Di tengah pemberlakuan karantina akan COVID-19, berbagai individu dan pemilik bisnis di berbagai dunia ini turut memberikan kontribusi positif kepada berbagai komunitas di lingkungannya. Mulai dari chef legendaris terbaik dunia, Massimo Bottura, yang menawarkan kelas memasak hingga seorang pemilik gym di Illinois, Amerika Serikat yang meminjamkan peralatan olahraganya secara gratis kepada para anggotanya, berikut lima tokoh masyarakat dengan kisah inspiratif.  
 
1/5 Seorang guru SD di Italia mendirikan perpustakaan keliling untuk anak-anak di pedesaan

Bibliomotocarro.jpgFoto dok: viagioff.it

Seorang guru di sebuah sekolah dasar di pedesaan Italia, Antonio La Cava, menyadari tentang kurangnya minat para anak muda dalam membaca buku. Menyadari akan hal ini ia pun mengubah van Piaggio Ape beroda tiga menjadi sebuah perpustakaan keliling.
 
Pria berusia 73 tahun ini menghabiskan hampir 20 tahun mengendarai Bibliomotocarro untuk memberikan akses kepada anak-anak di berbagai desa terpencil dan komunitas Basilicata, sebuah wilayah pedalaman di bagian selatan Italia.
 
“Saya tidak ingin menua di sebuah negara dimana tidak ada orang yang membaca,” ucapnya. “Tanpa buku, seorang anak sering kali merasa sendirian.”
 
Selain perpustakaan, La Cava juga menyelenggarakan lokakarya penulisan kreatif dan pertunjukan film pendek yang diilhami oleh buku-buku, yang mendasari keyakinannya bahwa buku dan budaya dibuat oleh dan untuk semua orang, bukan hanya beberapa orang yang beruntung atau istimewa.
 
2/5 Seorang remaja asal Barcelona membuat lengan prostetik menggunakan Lego

Prostetik.jpgFoto dok: mikeshouts.com

Sedari kecil, David Aguilar, selalu memiliki ketertarikan pada Lego. Dilahirkan tanpa lengan kanan karena kondisi genetik yang langka, David yang saat itu berusia sembilan tahun membuat lengan prostetik untuk dirinya sendiri menggunakan mainan kontruksi plastik tersebut.
 
“Sebagai seorang anak kecil tanpa lengan, saya selalu merasa gugup ketika berhadapan dengan orang lain karena saya berbeda,” ucapnya. “Tetapi hal tersebut tidak menghentikan saya untuk mengejar mimpi saya.”
 
Seiring bertambahnya usia, ia pun terus mengerjakan desain buatannya. Saat ini di usianya yang ke-19 tahun ia tengah belajar bioteknologi di sebuah universitas di Barcelona, Spanyol dan telah merancang lengan prostetik dari Lego yang digerakkan oleh motor listrik.
 
“Saya ingin membuktikan kepada siapa saja, termasuk orang lain seperti saya, bahwa tidak ada sesuatu hal yang mustahil.” Setelah menyelesaikan studinya, David mengatakan bahwa ia ingin memproduksi berbagai prostesis yang terjangkau bagi orang-orang yang membutuhkannya. “Saya ingin memberikan Ortotik Prostetik secara gratis sehingga tidak akan ada lagi orang-orang di luar sana yang terasingkan.”  
 
3/5 Kelas memasak virtual bersama Chef Massimo Bottura

massimo.jpgFoto dok: finedininglovers.com

Salah satu chef paling legendaris dan terbaik di dunia, Massimo Bottura, sudah tidak asing lagi dengan berbagai penghargaan dan pujian. Pada tahun 2016, restoran dengan tiga bintang Michelin miliknya yang berlokasi di Modena Italia Osteria Francescana, dinobatkan sebagai restoran terbaik di dunia. Lalu pada 2018, restorannya kembali mendapatkan penghargaan yang sama. Namun dibalik kesuksesannya, Masimmo lebih dari sekedar koki yang brilian.
 
