Kabar mengejutkan hadir dari brand fast fashion asal Amerika, Forever 21. Perusahaan fast fashion ini memiliki store yang tersebar hampir di seluruh dunia, namun saat ini Forever 21 dikabarkan sedang berada di ambang kebangkrutan. Dilansir dari beberapa pemberitaan media asing, Forever 21 sedang berada dalam keadaan pailit dan keuangannya tidak dalam keadaan yang baik. 

Menurut beberapa pemberitaan media asing, Forever 21 akan mengajukan status pailit sejak diketahui mengalami penurunan pendapatan. Diketahui bahwa merek fashion retail yang didirikan sejak 35 tahun lalu ini diprediksi menghasilkan sebanyak $3 juta, namun tidak mampu untuk membayar uang sewa vendor kepada pemilik gedung. 

Pertama kali media asing meliput kabar kebangkrutan dari Forever 21 karena informasi dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa petinggi dari Forever 21 sudah melakukan negosiasi untuk  membereskan masalah hutang, namun tidak ditemukan titik temu sehingga menjadi alot. Sehingga jalan yang dipilih adalah dengan menutup beberapa gerai yang tidak memberikan keuntungan dan memulai jalan bisnis yang baru. Meskipun pada saat ini belum ada laporan dari pihak Forever 21 untuk menutup beberapa gerainya. 

Forever 21 merupakan perusahaan fast fashion yang menjual barang fashion mulai dari baju dan aksesoris mode. Pendiri dari Forever 21 adalah pasangan suami istri kelahiran Korea Selatan yaitu Jin Sook Chang dan Do Won Chang. 

Jika hal ini benar akan terjadi pada Forever 21, maka diprediksi akan menambah rentetan toko offline yang tutup sejak salah satu brand fashion asal Inggris yaitu Topshop yang baru saja menutup seluruh tokonya di Amerika Serikat karena kesulitan bersaing dengan online store dan direct-to-consumers brand. 


Baca juga: Kelly Mini Picnic, Tas Unik Buatan Hermès yang Terbuat dari Rotan

Tags: Fashion, Forever 21, Fashion Retail