Melewati perjalanan hidup yang tak mudah

Nama Alexander Thian pertama kali dikenal sejak akun Twitter-nya booming di tahun 2010 ketika ia mengulas tentang behind the scene penulisan naskah sinetron, yang saat itu merupakan pekerjaannya. Setelah itu, ia pun mulai mendapat tawaran untuk melakukan suatu campaign dari sebuah brand yang ia sukai dan namanya terus melambung hingga saat ini. 

Di balik kesuksesasannya, Alex telah melewati perjalanan panjang yang tidak mudah. Di usia belia, Alex kehilangan ayahnya dan ibunya pun harus bekerja di luar negeri sehingga ia banyak menghabiskan waktu dengan pamannya. Berpindah dari satu kota ke kota lain di Indonesia merupakan hal yang tidak mudah untuk dijalani tetapi ia selalu bersyukur karena dapat mengenal banyak sekali budaya dan tradisi lokal yang menambah wawasannya.
 
Tidak hanya tinggal berjauhan dengan ibunya, Alexander pun sempat mengalami bullying semasa ia duduk di bangku sekolah. Hal ini juga membuatnya sulit untuk masuk ke dalam komunitas baru. Kemarahan, kegelisahan dan kesepian pun tak jarang melanda dirinya hingga suatu hari ia memutuskan untuk melawan.

“Teman-teman sekelas saya sering sekali membully saya secara fisik dan verbal dan saya menyadari bahwa saya tidak dapat menunggu hingga mereka berhenti. Saya harus berdiri dan melawan, dan membuktikan kepada mereka bahwa saya bukan pecundang dan mereka seharusnya tidak memperlakukan saya seenaknya.”

Hal ini pun dibuktikannya dengan kerja keras dan pantang menyerah serta selalu percaya bahwa apapun yang kita lalukan, sekecil apapun pasti akan memberikan hasil yang luar biasa.

Kisah hidup inspiratif ini pun tak jarang ia bagikan melalui media sosialnya. Dengan hashtag #LetMeTellYouAStory, Alex selalu membagikan cerita menarik di balik foto yang ia unggah atau berbagi pengalaman pribadinya.
 
Memiliki kecintaan terhadap fotografi

Bagi Alex, “hal-hal baik terjadi ketika kita tidak mengharapkannya.” Kutipan tersebut memiliki kesan yang mendalam bagi dirinya.

Ketika sedang travelling ke Kinderdijk di Belanda ia sedang memotret sebuah kincir angin di mana ada seorang perempuan berjaket merah. Tanpa pikir panjang ia pun mengabadikan momen tersebut dalam kameranya. Lalu perempuan tersebut menghampirinya. “Awalnya saya ragu-ragu dan takut jika ia meminta saya untuk menghapus fotonya. Namun iya berkata bahwa ia menyukainya. Wanita itu mengatakan bahwa saya memiliki mata yang bagus terhadap seni dan saya harus segera membuka sebuah pameran foto.”

“Berawal dari sebuah percakapan sederhana, siapa sangka jika akhirnya di tahun 2016 saya benar-benar mengadakan pameran foto. Hal tersebut menjadi kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan.”
 
Memiliki hobi menulis 

Selain travelling dan fotografi, Alex juga memiliki kecintaan terhadap menulis. Sebelum meluncurkan buku terbarunya berjudul “Zodiac,” Alex pun sempat merilis sebuah novel bertemakan cinta berjudul ‘Somewhere Only We Know.’ Tidak hanya digemari semua kalangan, buku ini pun juga pernah dibaca oleh Presiden Jokowi Widodo.
 
Pada wawancaranya, Alex mengatakan bahwa hobinya mengamati dan menganalisa orang lain di sekelilingnya membantunya untuk menciptakan karakter dalam tulisannya. Hal ini juga membantunya saat berkeliling dunia untuk mengenali serta menyesuaikan diri dengan perilaku dan perbedaan budaya di negara yang ia kunjungi.
 
Ketertarikannya terhadap astrologi juga membantunya untuk menemukan benang merah dalam mengenali berbagai sifat dan watak dari setiap individu. Hal ini pun yang menginspirasinya untuk merilis buku dan membuat konten yang berkaitan dengan zodiak yang selalu ia unggah di media sosial ataupun channel Youtube-nya.
 
Selain berbagi pengalaman kepada followers-nya, ia pun juga bertekad untuk terus menggali potensi dan menambah skill yang berguna. Mulai dari belajar menulis, belajar Bahasa Inggris, belajar mengenai fotografi hingga networking, semuanya ia lakukan dengan tekun hingga ia bisa mencapai di titik seperti sekarang ini.
 
"Life is a series of decision, The willingness to do things you haven't before, to move forward in life,” tutup Alex.

Additional report: Clairice Halim