Dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan sederhana, pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama merupakan seorang wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia. Pada Rabu (9/9), Jakob berpulang pada usianya yang ke-88. Untuk mengenang jasanya, berikut 5 jejak sukses perjalanan karir Jakob Oetama yang inspiratif.

1/5 Merupakan putra dari seorang guru

1.jpgFoto dok: nasional.kompas.com

Lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1932, Jakob Oetama merupakan putra pertama dari 13 bersaudara. Sang ayah, Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo adalah seorang pensiunan guru di salah satu sekolah rakyat di Sleman, Yogyakarta.

2/5 Sempat berkarir menjadi guru

Jakpos.jpgFoto dok: thejakartapost.com

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Jakob mengikuti panggilan hidup sekaligus jejak ayahnya dan memulai karir sebagai guru di beberapa sekolah seperti SMP Mardiyuana, Cipanas pada tahun 1952-1953, Sekolah Guru Bantu (SGB) Bogor, Jawa Barat dari tahun 1953-1954, dan SMP Van Lith, Jakarta tahun 1954 hingga 1956.

3/5 Terjun ke dunia jurnalistik

3.jpgFoto dok: megapolita.kompas.com

Setelah berkecimpung di dunia pendidikan, Jokob melanjutkan karir di dunia jurnalistik. Pada  1956, ia mulai bekerja sebagai redaktur Majalah Penabur Jakarta. Di saat bersamaan, ia pun turut melanjutkan kembali pendidikannya di Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (UGM), dan lulus pada 1961.

4/5 Minat menulis tumbuh saat belajar ilmu sejarah

4.jpgFoto dok: timesindonesia.co.id

Jakob Oetama memiliki ketertarikan terhadap Ilmu Sejarah dan hal tersebut yang mendorongnya  meniti karir di bidang jurnalistik. Setelah bekerja sebagai redaktur Majalah Penabur Jakarta, Jakob bersama rekan terbaiknya, Almarhum Petrus Kanisius Ojong (P.K. Ojong) menerbitkan majalah intisari pada 1963 silam. Majalah ini yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia. Kepeduliannya pada masalah kemanusiaan kemudian menjadi nilai spiritualitas Harian Kompas. Diterbitkan pertama kali pada 1965, Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri hingga lebih dari setengah abad kemudian.

5/5 Dikenal sebagai sosok rendah hati dan sederhana

5.jpgFoto dok: batam.suara.com

Semasa hidupnya, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok yang mengutamakan integritas, rasa syukur, kejujuran dan humanism tinggi. Baginya, wartawan merupakan sebuah profesi, tapi menjadi pengusaha merupakan  keberuntungan. Di mata para karyawannya, ia dipandang sebagai pemimpin  rendah hati dan tidak pernah menonjolkan status kedudukan. Ia juga dikenal berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental. Idealisme dan falsafah hidupnya tersebut telah diterapkan dalam bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia. Karena kepribadian ini, Jakob juga menjadi teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah pers bangsa Indonesia. Walau kini beliau telah berpulang, semangat, nilai serta idealismnya terus menginspirasi kita dalam menciptakan industri pers yang kreatif, inovatif di tengah persaingan global yang dinamis. Selamat jalan Pak Jacob! Doa kami selalu mengiringi kepergianmu kembali ke “rumah abadi”.