Jika mendengar nama Frida Kahlo, yang pasti terbayang dalam benak kita adalah unibrow-nya yang ikonik dan seninya yang eksentrik. Frida Kahlo merupakan seniman Meksiko yang mengangkat budaya Meksiko dari cara berpakaian dan gaya seninya di tengah abad 20. Wafat pada tahun 1954 di umur 47 tahun, karya-karyanya yang kaya dengan tema identitas, post-colonialism, gender, ras dan kelas ini masih menginspirasi banyak seniman hingga kini. Berikut lima kepribadian unik Frida Kahlo yang tercermin dalam karya-karyanya.

Pakaian yang Ramai dengan Bordiran dan Perhiasan Unik

1209949.jpgPhoto Doc. Dazed

Frida Kahlo senang memakai huipiles, blus khas Meksiko yang longgar dan terlihat nyaman saat dipakai. Ia juga terkenal dengan gaya berbusananya yang ramai dengan bordiran ala budaya Meksiko berwarna terang dan banyak perhiasan seperti kalung dan anting berbandul besar. Melalui gaya pakaiannya ini, ia merangkul dan mengekspresikan budaya Meksiko yang ia banggakan.

Less is More


24-ss-frida-kahlo-in-brooklyn-2019-02-15-bk02_z.jpgPhoto Doc. Brooklyn Paper

Selain untuk mewujudkan keunikannya, menurut curator Circe Henestrosa, gaya pakaian yang ramai tersebut membantu Frida untuk mengalihkan perhatian orang dari salah satu kakinya yang lebih pendek dari kaki lainnya karena penyakit polio yang dideritanya saat berumur 6 tahun. Huipiles yang longgar juga nyaman untuk Frida yang harus mengenakan plaster dan korset ortopedik untuk membantu memperbaiki postur tubuhnya yang cedera akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya.

Pribadi yang Unik

clipboard55-horz-1024x663.jpgPhoto Doc. Artnet News

Kepribadian Frida yang unik terpancar bukan hanya dari gayanya, tapi juga dari kebiasaannya. Pelukis ini biasa menghias baju-bajunya sendiri untuk mengekspresikan sifatnya yang unik dan berani. Ia suka menambahkan bel di boots merahnya dan juga kaki palsunya. Korset pendukung postur tubuhnya pun tidak ketinggalan untuk dilukis.

Pengaruh Gaya Eropa

artist-frida-rivera-three-times-spectacular-sample-of-the-news-photo-517326640-1549462649.jpgPhoto Doc. Town and Country

Selain berdarah Meksiko, Frida juga tidak melupakan warisan Eropa dari ayahnya yang berasal dari Jerman. Ia senang memadukan baju khas Meksiko dengan rok panjang ala Eropa, yang membuat gayanya berbeda dari yang lain. Identitas Eropanya ini juga ia ekspresikan melalui salah satu lukisannya yang populer “The Two Fridas”, dimana ia melukis dua sisi dirinya, yang satu menggunakan gaun putih berenda yang merepresentasikan darah Eropanya, sedangkan sisi lain menggunakan blus biru kuning dan rok hijau ala Meksiko.

Pesan Mendalam Dari Lukisannya

frida-kahlo-hero.jpgPhoto Doc. Lifestyle Asia

Lukisan Frida banyak mengambil tema mengenai identitas, politik, budaya dan feminisme.  Frida tumbuh dalam lingkungan sosialis, freethinkers, dan intelektual di Mexico City. Di lingkungan tersebut, Frida mengembangkan pemikirannya terhadap peningkatan budaya Meksiko dan menyuarakan pendapat anti-kapitalismenya melalui lukisan-lukisannya yang bertema politik. Selain itu, budaya matriarki Tehuana yang didapat dari ibunya juga berperan besar terhadap unsur feminisme yang terdapat dalam lukisannya.

Baca juga: Penerus Alexandria Ocasio-Cortez Sebagai Calon Pembela Hak Asasi Para Imigran