga pada awal abad 20an, perlahan semua itu mulai ditinggalkan dan beralih ke alternatif-alternatif baru. Komitmen luar biasa dari para brand ini sangat diapresiasi, terutama oleh PETA, organisasi yang memperjuangkan hak-hak hewan.

Organisasi PETA membuat semacam penghargaan bagi para desainer dan rumah mode yang berhasil menunjukkan usaha mereka menggunakan inovasi kebaruan ramah lingkungan. Berikut ini adalah 11 kategori (dengan satu kategori Best Luxury Moment berisi dua brand, sehingga total menjadi 12 brand) yang mendapat penghargaan dari PETA. Barangkali, bisa memberimu inspirasi untuk beralih ke produk-produk vegan.


1/11 Biggest fur-free moment: Kering
1 (5).jpg

Foto:Dok.YSL for Kering Group/greenqueen.com

Sebagai salah satu grup mode terbesar dan membawahi beragam brand fesyen ternama seperti Bottega Veneta, Balenciaga, Saint Laurent, hingga Alexander McQueen, Grup Kering sudah memiliki concern terhadap isu cruelty free. 2017 adalah titik awal perjalanan Grup Kering untuk tidak lagi menggunakan bulu hewan pada setiap produk fesyen. Dimulai dari grup Gucci, meski perlahan, akhirnya pada Oktober 2021, CEO sekaligus chairman, Francois-Henri Pinault memutuskan melarang seluruh brand di bawah Grup Kering menggunakan bulu hewan pada setiap koleksinya. Menjadikan Grup Kering dinobatkan sebagai biggest fur-free moment. 


2/11 Best luxury moment: Valentino and Armani
2 (5).jpg

Foto:Dok.fashiongonerouge.com

Dalam industri fashion mewah, Angora adalah salah satu bahan yang wajib digunakan. Namun, itu dulu. Setelah banyak yang mengetahui bahwa proses untuk mendapatkan bahan tersebut sangat tidak manusiawi. Beberapa brand seperti Calvin Klein & Tommy Hilfiger telah lama berhenti menggunakan Angora. Kini, brand mewah Valentino dan Armani juga mendeklarasikan tidak lagi mengenakan Angora. Oleh karena keputusan ini, PETA memberi dukungan berupa best luxury moment. 


3/11 Progress award: GANNI

3 (4).jpgFoto:Dok. ganni.com

Berbasis di Copenhagen, brand GANNI berhasil membawa praktik fashion yang mengutamakan keberlanjutan. Terutama setelah mereka mengeluarkan koleksi terbaru yang diberi nama Re-Cut, di mana mereka mendaur ulang beberapa bagian dari koleksi populer di musim lalu dan membuatnya menjadi satu koleksi baru. Termasuk ketika mereka memutuskan untuk melakukan kolaborasi dengan brand fashion berkelanjutan Ahluwalia, yang berbasis di London. Awal 2021, brand ini memutuskan untuk tidak lagi menggunakan bahan kulit dan memilih menggunakan alternatif kulit vegan yang terbuat dari anggur.


4/11 Best vegan shoes: Allkind
4 (1).jpg

Foto:Dok.allkindvegan.com

Brand alas kaki yang berasal dari Inggris ini baru diluncurkan pada 2020-2021, namun mereka telah membuat gelombang yang signifikan dalam dunia fesyen berkelanjutan. Seluruh sepatu mereka terbuat dari 100% kulit vegan, mulai dari stiletto, ankle boots, loafers, bahkan trainers, dan dibuat di Spanyol. Bahkan solnya juga dibuat dari bahan yang sedapat mungkin untuk didaur ulang kembali. 


5/11 Innovation award: Gucci
5 (3).jpg

Foto:Dok.equilibrium.gucci.com

Dalam rencana sepuluh tahunan yang disebutkan pada 2015, rumah mode Gucci menyebutkan kata keberlanjutan sebagai pilar utama mereka dan berjanji untuk mengurangi total jejak carbon lingkungan sebesar 40%. Untuk itu mereka juga berusaha mengembangkan solusi sumber ramah lingkungan baru, termasuk dari bahan dan prosesnya. Oleh karenanya, Gucci meluncurkan Demetra, kulit vegan buatan mereka sendiri, yang terdiri dari 77% bahan nabati. Tekstil baru ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyempurnaan, melalui serangkaian penelitian khusus, sebelum diaplikasikan dalam berbagai produk.


