Tanpa judul1.jpgFoto:Dok.unsplash.com/toraz

Non Fungible Token (NFT) adalah token yang tidak dapat dipertukarkan dan merupakan bentuk keamanan finansial yang terdiri dari data digital yang disimpan dalam blockchain dan dapat ditransfer oleh pemiliknya, memungkinkan NFT untuk dijual dan diperdagangkan. Aset digital dari NFT dapat berupa karya visual, audio, video atau karya seni lainnya, dan saat ini NFT sudah masuk ke berbagai macam industri, agar secara kreatif dapat menggunakan bentuk karya seni maupun produk lain sebagai NFT yang diperjual belikan baik di metaverse maupun di dunia nyata. 


Di Indonesia, popularitas NFT mulai booming di awal tahun 2022, di mana NFT menjadi sebuah platform baru yang  menarik bagi para seniman. Aset-aset NFT ini dapat diperjual belikan melalui berbagai marketplace seperti OpenSea, Rarible, Mintable, Atomic Market dan lainnya. Di skala di internasional, para seniman Indonesia juga turut berpartisipasi menawarkan hasil karya NFT nya secara global. Mulai dari Diela Maharanie, Debbie Tea, sampai Arya Mularama mengabadikan karyanya dalam bentuk NFT dan membuahkan hasil yang spektakuler.

 

1/5 Diela Maharanie

Seniman NFT yang satu ini adalah founder dari  MetaRupa, sebuah  komunitas Indonesia yang menyatakan bahwa merekalah komunitas pertama yang menjelajah ke dunia metaverse. Diela Maharanie berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Di tahun 2010, salah satu karya ilustrasinya masuk ke dalam sebuah situs konten galeri seni kreatif (artwork, videography, dan photography) yang bernama DevianArt. Awal mula kecintaannya akan dunia ilustrasi dimulai di tahun 2005 di mana menggambar menjadi salah satu dunianya.  Karya ilustrasi dari Diela sendiri condong kepada sosok perempuan dengan warna-warna cerah.  Diela sendiri ini sudah berkolaborasi dengan brand-brand household seperti Instagram, Apple, Adidas, Intel, Whatsapp, dan lain-lain.

 

2/5 Debbie Tea

Debbie Tea merupakan salah satu Seniman NFT Indonesia yang tinggal di Bali. Debut karir Debbie dimulai  ketika tahun 2015 dirinya membuat sebuah ilustrasi fashion yang bernama Pantainanas. Pantainanas adalah usaha komersil yang merupakan perpanjangan dari hasrat fotografi dengan menggunakan teknik ilustrasi yang menarik. Pantainanas sendiri menggabungkan kecintaannya pada cetakan grafis dengan garis-garis yang bersih dan pola sederhana. Di tahun 2017, Debbie telah membuat ilustrasi untuk restoran lokal dan mengembangkan merchandise untuk Sanrio Company yaitu sebuah perusahaan Jepang yang menjual aksesoris pernak pernik seperti peralatan-peralatan sekolah, gifts dan lainnya.  Di tahun 2022 ini Debbie melakukan kolaborasi terbarunya dengan salah satu brand fashion Kanada, Aritzia.

 

3/5 Arya Mularama

Arya Mularama atau yang dikenal dengan nama panggilan Gogoporen adalah seorang seniman surealis yang menggabungkan konsep mimpi dan kenyataan. Arya merupakan seorang digital creative group head dan ilustrator yang berasal dari Jakarta. Di bulan Maret 2022 yang lalu, Arya bekerjasama dengan Twilo Studio, wadah para kreator lokal di bidang seni membuat sebuah pameran tunggal yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian program Road to Grand Launching Sarinah. 


4/5 Faza Meonk 

Faza Ibnu Ubaidillah Salman atau yang lebih dikenal dengan Faza Meonk sudah senang membaca komik dan bercita-cita menjadi komikus sejak kecil. Ia kemudian mengejar passion tersebut dengan melanjutkan pendidikan di SMK jurusan Animasi dan berkuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan DKV  Animasi.Awal mula karir pria berumur 30 tahun ini di industri NFT adalah ketika dirinya membuat karakter komik yang bernama Si Juki. Sebagai pecinta komik dan animasi, karakter Si Juki banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.  Terlebih ketika masyarakat Indonesia cenderung membaca komik dalam bentuk digital. Tidak hanya dalam negri saja, karakter komik Si Juki juga laris di pasar internasional melalui ilustrasi “Si Juki” dalam bentuk NFT. 

 

5/5 Antonio Reinhard
anton.png

Foto:Dok.opensea.io//collection/project-mutja

Antonio Reinhard Wisesa adalah seorang seniman NFT berbakat. Karya-karya ilustrasi dirinya bertemakan budaya dan keindahan Indonesia. Antonio membagikan karya seninya di marketplace OpenSea dengan nama “Project Mutja”. Project Mutja terdiri dari 20 karya seni yang unik. Salah satu karyanya yang banyak dilihat oleh khalayak OpenSea berjudul “Daughters” yang menceritakan bahwa Mutja, Ondine, dan Solita menghabiskan satu hari di kebun, tempat favorit mereka di bawah matahari. Solita, sang anak menunjuk benda-benda acak dan bertanya benda apa itu. Ondine mencoba menjawab setiap pertanyaan yang Solita utarakan, tetapi tidak pernah selesai karena anak itu masih kecil, mudah teralihkan oleh benda-benda yang menarik perhatian matanya yang berbinar. Di dalam karyanya, Mutja melihat mereka dan memikirkan tentang ibu tercintanya.