Bekerja di rumah memang membosankan. Namun, dengan desain dan furnitur pendukung yang tepat, kamu dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi stress saat sedang berpacu dengan deadlines. Berikut lima tips yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan suasana bekerja yang nyaman.

1/5 Ergonomic Furniture

ergo.jpgFoto dok: scripps.org

Say no more to back pain! Ketika bekerja dari rumah, bukan hanya estetika dan kenyamanan saja yang diutamakan, namun juga kesehatan. Pemilihan meja dan kursi yang ergonomis merupakan salah satu cara mendesain ruang kerja yang mendukung kesehatanmu. Produk yang ergonomis selalu menitikberatkan aspek manusia sebagai perhatian utama dalam desainnya. Dengan meja dan kursi yang ergonomis, postur tubuh akan tetap terjaga dan terhindar dari masalah kesehatan.

2/5 Natural Lighting

light.jpgFoto dok: archify.com

Tentu saja, penerangan yang cukup merupakan salah satu poin penting untuk meningkatkan kenyamanan serta mendukung produktivitas saat bekerja di rumah. Selain pencahayaan dari lampu, cahaya matahari yang natural dapat mengurangi stres, meningkatkan fokus terhadap pekerjaan serta meningkatkan mood. Letakkan meja kerjamu di samping jendela yang besar dan bukalah pintu ruangan di pagi hari agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.

3/5 Greeneries

green.jpgFoto dok: greengirldaily.wordpress.com

Selain berfungsi meningkatkan estetika ruangan, tanaman hijau juga dipercaya dapat mengurangi stres dan membersihkan udara di dalam ruangan dari polutan berbahaya dan berancun. Untuk meningkatkan mindfulness dan produktivitas saat bekerja, letakkan pot gantung di sekeliling mejamu atau tanaman hias pada meja. Selain mempercantik penampilan, tanaman hijau juga berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan dan suasana homey pada ruang kerjamu.

4/5 Colour and Textures

tekstur.jpgFoto dok: bestar.ca

Penggunaan warna pada ruangan bukanlah sekadar elemen dasar desain interior belaka, sebab warna juga memiliki fungsi dan juga makna. Lebih dari sekadar estetika, warna juga mampu memengaruhi suasana hati seseorang. Dikutip dari sebuah buku berjudul ‘Color in Interior Design’ karya John Pile, penggunaan warna merupakan fokus utama dalam mendesain. Ia juga mengatakan bahwa setiap warna memiliki potensi yang memberi efek positif serta negatif pada seseorang. Tidak hanya itu saja, penggunaan warna juga berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang yang akan memengaruhi tubuh, pikiran, emosi dan keseimbangan ketiganya pada diri manusia.

Sementara itu, tekstur berguna untuk memicu respon emosional. Dalam desain interior, tekstur di bagi menjadi dua, yaitu taktil dan tersirat. Tekstur taktil adalah apa yang dirasakan saat benda disentuh secara fisik. Sedangkan sedangkan tekstur tersirat adalah kualitas visual suatu objek yang ditafsirkan oleh mata seseorang. 

Untuk meningkatkan produktivitas, pilihlah warna netral dan lengkapi tampilan dengan berbagai furniture atau elemen dengen warna cerah.

5/5 Personalised your workspace

personalised.jpgFoto dok: unsplash.com/ @domenicoloia

Selain desain dan pencahayaan yang cukup, hal selanjutnya yang dapat kamu lakukan adalah memastikan bahwa ruang kerjamu dapat mendukung segala kebutuhan yang kamu miliki. Pastikan bahwa elemen yang diletakkan di meja kerjamu dapat meningkatkan produktivitas seperti bulletin board untuk mengatur jadwal, meletakkan tanggalan dan deadline list serta kebutuhan lainnya seperti printer, laptop riser stand dan planner.