6/11 Best vegan bag: Stella McCartney

6 (2).jpgFoto:Dok.stellamccartney.com

Desainer sekaligus pemilik rumah mode Stella McCartney telah lama dikenal sebagai aktivis lingkungan serta ratu mode ramah lingkungan. Jauh sebelum sekarang, brand ini telah memperkenalkan produk dengan bahan-bahan berkelanjutan. Misalnya penggunaan Econyl, yaitu kain dari daur ulang botol plastik, atau Koba, bulu palsu yang terbuat dari 37% bahan nabati. Kini Ia memperkenalkan tas dengan kulit dari jamur yang dinamakan Mylo dan didebut pada gelaran fashion Stella McCartney Spring/Summer 2022 di Paris.


7/11 Vegan glow-up: Adidas
7 (1).jpg

Foto:Dok.adidas.com

Siapa tak kenal sepasang sepatu Stan Smith dari Adidas? Sepatu yang diambil dari nama petenis legendaris Amerika, kini hadir dengan formula bahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Meski gaya klasiknya tetap terlihat sama, seluruh desain sepatu Stan Smith telah didesain ulang agar sesuai dengan komitmen mereka untuk menggunakan bahan 100%  polyester daur ulang pada 2024 mendatang. Pada bagian atas sepatu ini terbuat dari kulit vegan, sementara sol luar dibuat dari daur ulang limbah karet.


8/11 Best wool-free knitwear: House of Sunny
8.jpg

Foto:Dok. houseofsunny.co.uk

Sejak Kendall Jenner dan Bella Hadid terlihat mengenakan gaun rajutan dari label asal London bagian timur ini, House of Sunny kemudian menjadi perbincangan di media sosial Instagram. Merek vegan yang terkenal dengan pola khas berupa pusaran ini, terkenal dengan kredensial brand ramah lingkungan dan desain yang terinspirasi dari era 70-an. House of Sunny hanya memproduksi dua koleksi dalam setahun dan jumlah yang terbatas. Mereka juga menggunakan teknologi e-flow untuk mengurangi konsumsi air hingga 95% dan menggunakan bahan rajutan daur ulang.


9/11 Men's fashion award: Oliver Co. London

10.jpgFoto:Dok. olivercompanylondon.com

 

Desainer Matt Oliver berhasil menciptakan sebuah brand aksesori yang elegan, fungsional, dan berusaha memberi dampak pada lingkungan seminimal mungkin. Berbasis di London, Oliver berhasil membuat beragam aksesori bagi para pria, mulai dari dompet, tempat kartu, hingga tas laptop dengan mengenakan bahan-bahan alami, seperti kulit apel, kayu, kapas organik, hingga kain daur ulang. Mereka juga terus berusaha untuk terus menemukan cara baru agar setiap konsumen yang membeli produknya, tahu persis apa yang dibutuhkan.


10/11 Collaboration award: Nike and Ananas Anam

9.jpgFoto:Dok. sneakers.fr

Beberapa brand olahraga sudah lebih dulu memikirkan tentang inovasi untuk fashion berkelanjutan, salah satunya adalah Nike. 2021 lalu, Nike berkolaborasi dengan Ananas Anam, meluncurkan koleksi Happy Pineapple, yang mana pada koleksi ini mengenakan tekstil Pinatex. Pinatex merupakan tekstil berbahan dasar serat daun nanas yang diproduksi pertama kali oleh Ananas Anam. Dari kolaborasi ini, Nike kemudian merilis ulang beberapa sepatu populernya dan menciptakan versi yang ramah lingkungan.


11/11 Special achievement award: Elisabetta Franchi


11.jpg

Foto:Dok.elisabettafranchi.com

Label fashion dari Italia ini, sudah melakukan gerakan fur-free sejak satu dekade lalu dan terus konsisten untuk mendorong para brand lain melakukan aksi yang sama. Didirikan sejak 1995, Franchi telah lama berbicara secara terang-terangan tentang penggunaan kulit hewan pada industri fesyen. Selain itu, Ia juga mendirikan yayasan untuk melindungi hewan terlantar di Italia dan seluruh dunia. Termasuk membangun tempat perlindungan bagi anjing di China.