Saat ini sepakbola mulai dari liga Inggris, Spanyol, Jerman, hingga Italia sedang berada dalam masa istirahat, namun para penggemar sepakbola pun masih tetap bisa terhibur dengan turnamen Piala Dunia Wanita 2019 yang menunjukkan kehebatan wanita dalam dunia sepakbola.

Piala Dunia Wanita 2019

xqbtn4ayv4q3brrc6tvp.jpgFoto: via. fifa.com

Ajang olahraga FIFA Women’s World Cup ini sempat menarik perhatian banyak penggemar sepakbola, mulai dari semi-final antara Inggris dengan Amerika yang berlangsung sengit hingga masuk ke dalam babak penalti, hingga final antara Amerika dengan Belanda yang berakhir dengan penuh emosional, dimana Megan Rapinoe berhasil menyabet sepatu emas serta memenangkan pemain terbaik dalam turnamen empat tahun tersebut.

Sosok Megan Rapinoe

megan-rapinoe-of-the-united-states-celebrates-with-the-news-photo-1154495848-1562592253.jpgFoto: via. esquire.com

Nama Megan Rapinoe semakin menjadi sorotan, karena wanita yang berumur 34 tahun ini berhasil membawa timnas Amerika memenangkan Piala Dunia Wanita 2019 ini. Tidak hanya berhasil menguasai lapangan, sang gelandang dan co-kapten ini pun tiada hentinya untuk berusaha melawan diskriminasi terhadap pemain wanita di dalam dunia sepakbola. Megan mampu membuktikan bahwa wanita itu hebat dan pantas mendapat kesetaraan, seperti halnya yang telah ia lakukan pada Piala Dunia Wanita 2019 ini.

Sosok Megan memang cukup kontroversial dalam Amerika, karena beberapa tahun belakangan ini sikap wanita berumur 34 tersebut sering menjadi bahan pembicaraan, salah satunya seperti menolak datang ke Gedung Putih jika diundang. Namun, hebatnya Megan paling lantang dalam menyuarakan kesetaraan gaji antara pemain bola pria dan wanita.

Melawan Diskriminasi Wanita

megan-rapinoe-rt-jef-190709_hpMain_12x5_992.jpgFoto: via. abcnews.go.com

Masalah perbedaan gaji bukanlah hal yang baru lagi dalam dunia sepakbola, hal ini sudah lama dituntut oleh banyak pemain AS. Bahkan, para pemain AS ini sudah menuntut secara hukum Federasi Sepak Bola AS akan masalah perbedaan gaji ini. Setelah kemenangan AS dalam Piala Dunia Wanita, banyak dari penonton yang mulai meneriakkan ‘kesetaraan gaji.’ Megan sendiri sudah lama menjadi pusat dari protes ini, ia menuntut kesetaraan gaji karena timnas wanita lebih berprestasi daripada rekan prianya.

Selain itu, pemain bola wanita dinilai memiliki lebih banyak tanggung jawab dibanding rekan prianya. Dalam tuntutan tersebut, disebutkan jika pria menghasilkan sebesar $130,000 (Rp 183juta) dalam sekali bermain, sedangkan wanita hanya menghasilkan $5,000 (Rp 70juta) dalam sekali bermain. Dengan tuntutan ini, Megan mengakui bahwa ia ingin menginspirasi sesama wanita dalam melawan diskriminasi gender ini.

Baca juga: Never Too Lavish, Brand Modif Untuk Mural Dan Sepatu Kebanggaan Indonesia