Bagi Louis, seni tidak memiliki batasan dan hal ini pun tergambar dalam portofolionya yang memiliki perpaduan unik antara dua kultur yaitu dunia Barat dan Afrika di mana ia dilahirkan. Estetikanya pun tidak terbatas. Menggabungkan berbagai unsur seperti budaya, warna, komposisi, dan gaya androginy pada setiap karyanya, para pecinta seni pun tak jarang terbuai oleh imajinasinya.

Memiliki kecintaan yang besar terhadap fashion

Louis tumbuh besar di Afrika dan lebih tepatnya di wilayah Pantai Gading dan Kamerun. Kecintaannya terhadap fashion sudah mulai terlihat saat dirinya pertama kali membuat fashion blog pada tahun 2010 dan memutuskan untuk memberhentikan kegiatan bloggingnya di tahun 2014. Setelah itu, Louis memulai karier profesionalnya di dunia fashion sebagai seorang stylist di Dubai. Diketahui bahwa Louis sangat suka dengan konsep mix and match dalam hal mode. Terlihat dari beberapa foto dirinya yang diunggah di Instagram, Louis memiliki mata yang tajam terhadap fashion yang sangat mendifinisikan karakternya. 

Seorang fotografer mode berpengaruh

Selain menjadi seorang stylist, Louis juga memiliki profesi sebagai fotografer fashion dan merupakan seorang traveller.  Pada wawancaranya dengan sebuah majalah asing, Louis mengatakan bahwa dirinya menyukai setiap kota yang dia datangi karena masing-masing tempat memiliki pesona dan ceritanya sendiri yang menginspirasinya untuk terus berkarya. Ia juga mengatakan bahwa fotografi merupakan panggilan jiwanya. Pada tahun 2011, setelah ia menyelesaikan studinya di bidang Hukum, ia membuat keputusan besar untuk mendalami mode dan fotografi. Lalu setelah 7 bulan, karyanya pun ienghiasi sampul Salah satu majalah mode ternama di Amerika Serikat. 

Memiliki gaya yang unik

Meskipun bekerja di belakang kamera, Louis juga memiliki gaya identik yang khas akan dirinya. Pada tiap kesempatan, Louis selalu menggunakan mahkota berwarna emas. Ia mengatakan bahwa mahkota ini sudah menjadi bagian dari dirinya. Dibesarkan di antara dua negara, ia mengatakan bahwa orang-orang disana menyukai pakaian dan mode merupakan salah satu hal terpenting yang tidak dapat dipisahkan dari kultur tersebut. Hal ini pun menjadi salah satu cirinya yang unik. “No one will be able to disassociate me from the African continent,” ungkapnya pada salah satu wawancaranya dengan majalah internasional.

Gaya fashion yang terinspirasi dari tanah kelahirannya  

Dia mengatakan tumbuh di Kamerun dan Pantai Gading — di mana orang-orang “menyukai pakaian” —pada tahun 1980-an adalah mengapa dia mencintai bahu besar dan pinggang yang kecil, tetapi ketika diminta untuk mendefinisikan gayanya, dia bersemangat. "Tidak, saya bukan pesolek. Ini hanya gaya saya. Ia pun juga mengatakan bahwa setiap ia berpergian atau travelling ke sebuah negara yang konservatif, ia tidak akan mengubah gayanya. "Aku akan lebih eksentrik di sana," katanya. “Bagiku mode adalah segalanya. Jika saya menyukainya, saya akan memakainya, bahkan jika hal tersebut terbuat dari kantong plastik. "

 

Tags: Fashion, Louis Philippe De Gagoue, Fotografer