_121223256_mediaitem121223255.jpgFoto dok: BBC.com

“Love conquers all”. Pernyataan tersebut tampaknya benar-benar menggambarkan kisah perjalanan cinta Putri Mako dengan sang kekasih Kei Komuro. Setelah menjalin kasih selama delapan tahun dan melewati berbagai tantangan, pasangan berbahagia ini akhirnya mengikat janji sehidup semati pada Selasa (26/10).

Sebelumnya, Putri Mako dan Kei Komuro mengumumkan pertunangan mereka pada tahun 2017 silam, sebuah langkah yang awalnya disambut gembira oleh negara tersebut. Hingga kemudian, pernikahan keduanya harus ditunda berkali-kali karena adanya skandal yang melibatkan sang ibu dari pihak pria.

Berikut ini fakta menarik mengenai perjalanan kisah cinta Putri Mako dan Kei Komuro yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

1/5 Keduanya bertemu dalam pertemuan mahasiswa di tahun 2010

Putri Mako dan Kei Komuro bertemu 10 tahun silam saat mengenyam pendidikan di International Christian University (ICU) di Tokyo. Lalu, dua tahun kemudian keduanya resmi menjalin kasih. Menurut orang-orang terdekat, Komuro merupakan sosok pria yang sangat sopan, pandai dan rendah hati. Setelah lulus dari ICU, Komuro sempat bekerja sebagai paralegal di sebuah firma hukum Jepang. Pria kelahiran 1991 tersebut lantas melanjutkan sekolah dan karier di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam tersebut, Komuro bekerja di sebuah firma hukum di New York setelah lulus dari Sekolah Hukum Fordham University dengan gelar Juris Doctor pada Mei lalu.

2/5 Pernikahannya sempat ditunda selama tiga tahun

Setelah bertunangan pada 2017, keduannya berencana untuk menikah pada 4 November 2018, namun rencana tersebut akhirnya harus ditunda. Dilansir dari media Jepang, penundaan tersebut terkait dengan masalah sengketa keuangan yang dialami ibunda Komuo dengan mantan tunangannya. Kendati demikian, ayah Putri Mako, Pangeran Akishino tetap merestui rencana pernikahan tersebut dengan syarat bahwa keluarga Komuro harus menyelesaikan masalah dinansialnya terlebih dahulu.

3/5 Pernikahan keduanya digelar secara sederhana dan tanpa upacara tradisi

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang pasca-perang, pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro dilakukan tanpa ritual tradisional. Tak seperti anggota keluarga kekaisaran Jepang lainnya, pernikahan keduanya digelar sangat sederhana. Bahkan, mereka pun tak mengadakan upacara pernikahan, resepsi hingga ritual tradisi. Tidak hanya itu saja, Putri Mako juga menolak untuk menerima kompensasi sekitar 1,3 juta dolar AS atau sekitar Rp18,4 miliar dari kerajaan. 

4/5 Putri Mako menanggalkan gelar kekaisarannya

Kei Komuro berasal dari keluarga non kekaisaran dan ketika Putri Mako memutuskan menikah dengannya, ia pun harus melepas gelar kekaisarannya. Tidak hanya itu saja, Putri Mako juga diwajibkan untuk meninggalkan kediaman kekaisaran setelah menikah dan memulai hidup baru dengan suaminya.

5/5 Keduanya akan menetap di New York, AS

Setelah menikah, pasangan suami istri ini memutuskan untuk meninggalkan Jepang dan menetap di New York, Amerika Serikat di mana Komuro bekerja sebagai pengacara di firma hukum Lowenstein Sandler LLP yang berbasis di New-Jersey. Keduanya dikabarkan akan berpindah ke Negeri Paman Sam pada November tahun ini.