1/5 Danakil Depression, Ethiopia

danakil.jpgFoto dok: adventure.com

Dikenal sebagai tempat terpanas di bumi, Danakil Depression yang terletak di Ethiopia ini merupakan kawasan gurun dengan bebatuan warna-warni yang dihasilkan dari belerang, sulfur, mineral dan garam. Area yang disebut sebagai “Pintu Gerbang Neraka” ini memiliki rata-rata temperatur 40 derajat celcius pada musim dingin dan 60 derajat celcius pada musim panas.

Selain suhunya yang ekstrim, Danakil juga menjadi salah satu titik terendah bumi dengan ketinggian 125 meter di bawah permukaan laut. Hal ini dikarenakan Danakil dibentuk oleh Afar Triple Junction, pertemuan tiga retakan lempeng tektonik yang membelah Ethiopia, Eritrea dan Djibouti. Retakan tersebut pun masih terus aktif dan menjadi yang terbesar di bumi sampai saat ini. Saking aktif dan besarnya, Danakil diprediksi akan tenggelam menjadi samudera 10 juta tahun kedepan.

Tempat ini memang tak berpenghuni, namun dapat dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran akan keindahan alamnya. Pada siang hari, pengunjung akan dibawa menikmati pemandangan bebatuan warna-warni serta kolam air belerang yang menawan. Pada malam hari, kawah-kawah api dan kilauan batuan sulfur akan menghiasi pemandangan dan pengunjung pun dapat berjalan di atas danau garam yang memiliki ketebalan permukaan mencapai 2 km. Walaupun terbilang indah, mengunjungi Danakil tidaklah mudah. Para wisatawan harus menggunakan jasa tur setempat dan harus mematuhi berbagai aturan, seperti mengenakan masker, mengenakan sepatu khusus dan persiapan fisik yang matang. Ketika berkunjung, turis pun diminta untuk berhati-hati saat melangkah karena tempat ini memiliki area belerang yang cukup panas.

2/5 Pripyat, Ukraina

pripyat.jpgFoto dok: Instagram.com/private_chernobyl_guide

Pripyat adalah kota yang dulunya merupakan tempat tinggal dan perkantoran dari para pekerja yang bekerja di sebuah pembangkit listrik tenaga listrik di Chernobyil. Pada April 1986, bencana tak terduga terjadi ketika reaktor nuklir Chernobyl meledak dengan dahsyatnya dan menjadi salah satu tragedi nuklir terbesar di dunia selain bom atom yang dijatuhkan di Jepang pada masa Perang Dunia II.

Akibat dari bencana tersebut kota Pripyat ditinggalkan penduduknya dan menyisakan bangunan-bangunan yang terbengkalai. Pripyat menjadi kota mati selama puluhan tahun karena tingkat radiasi di sana masih sangat tinggi. Namun kini beberapa traveler mulai berdatangan untuk menyaksikan sendiri bentuk kota mengenaskan itu.

3/5 Pulau Devon, Kanada

devon.jpgFoto dok: amusingplanet.com 

Pulau Devon merupakan pulau tak berpenghuni di dunia dan mendapatkan julukan sebagai ‘Mars di Bumi’ karena kontur alamnya yang sangat tandus seperti gurun, dipenuhi bebatuan dan tidak berpenghuni seperti planet Mars. Sejak tahun 2001, pulau ini ditetapkan NASA sebagai lokasi penelitian internasional yang disebut dengan Haughton Mars Project (HMP) yang mempelajari bagaimana penjelajah manusia dapat hidup dan bekerja pada benda-benda planet lainnya, khususnya di Mars. Selain itu, pulau ini juga menjadi lokasi untuk menguji robot, antariksa dan kendaraan yang akan digunakan guna mempersiapkan misi ke planet merah tersebut. Selain menjadi tempat penilitian, pemerintah Kanada memperbolehkan turis berkunjung ke pulau ini. Bagi turis yang berminat dapat mendaftar dan memesan paket tur yang ditawarkan. Hanya saja, harganya tidak murah.

4/5 Danau Vostok

vostok.jpgFoto dok: matrixdisclosure.com
 

Terkubur di bawah es Benua Antartika selama 15 juta tahun lamanya, Vostok merupakan danau purba dan menjadi salah satu lingkungan yang paling ekstrem di bumi. Dengan udara dingin yang menusuk serta gelap gulita, rahasoa kehidupan di danau ini tidak pernah diketahui sebelumnya hingga tim ilmuwan dari Bowling Green State University, AS menemukan 3.507 urutan gen yang 1.632 di antaranya cocok dengan urutan gen organisme yang kita kenal saat ini. Sekitar 94% dari jumlah itu merupakan urutan gen bakteri, terutama dari kelompok ekstremofil yang menyukai tempat dingin dan gelap. Sisanta berasal dari organisme yang lebih kompleks seperti jamur, krustasea dan moluska.

5/5 Hutan Redwood, Santa Cruz-California

mystery spot.jpgFoto dok: brightlifesofamerica.com

Terletak di Hutan Redwood, Santa Cruz California, ada sebuah objek wisata bernama Mystery Spot. Di wilayah yang berdiameter sekitar 45 menter persegi ini disebut sebagai tempat anomali gravitasi dimana ada fenomena yang menentang hukum fisika dan gravitasi. Ratusan wisatawan dari penjuru dunia berdatangan untuk merasakan sensasi grafitasi nol tersebut. Jika kamu mencoba menjatuhkan diri di tempat ini, kamu tidak akan terjatuh. Dengan fenimena gravitsi ini kamu pun tidak akan berjalan lurus tetapi berjalan miring.