Nama pakar kuliner Indonesia, William Wongso, sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah memandu koki asal Inggris, Gordon Ramsay dalam program National geographic, ‘Gordon Ramsay: Uncharted.’ Pada penayangan tersebut, banyak penonton yang sempat mempermasalahkan kehadirannya. Pasalnya, acara tersebut harusnya diisi oleh seorang warga Minang asli yang betul-betul mengetahui masakan khas tersebut. Namun, bagi yang mengenalnya, hal ini sangat patut di apresiasi. Bagaimana tidak? Selain keahliannya sebagai pakar kuliner nusantara, William Wongso juga merupakan sosok berjasa yang berhasil mempopulerkan rendang ke berbagai belahan dunia. Lalu bagaimanakah perjalan karirnya? Berikut ulasannya.

1/5 Awalnya berkarir di radio 


2018_02_06_40067_1517889543._large.jpgFoto dok: ajourneybespoke.com

Ketertarikan William Wongso terhadap dunia kuliner tidak lepas dari sosok nenek dan ayahnya. Dibesarkan di Surabaya, ia kerap melihat sang nenek menjadi juru komandan di dapur rumahnya. Pasalnya, ayah dari William bekerja sebagai seorang produser film dan dapur rumahnya menjadi salah satu fasilitas umum untuk para kru dan bintang film saat makan dan berkumpul bersama. Seperti kebanyakan anak pada umumnya, ketika masih belia, William juga ingin mengikuti jejak ayahnya di bidang film dan fotografi. Lalu saat ia beranjak dewasa, ia tak langsung bekerja di dunia makanan, melainkan memilih bidang radio dan pengiklanan sebagai karir awalnya. Kecintaannya terhadap makanan bermula pada akhir tahun 1970, di mana ia membuka sebuah toko roti bernamaVineth Bakery. Untuk menekuni bisnisnya ini, ia pun memutuskan untuk berkunjung ke Eropa demi mempelajari pembuatan roti. Seminggu sebelum kursusnya di mulai, ia pun mulai berkeliling untuk menjalani kuliner. Alih-alih mengunjungi restoran, William memilih untuk mengunjungi pasar tradisional karena menurutnya, disitulah tempat di mana orang-orang mengetahui banyak hal, mulai dari budaya, makanan serta kebiasaan dari penduduk setempat. Selain pasar, ia pun juga kerap mengambil ilmu dari para warga lokal serta pemilik warung pinggir jalan. Hal itulah yang mendorongnya untuk mendalami makanan.

2/5 Memiliki kecintaan yang tinggi terhadap kuliner Indonesia

William1.jpgFoto dok: William Wongso

Keahlian dan wawasan William di bidang kuliner memang tak dapat diragukan lagi baik dalam segi teori maupun praktek. Seorang pakar kuliner yang juga hobi travelling ini juga sudah lalu lalang ke berbagai negara untuk mempelajari berbagai makanan termasuk di Indonesia sendiri. Perjalanan kuliner yang ia lakukan juga membuka matanya untuk mempertahankan tradisi kuliner lokal. Baginya masakan di Indonesia sangat patut untuk di eksplorasi baik dari segi cara memasak hingga bumbu yang kaya akan rempah-rempah. Selain membuka Vineth Bakery, ia pun kemudian membuka Kafe Artistik, William Gourmet Catering dan Restoran Munik. William pun juga mengikuti pelatihan kerja di Hanamasa Yakiniku Chain, Tokyo dan mengembangkan waralaba restoran all you can eat itu di Indonesia. Selain itu, ia juga pernah menjadi penasihat Menteri Pangan untuk gerakan "Aku Cinta Masakan Indonesia" yang diprakarsai oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada 1994 dan juga sempat bertugas sebagai penasihat kuliner untuk maskapai Garuda Indonesia pada 2006 hingga 2013.

3/5 Merupakan seorang penulis dengan berbagai penghargaan

william3.jpgFoto dok: William Wongso

Kecintaannya terhadap kuliner khas Indonesia juga mendorongnya untuk menulis berbagai buku. Pada 2005, William pernah menulis buku khusus kuliner Padang berjudul ‘Spicy Padang Cookies’ yang ia terbitkan dalam Bahasa Inggris. Selain itu ia juga pernah menerbitkan buku Indonesian Cakes & Dessert pada tahun 2002 dan ‘Homestay Indonesian Cooking’ pada tahun 2005. Lalu pada tahun 2016, salah satu bukunya yang berjudul ‘Flavor of Indonesia - William Wongso Culinary Wonder’ juga mendapat penghargaan Best Cook Book di Asia. Tak dapat diragukan lagi jika Warren Carataga dari Asia Week menyebutnya sebagai Paul Bocuse, chef Prancis kelas dunia, dari Indonesia.

4/5 Mendapat julukan sebagai "Diplomat Rendang" 

Kehadiran William Wongso pada acara program televisi ‘Gordon Ramsey: Uncharted’ bukan tanpa sebab. Selain menjadi sosok yang memperkenalkan kuliner Indonesia ke luar negeri, William juga disebut  sebagai "diplomat rendang" karena kepiawaiannya dalam memasak makanan khas tersebut. Selain itu, ia juga merupakan pakar kuliner yang banyak mendapat penghargaan. Salah satunya adalah Medaille d’Honneur dari Academie du Pain Indonesia di Paris pada tahun 2018 lalu. 

5/5 Tidak memiliki pendidikan formal di bidang kuliner

20190110-2dcf804e31a825cd45d18_resized_773x515.jpgFoto dok: dsgntalk.com

Meskipun William Wongso sudah berkecimpung di dunia kuliner selama kurang lebih 20 tahun, ia diketahui tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang kuliner. Dalam salah satu wawancaranya dengan media lokal, William mengatakan bahwa ia lebih banyak belajar dengan warga lokal, pemilik warung serta traveling untuk mendalami masakan khas di suatu daerah atau suatu negara. Meski begitu, pengalamannya bertemu dan merasakan berbagai budaya di seluruh dunia menambah wawasannya terhadap masakan tradisional khas daerah yang tidak dapat dipelajari di institusi memasak di dunia.