Sering dianggap sebagai olahraga yang membosankan membuat catur tidak banyak diminati. Namun bagi sebagian orang ternyata permainan ini memiliki tantangan dan nilai tersendiri yang mampu menarik perhatian para pemainya, bahkan tidak hanya kaum pria saja yang handal memainkan permainan ini tetapi kaum wanita pun turut serta di dalamnya. sering disebut-sebut juga sebagai permainan orang dewasa, rupanya beberapa wanita Indonesia yang masih terbilang sangat muda ini berhasil membungkam lawannya dengan berbagai prestasi yang diraihnya.

Samantha Edithso

Gadis cilik bertubuh mungil, Samantha Edithso yang baru berusia 10 tahun ini menjadi salah satu atlet catur termuda Indonesia yang sulit untuk dikalahkan. Meski masih sangat muda gadis mungil asal kota Bandung ini telah berhasil meraih kemenangan dalam kejuaraan internasional FIDE World Championship 2018 U-10 yang berlangsung di Minks, Belarusia. Pandai dalam mengatur taktik dan strategi yang mendalam dalam permainannya, Samantha mampu menggeser pemain lainya yang bahkan berbeda usia cukup jauh dengannya. Selama dua hari masa pertandingan, Samantha sukses menjadi pemain yang tak terkalahkan, ketika akhirnya di babak terakhir dirinya melawan Yana Zhapova dengan kontrol waktu 10 menit increasment 5 detik, Samantha Edithso berhasil membawa kemenangan dan kebanggaan bagi Indonesia.

Irene Kharisma Iskandar

Irene Kharisma Sukandar-169.jpgGrand Master Internasional Women (GMIW) asal Indonesia, Irene Kharisma Iskandar mengawali perjalanannya pada tahun 1999, Irene yang kala itu tidak berhasil meraih juara rupanya mulai tertantang dan mulai memfokuskan diri untuk dapat menjadi pemain catur handal yang memiliki kualitas permainan yang baik. Pada April 2014, Irene menjadi juara 1 Asian Continental Chess Championship di Sharjah, Uni Emirat Arab setelah sebelumnya pada menjuarai Australian Women's Masters di Australia. Pada Sea Games ke 27 pada 2013 lalu di Myanmar. Wanita kelahiran 7 April itu juga berhasil menggondol dua medali emas untuk kategori International Chess Rapid dan International Chess Blitz. Bakat yang sudah terlihat ketika dirinya masih kecil dan tekad yang kuat menjadi nilai yang dimiliki Irene,  bahkan dirinya juga pernah meraih penghargaan dari mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yakni penghargaan Paranama Krida Pratama tahun 2005. Tidak hanya itu, ia pun menerima penghargaan dari museum rekor Indonesia sebagai wanita pertama yang bergelar Grand Master di tahun 2008 dan menjadi atlet putri terbaik Indonesia. 

 Medina Warda Aulia

Medina meraih gelar Grandmaster termuda setelah berhasil mengalahkan pecatur asal rusia Latina Stesko di kejuaraan catur junior dunia di Turki pada tahun 2013 lalu. Mahasiswa Universitas Indonesia tersebut mampu menggeser pecatur wanita Indonesia yang juga pernah menyandang gelar yang sama dengan dirinya, Irene Kharisma Iskandar, yang menjadi wanita Indonesia yang berhasil meraih gelar Grandmaster termuda ketika itu. Melihat sosok sang ayah yang begitu menggilai permainan catur membuat medina memiliki ketertarikan yang sama dengan sang ayah. Medina hanya membutuhkan waktu tiga bulan saja hingga akhirnya mengikuti kejuaran tingkat DKI dan berhasil membawa pulang kemenangan, dan melanjutkan pertandinganya ke kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan kembali meraih kemenangan di posisi pertama.

Chelsie Monica Ignesias Sihite

Chelsie Monica Ignesias Sihite-169.jpgPeraih gelar Woman International Master (WIM), Chelsie Monica Ignesias Sihite, meraih kemenangannya pada pertandingan ASEAN+ Age Group Chess Championship 2011 di Tarakan, Kalimantan Timur. Wanita kelahiran Balikpapan 1995 tersebut sudah meraih segudang prestasi yang sangat membanggakan. Berhasil meraih juara 1 turnamen catur piala Gubernur Chelyabinsk, Rusia di 2011 dan juara ASEAN Age Group Girl Under-16 di Filipina, ia pun juga menjuari perrtandingan lainnya yaitu World School Chess Championship juga di persembahkannya pada 2008 di Singapura. Dirinya juga pernah menjadi juara 2 di ASEAN Age Group Chess Championship di Muangthai 2005, juara 2 di World School Chess Festival di Singapura 2006 dan juara dua di Indonesia, Age Group Chess Championship 2006.

Dewi Ardhiani Putri

dewi ardhiani.jpgIndonesia memiliki segudang atlet berprestasi, salah satunya Dewi Ardhiani Putri yang berhasil meraih gelar Woman Grand master dalam pertandingan bidang olahraga catur setelah berhasil mengalahkan Grand Master dari FIDE (World Chess Federation), Popchev Milko. Grandmaster (GM) sendiri merupakan gelar tertinggi yang diberikan oleh organisasi catur internasional, Fédération Internationale des Échecs (FIDE), yang dapat dicapai oleh seorang pecatur. Selain gelar "Juara Dunia", Grandmaster adalah gelar tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pemain catur dan merupakan gelar seumur hidup.

 Baca Juga: 3 Hal Mengenai Kevin Osmond, Founder Dan CEO Printerous

Tags: Atlit Indonesia, Indonesia Bangga, Chess Competition, Indonesia Berprestasi, Inetnational Chess Competition