Kecintaannya pada makanan dan lingkungan mendorong koki berusia 57 tahun ini untuk membuka pop-up kitchen atau dapur umum yang berfokus pada pembudidayaan limbah makanan.
 
Bagi chef asal Modena, Italia ini, memasak bukan hanya sekadar menaruh bahan makanan berkualitas secara bersamaan, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak. Prinsip ini ia buktikan dalam kampanye pengurangan limbah makanan di Milan Expo 2015 Oktober lalu. Bersama Vatikan dan 60 chef ternama, Bottura mendirikan Reffeterio Ambrosiano, sebuah dapur umum yang ia dirikan di sebuah wilayah pinggiran Milan, Greco. Dapur ini mengolah 15 ton limbah makanan dari Expo untuk disajikan bagi para pengungsi dan tunawisma. 
 
Kesuksesan dapur umum yang diadakan di Milan ini mempertemukannya dengan sebuah organisasi nirlaba, Food For Soul, dan berlanjut diadakan di Rio de Janeiro, London, Paris dan Naples.
 
Semangat mengedukasi sang ayah pun juga dilakukan oleh putrinya, Alexa Bottura. Ditengah pandemi COVID-19, Alexa dan Massimo membuat sebuah program memasak virtual yang disiarkan melalui Instagram dan Youtube. Program bertajuk “Kitchen Quarantine” ini bertujuan untuk menginspirasi siapa saja yang menontonnya untuk memasak di rumah. Tidak hanya itu saja, program ini juga mengajarkan kita untuk mendukung pedagang lokal di pasar tradisional dan mencintai lingkungan dengan membudidayakan limbah makanan.

4/5 Vicky Bennison menghidupkan kembali tradisi membuat pasta di Italia 

Pasta grannies.pngFoto dok: Pastagrannies Instagram 

Sejak pindah ke wilayah Le Marche, Italia, mantan pekerja pembangunan internasional, Vicky Bennison, memfokuskan diri untuk membuat sebuah proyek film mengenai seni pembuatan pasta. Pada lebih dari empat tahun terakhir, Vicky telah memfilmkan lebih dari 200 wanita lansia di Italia yang membuat pasta secara tradisional setiap harinya yang ia unggah ke Youtube channel bernama “Pasta Grannies.” Ia percaya bahwa setiap rumah tangga di Italia memiliki resep pembuatan pasta yang unik. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa ia melakukan projek ini. Saat ini channel nya sudah memiliki 492.000 subscribers dan ia pun masih terus berkarya dengan beragam konten menarik yang dapat kita lihat di sini.

5/5 Seorang pemilik gym memberikan alatnya agar pelanggannya dapat berolahraga di rumah

Drew Whitted.jpgFoto dok: pantagraph.com

Pemilik Be Strong Gym di Bloomington, Illinois - Amerika Serikat, Drew Whitted, mengizinkan anggota gym-nya untuk meminjam berbagai peralatan olahraga seharga 40.000 dolar AS untuk digunakan di rumah secara gratis selama masa karantina berlangsung.
 
Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin jika anggota gym-nya melewatkan olahraga mereka dan ia bersyukur bahwa inisiatifnya ini dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan pada komunitasnya.
 
“Saya sangat senang melihat para anggota keluarga berkumpul untuk melakukan kegiatan yang menyehatkan dan mengisi karantina ini dengan kegiatan positif,” ujar Drew pada wawancaranya dengan CNN.
 
Saat ini ada lebih dari 70 anggota gym-nya yang meminjam peralatan tersebut. Namun, ia juga menyimpan beberapa untuk mengadakan sesi pelatihan online sehari-hari. Drew juga mengatakan bahwa ia akan tetap membayar dan mempertahankan kedelapan karyawannya dan telah menawarkan membership gratis kepada para anggotanya ketika karantina usai.