Setiap orang memiliki beberapa pertimbangan dalam memilih kursi sebagai salah satu elemen dalam rumah. Namun, rasanya kita sepakat, bahwa elemen gaya, kenyamanan, dan kualitas, adalah salah satu kuncinya. Sebuah kursi yang baik adalah perpaduan sempurna antara bentuk dan fungsi. Sehingga tak hanya memanjakan mata melalui desain dan estetika, tetapi juga soal kenyamanan, penggunaan material, dan berkualitas nomor satu.  

123 oke.jpgImage: Eames Lounge Chair/housebeautiful.com

Kami telah mengumpulkan 10 kursi berlengan dengan desain ikonik sepanjang masa. Beberapa di antaranya telah mendapat pengakuan di dunia desain, sementara lainnya menunjukkan bahwa sebuah kursi dapat menawarkan banyak hal daripada sekadar kursi saja. Barangkali, kamu tertarik untuk mengoleksi salah satunya.
1.Kursi berlengan Fritz Hansen Egg by Arne Jacobsen, 1958
1.jpg

Image: twentytwentyone.com

Awalnya kursi ini didesain oleh Arne Jacobsen untuk hotel SAS Royal di Kopenhagen, Denmark. Selanjutnya, kursi berlengan yang dinamakan Egg ini menjadi salah satu kursi yang paling diminati pada masanya. Desainnya memang menyerupai telur, tetapi Egg sebenarnya bentuk kontemporer dari desain klasik wing-back chair. Jacobsen saat itu menginginkan sentuhan modernitas yang kontras pada interior hotel tersebut. Pada bagian lengkungan dalam, terbuat dari busa poliuretan dan dilapisi kembali dengan busa ekstra, lalu ditutup dengan lapisan kain pada bagian luarnya, membuat siapa pun yang duduk di atasnya merasakan kenyamanan yang menyenangkan.
2.Kursi Knoll Wassily by Marcel Breuer, 1925
2.jpg

Image: bestdesignideas.com

Saat merancang kursi Wassily, arsitek asal Hungaria, Marcel Breuer, terinspirasi dari struktur dan rangka sepeda. Kursi yang juga dikenal dengan nama Model B3, adalah salah satu dari desain awal Breuer dan hingga kini tetap menjadi ikon populer untuk gerakan furnitur modern. Breuer sendiri memang dikenal dengan furnitur yang menggunakan baja tabung. Knoll menawarkan desain kursi ini dengan rangka baja berbentuk tabung dan pilihan lapisan akhir menggunakan krom atau emas 18K.
3.Kursi berlengan B&B Italia Up by Gaetano Pesce, 1969
3.jpg

Image: designcons.it

Ide memang dapat datang dari mana saja, tak mengenal waktu. Seperti kursi berlengan ikonik, B&B Italia ini. Desainer Gaetano Pesce mendapatkan idenya sewaktu Ia sedang mandi. Pesce membayangkan sebuah kursi berlengan nyaman yang bentuknya tetap terjaga meski sedang tidak digunakan. Kursi berlengan bulat bernama Up adalah hasilnya dan mengambil siluet dewi kesuburan kuno. Kursi ini telah dicetak beberapa kali dalam bentuk yang lebih kecil oleh B&B Italia dan spesial ulang tahun yang ke-50, menghadirkan desain bergaris.
4.Kursi lounge Eames by Charles and Ray Eames, 1956
4.jpg

Image: scandinavia-design.fr
Pasangan suami istri desainer, Charles dan Ray Eames, berhasil mendefinisikan yang dimaksud dengan good chair pada masa tersebut. Mereka merancang sebuah kursi berlengan yang nyaman dan anggun, dengan desain elegan. Terdiri dari kursi santai dan ottoman, dibentuk dari tiga kayu lapis yang dicetak dan dipernis halus. Untuk pilihan pernisnya, tersedia walnut, ceri, white ash, dan lainnya. Kursi ini layak untuk ditempatkan pada ruang kerjamu.
5.Kursi Knoll Barcelona by Ludwig Mies van der Rohe, 1929
5.jpeg

