75576726_152173749374414_3029623745065871587_n.jpg

Foto: Instagram Glenn Fredly

Cahaya dari Timur: Beta Maluku

film 1.jpg

Foto: imdb.com

Glenn memulai karirnya sebagai produser film pada 2014 pada film Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang ia produksi bersama sang sutradara Angga Dwimas Sasongko. Film ini menceritakan mengenai Sani Tawainelaa (Chico Jericho) yang melatih anak-anak lokal bermain sepakbola di tengah konflik agama yang berat. Film ini pun menuai respon positif dari para penggemar, bahkan berhasil meraih penghargaan Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2014. Selain menjadi produser, Glenn juga berperan dalam menyanyikan lagu tema dari film tersebut, berjudul Tinggikan, yang berhasil dinobatkan sebagai Best Theme Song di Maya Awards 2014.

Filosofi Kopi 1 & 2

film 2.jpg

Foto: imdb.com

Karir Glenn dalam dunia perfilman Indonesia pun berlanjut ke film Filosofi Kopi yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Di sini, ia kembali berperan sebagai salah satu produser dari film tersebut. Filosofi Kopi sendiri bercerita mengenai Ben dan Jody, pemilik kedai Filosofi Kopi yang terlilit hutang. Tidak hanya itu, Glenn juga kembali berperan sebagai produser musik lagu tema dalam Filosofi Kopi 2, seperti dilansir dari CNN Indonesia. Ia menyanyikan lagu ini bersama Monita Tahalea dan Is, vokalis Payung Teduh.

Surat Dari Praha

film 3.jpg

Foto: imdb.com

Pada tahun 2016, Glenn pun kembali menjadi salah satu produser dari Surat dari Praha, sebuah film romantis garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko. Film ini bercerita mengenai Laras (Julie Estelle) yang dititipkan sebuah kotak dan surat oleh sang ibu untuk diantarkan kepada seorang pria bernama Jaya (Tio Pakusadewo) di Praha. Tidak hanya berperan sebagai produser, Glenn juga berkontribusi dalam memberikan empat buah lagu yang disebut sebagai pembangun cerita film tersebut seperti dilansir dari berbagai media lokal.

 

Tags: Glenn Fredly, Film Indonesia, Karir Glenn Fredly