Barang-barang yang terbuat dari kulit hewan masih menjadi bisnis besar bagi beberapa perusahaan mode bermerek internasional, terutama bagi mereka yang telah menjadi tolak ukur status sosial bagi para penggunanya. Namun siapa sangka, di Indonesia terdapat sebuah startup bioteknologi yang mulai menggunakan kulit jamur untuk membuat kulit imitasi. Adi Reza, CEO dari Mycrotech bersama teman-temannya, mengembangkan bisnis ini hingga dapat memproduksi berbagai macam barang. Yuk kita simak ulasan lengkapnya.

CEO Dan Co-Founder Mycotech

adi - behance.jpgfoto: Dok. Behance

Berawal dari ide-ide liar yang bermunculan karena melihat banyaknya limbah pertanian dari media tanam jamur tiram yang menumpuk dan tidak termanfaatkan, maka Adi Reza bersama teman-temannya memutuskan untuk mengolah  bahan tersebut menjadi produk materi bahan bangunan, furnitur dan interior. Dan kini, produk tersebut dipasarkan dengan merek dagang Mycotech. Melalui salah satu sumber media lokal, Adi mengatakan bahwa produk ini lahir dari tangan anak-anak muda yang punya ide liar untuk membuat produk yang ramah lingkungan.

Apa Itu Mycotech?


Mycotech adalah perusahaan asal Bandung yang telah memberikan pilihan alternatif kepada kita dengan menciptakan material unik yang terbuat dari bahan baku jamur dan limbah pertanian.  Mycotech memiliki target pasar ke Eropa dan Asia. Oleh sebab itu, Mycrotech memiliki beberapa cara untuk dapat merealisasikan misi tersebut. Salah satunya adalah dengan menyiapkan sebuah model bisnis yang fleksibel.

Produk Mycotech

Proses pembuatan dengan menggunakan kulit Mycotech sebenarnya dapat dikatakan cukup sederhana. Mycrotech  mengumpulkan sampah pertanian seperti sabut kelapa dan limbah tebu. Kemudian sampah-sampah itu diolah lalu mengikatnya dengan miselium yaitu bagian yang berbentuk seperti akar pada jamur. Kulit jamur tersebut dinamakan Mylea. Produk ini telah digunakan untuk membuat berbagai macam barang, seperti jam tangan, dompet, hingga notes, yang dijual di Kickstarter.

Tantangan Serta Rencana Masa Depan

Dikutip melalui salah satu media lokal, Adi Reza mengatakan bahwa saat ini yang menjadi target utama dari Mycrotech adalah jumlah skala produksinya.  Namun yang menjadi kendala adalah Mycrotech hanya memiliki satu pabrik kecil dengan 28 karyawan. Hal tersebut menyababkan Mycrotech mengalami kesulitan dalam menghasilkan banyak bahan. Tetapi sekarang, Mycrotech  dapat memproduksi 130 meter persegi Mylea per bulan. Dan harapan untuk kedepannya adalah Mycrotech  ingin mengembangkannya menjadi 93.000 meter persegi setiap bulan pada akhir 2020.

Baca juga: Never Too Lavish: Dari Seni Mural Hingga Fashion 

Tags: Mycotech, Adi