Image: hgtvhome.com
Kursi ini pada awalnya didesain untuk para bangsawan Spanyol sebagai bagian dari Paviliun Barselona. Untuk dudukan dan sandaran, menggunakan kulit sapi asli dan dijahit tangan. Termasuk juga kancing-kancing kulitnya. Rangka kursi bagian belakang menyatu hingga kaki. Pada bagian kaki dibentuk melengkung menyerupai huruf X, memberi tampilan elegan secara keseluruhan.
6.Kursi berlengan Papa Bear by Hans Wegner, 1951
6.jpg

Image: hellocreation.com
Terkenal sebagai “Master of Chairs”, desainer dari Denmark, Hans J. Wegner, telah membuat cukup banyak kursi dengan desain klasik. Salah satu karyanya yang paling populer sepanjang masa di dunia desain, adalah kursi Papa Bear. Nama ini diberikan setelah seorang kritikus menilai sandaran tangan yang terdapat pada kursi mirip seperti cakar beruang yang hendak merangkul dari belakang. Sandaran tangan ini memang berbeda dari kursi kebanyakan, sementara sandaran punggung menggunakan bingkai kayu dan pegas logam untuk menyangga dengan kokoh, tetapi tetap nyaman.
7.Kursi Knoll Platner by Warren Platner, 1966
7.jpg

Image: estliving.com
Masa pemerintahan Louis XV, Prancis, menjadi inspirasi utama dari desainer Amerika, Warren Platner dalam merancang kursi berlengan ini. Menurutnya, masa itu memunculkan “desain dekoratif, lembut, dan anggun” dan hal tersebut diimplementasikan pada desain kursinya. Untuk satu buah kursi, ada 1.000 batang baja melengkung yang dilas satu sama lain membentuk lingkaran dan setengah lingkaran, sehingga memberi tampilan yang terlihat ramping. Pada 2015, memperingati 50 tahun kursi ini dibuat, dirilis versi dengan batang besi berlapis emas 18K.
8.Kursi Ligne Roset Togo by Michel Ducaroy, 1973
8.jpg

Image: interiornotes.com
Kata nyaman mungkin paling mewakili ketika melihat desain kursi ini. Kursi yang dinamakan Togo ini, merupakan salah satu desain paling ikonik yang pernah dirilis oleh perusahaan furnitur modern Prancis, Ligne Roset. Michel Ducaroy selaku desainer dari kursi Togo, menampilkan desain ergonomis dengan busa polieter berkualitas tinggi, serta kain penutup yang berlapis. Cocok untuk kamu yang inginkan ketentraman sejati.
9.Kursi berlengan LC2 and LC3 by Le Corbusier, 1929
9.jpg

Image: justdesignclassics.com
Kursi berlengan dari koleksi karya arsitek Swis-Prancis, Le Corbusier, ini memang cocok untuk kamu yang sedang ingin tenggelam dalam pikiran-pikiran reflektif. LC2 dan LC3 adalah desain kursi berlengan yang paling banyak digunakan. Bentuknya merupakan hasil redefinisi dari kursi-kursi klub yang tradisional dan populer pada tahun 20an. Pada sandaran punggung, LC2 sedikit lebih tinggi dari LC3, tetapi dengan bentuk yang lebih kecil. Sementara LC3 memiliki kaki yang lebih rendah dan rangka yang lebih lebar. 
10.Kursi berlengan Cassina Utrecht by Gerrit Thomas Rietveld, 1935
10.jpg

Image: salvioniarredamenti.it

Bagi kamu yang menyukai kursi dengan desain sederhana, tetapi berwarna cerah, kursi Utrecht bisa jadi jawabannya. Desainer furnitur asal Belanda, Gerrit Rietveld, merancang kursi ini pada 1935 untuk pusat perbelanjaan Metz&Co di Amsterdam. Kursi ini dinamai Utrecht, sebagai penghargaan Rietveld terhadap kota kelahirannya dan dengan cepat menjadi ikon untuk gerakan neoplastik. Desain geometris paling ditonjolkan saat pembuatan kursi ini, dengan banyak sudut siku-siku. Kini, Utrecht banyak dijual dengan lima pilihan warna yang mencolok.