Baru-baru ini Novak Djokovic sedang ramai diberitakan di media sosial. Pasalnya, pemain tenis no.1 dunia tersebut harus mengakhiri petualangannya di AS Terbuka 2020 secara tragis.

Pada pertandingan putaran keempat yang dilangsungkan di Arthur Ashe Stadium, New York pada Senin, 7 September 2020, Djokovic didiskualifikasi akibat memukulkan bola tenis ke arah hakim garis saat melawan Pablo Carreno Busta. Meski hak tersebut tidak dilakukan secara tidak sengaja, ia pun tetap menerima konsekuensi besar.

Terlepas dari kejadian tersebut, Novak Djokovic merupakan pemain tenis pria terbaik sepanjang sejarah dengan berbagai penghargaan yang diraihnya. Berikut 8 fakta mengenai Novak yang mungkin belum pernah kamu ketahui.

1/8 Seorang poliglot

poliglot.jpg Foto dok: essentiallysports.com 

Selain mendedikasikan banyak waktunya untuk menjaga kebugaran dan berlatih tenis, Novak Djokovic juga memiliki kecintaan yang mendalam dalam mempelajari bahasa dan budaya. Dalam salah satu wawancaranya dengan media internasional, pemain tenis pria terbaik dunia ini mengatakan bahwa ia telah mempelajari 11 bahasa dan fasih berbicara lima bahasa yang di antaranya adalah Bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman dan Serbia. Ia juga mengaku bahwa keterampilan tersebut sangat membantunya ketika harus berpergian ke berbagai negara untuk bertanding.

2/8 Seorang penulis buku

tulis.jpgFoto dok: 2luxury2.com

Meski menjalani hidup sehat, Novak mengatakan bahwa ia menderita gangguan kesehatan sepanjang hidupnya. Bahkan saat ia berada di puncak ketenaran, petenis berusia 34 tahun ini mengaku sering menderita kelelahan dan masalah pernapasan. Terinspirasi dari masa-masa sulitnya, ia pun memutuskan untuk merubah pola makan yang memecahkan masalahnya. Melalui buku autobiografinya berjudul “Serve to Win: The 14-Day Gluten Free Plan for Physical and Mental Excellence” yang dirilis pada tahun 2013, ia menuliskan perjalanan diet gluten free-nya.

3/8 Pemilik restoran Vegan

Ditengah kesibukannya sebagai atlet tenis, mempromosikan buku dan memproduksi film dokumenter, Novak Djokovic masih meluangkan waktunya untuk mengurus sebuah restoran. Eqvita merupakan sebuah restoran vegan yang melayani pelanggan dengan santapan mewah kelas atas dengan menu vegan yang unik. Berlokasi di Monte Carlo, hidangan yang tersedia di restorannya disajikan dengan bahan-bahan organik segar. Vegetable gnocchi, burger kacang hitam dan lauk nasi gandum merupakan tiga menu favorit yang paling di puji oleh para pelanggan di restorannya.

4/8 Memiliki produk makanan sehat

Memiliki kecintaan terhadap makanan sehat turut menginspirasi Djokovic untuk memproduksi makanan nutrisinya sendiri yang disebut Djokolife pada tahun 2015 silam.

5/8 Memiliki 17 Grand Slam

Selain menjadi pebisnis, penulis dan ahli bahasa, pencapaian Novak di dunia olahraga juga tidak perlu diragukan. Di usianya yang masih terbilang muda, Novak berhasil memiliki 17 Grand Slam. Kemenangan pertamanya ia raih pada tahun 2008 silam pada ajang Australia Terbuka mengalahkan petenis terbaik pada masanya, Stanislas Wawrinka. Selain itu, ia juga berada di posisi 3 untuk peraih Grand Slam terbanyak mengalahkan sang idola Pete Sampras yang saat ini memiliki 14 Grand Slam.

6/8 Petenis dengan bayaran termahal

Sepanjang karirnya, Novak diketahui menghasilkan lebih dari 134 juta dolar AS (Rp 1,9 triliun) pada setiap pertandingan. Tak diragukan lagi jika ia menjadi atlet tenis dengan bayaran paling mahal sepanjang waktu. Selain itu, ia juga diketahui menghasilkan 50 juta dolar AS (Rp 741 miliar) hasil dari court endorsement pada Juli 2019.

7/8 Menjadi pemain nomor satu dunia selama 250 Minggu

Berkat kerja keras dan kegigihannya, Djokovic juga menjadi petenis pria nomor satu dunia selama 250 Minggu. Hal ini menjadikannya sebagai pemain ke-5 yang menjadi petenis nomor satu terlama sepanjang sejarah setelah Roger Federer, Pete Sampras, Ivan Lendl, dan Jimmy Connors. 

8/8 Satu-satunya petenis putra yang memenangkan 7 Gelar Australia Open

Sepanjang karirnya, Novak Djokovic telah meraih rekor-rekor fantastis, seperti menjadi satu-satunya petenis putra yang memenangkan 7 Gelar Australia Terbuka. Satu-satunya pemain yang memiliki gelar Master 1000 lengkap. Menduduki ranking petenis putra dengan pencapaian nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan poin 16,950. Meski masih berusia 34 tahun, star tennis athlete ini nampaknya akan terus mengembangkan diri untuk menjadi pemain terbaik sepanjang sejarah.