Tidak hanya mengerahkan kreativitas dalam merancang busana, lima perancang mode internasional ini dikenal akan kemampuannya dalam menerjemahkan kerativitas seni tanpa batasan. Memadukan unsur tradisi antara berbagai budaya serta desain yang distingtif, rancangan dari kelima desainer muda berbakat ini memberikan nafas baru bagi industri mode dunia. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1/5 Susan Korn

susan.jpgFoto dok: theassemblist.com 

Pada bulan September tahun lalu, desainer kelahiran Ohio yang berbasis di New York, AS, Susan Korn menyapa penggemarnya dengan sebuah koleksi hasil kerjasamanya dengan seorang drag queen, Steak Diane. Dibawah labelnya, Susan Alexandra, koleksi ini menampilkan atasan crop dan gaun babydoll dengan embelsihment prints buah-buahan yang dipadukan dengan manik-manik serta perhiasan dalam berbagai warna bold dan vibran. Namanya pun turut melambung saat ia menampilkan koleksi musim gugur/dingin 2020 pada perhelatan New York Fashion Week dimana ia menampilkan koleksinya melalui sebuah pementasan drama berdurasi 20 menit yang dibintangi oleh seorang pemeran utama dalam salah satu produksi off-Broadways paling terkenal di 2019, Larry Owens dan putri dari Steven Spielberg, Sasha Spielberg. Pada salah satu wawancaranya, Korn juga mengatakan bahwa seniman asal Mexico, Frida Kahlo adalah inspirasi terbesarnya. Hal tersebut dapat jelas terlihat pada rancangannya yang kaya akan motif dan warna.

2/5 Yuhan Wang 

Yuhan.pngFoto dok: Yuhan Wang 

Lahir di Weihai, Cina, Yuhan Wang tidaklah asing di dunia mode. Sebelum mendirikan label eponimnya, wanita yang baru saja mendapatkan gelar master dari Central Saint Martins, London ini pernah magang di label JW Anderson dan Oscar De La Renta. Mengusung pendeketan dan eksplorasi budaya tradisional khas Asia, koleksi dalam labelnya didominasi oleh perpaduan unsur feminin dan gaya tradisional yang dikemas dengan konsep modern khas Barat. Pada salah satu wawancaranya, desainer yang juga menjadi junior designer untuk label mode Marni ini mendeskripsikan imaji wanita yang terkandung dalam karya-karyanya. Menurutnya, wanita memiliki keindahan yang misterius, yang tak bisa ditebak dan disentuh dari dalam dirinya. Hal ini juga jelas terlihat pada karyanya yang banyak mengeksplorasi teknik draping, permainan layers pada tekstil hingga patchwork. Jacquard, bordir, satin dan renda merupakan beberapa unsur busana yang dapat ditemukan pada koleksinya. 

3/5 Sohee Park

Sohee Park.pngFoto dok: Sohee Park 

Teatrikal dan dramatik adalah dua kata yang tepat untuk mendeskripsikan rancangan desainer dan ilustrator, Sohee Park. Kental akan nuansa glamorama, perancang yang berbasis di London ini menghidupkan kembali adibusana dan mode era tahun 2000-an yang memadukan gradasi warna dan volume. Menempuh pendidikan di Central Saint Martins, London, rancangannya kerap terinspirasi dari berbagai karya seniman. Tidak hanya itu saja, label modenya, Miss Sohee pun juga kerap berkolaborasi dengan beragam seniman untuk koleksinya. Penggunaan teknologi peinting serta teknik tangan dapat jelas terlihat pada setiap gaun rancangannya. Bordir, embellishment, puff sleeves dan layers merupakan beberapa ciri khas-nya.

4/5 Marine Serre

serre.pngFoto dok: Marine Serre

Nama Marine Serre tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pecinta mode. Mulai dari Kylie Jenner, Dua Lipa, Beyoncé hingga Kourtney Kardashian merupakan beberapa selebriti yang kerap terlihat mengenakan baju rancangannya. Pada mulanya, Serre memamerkan koleksinya untuk proses kelulusan studinya di L'École nationale supérieure des arts visuels de La Cambre. Busana dengan motif bulan sabit ini pun langsung menarik perhatian butik retail Dover Street Market dan melambungkan namanya di industri mode dunia. Sebelum memulai presentasi debutnya di Paris pada 2018 lalu, Serre pernah melakukan internship di beberapa rumah mode seperti Dior, Maison Margiela dan Alexander McQueen. Memadukan desain sportswear dan busana klasik khas Prancis, rancangannya kerap menggunakan material active wear yang nyaman dipakai. Saat ini Marine Serre sudah memiliki empat lini yaitu Gold Line untuk koleksi musiman, Red Line untuk koleksi busana red carpet dan kustomisasi, White Line untuk koleksi klasik dan The Borderline untuk koleksi pakaian dalam.

5/5 Emma Chopova & Laura Lowena

chopoca.jpgFoto dok: nytimes.com

Memadukan konsep avant garde dengan busana tradisional Bulgaria, rancangan label Chopova Lowena didominasi oleh elemen rock and roll era ‘80an yang unik. Dikepalai oleh Emma Chopova dan Lura Lowena, label mode ini menggunakan konsep recycle serta kain tekstil sisa sebagai material utama dalam rancangannya. Kental akan nuansa folklore, koleksi dari label ini kerap memadukan studs, logam dan rantai serta potongan volume, motif tartan, patchwork dan sulam.