all inclusive.jpgPhoto source: unsplash.com/@andersjilden

Pandemi COVID-19 serta diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memberi dampak signifikan pada beberapa sektor. Salah satu yang terkena dampak paling besar adalah pariwisata. Betapa tidak, seluruh perjalanan berpergian harus dibatasi, sehingga banyak wisatawan yang menunda, bahkan membatalkan perjalanan mereka.

Melihat momen ini, Founder dan Chairman MarkPlus Tourism, Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa, industri pariwisata harus mempersiapkan gelombang wisatawan yang diprediksi melonjak saat pandemi COVID-19 berakhir.

Dikutip dari kompas.com, Hermawan mengatakan, akan ada beberapa tren wisata baru yang muncul ketika pandemi ini berakhir. Berikut ulasannya:

1/5 Tren staycation akan meningkat

Staycation.jpgPhoto source: unsplash.com/@simonmigaj 

Setelah menghabiskan masa pembatasan sosial di rumah, para wisatawan tentunya ingin berpergian dan beraktivitas. Hermawan mengatakan ada kemungkinan jika para wisatawan belum berani berpergian ke tempat yang jauh. Oleh karena itu, staycation dapat menjadi solusi yang tepat. Disamping itu, momen ini juga dapat digunakan bagi para penunjang pariwisata seperti hotel dan transportasi untuk mempersiapkan berbagai layanan yang terjamin kesehatan, keselamatan dan fleksibilitasnya.  

2/5 Pariwisata domestik akan semakin diminati

DOMESTIC.jpgPhoto source: unsplash.com/@utochkina

Dikutip dari wawancara Hermawan kepada kompas.com, Ia juga mengatakan bahwa domestic tourism atau pariwisata domestik akan semakin menguat. Hal ini terjadi karena sistem lockdown negara-negara luar yang belum jelas kapan akan dibuka. Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan pariwisata dalam negeri.

3/5 Bertambahnya peminat slow traveling

slowtravel.jpgPhoto source: unsplash.com/@averieclaire

Jika di tahun sebelumnya banyak wisatawan yang berpergian ke luar negeri, maka tahun ini kita dapat melihat kebalikannya. Demi menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, slow traveling dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat karena perjalanan tidak dilakukan dengan transportasi seperti pesawat, kereta maupun kapal pesiar. Slow traveling sejatinya adalah perjalan darat yang dilakukan dengan transportasi lambat seperti mobil, sepeda motor, bahkan sepeda.

4/5 Destinasi Wisata dengan pengalaman liburan lengkap

ALL IN.jpgPhoto source: unsplash.com/@goodspleen

Seiring dengan meningkatnya tren staycation, akan ada banyak hotel dan penginapan yang menawarkan layanan all-inclusive sehingga para wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan dan mendapatkan pengalaman berlibur secara efisien.

5/5  Perjalanan Jangka Panjang

Perjalanan panjang.jpgPhoto source: unsplash.com/@dinoreichmuth

Selain slow traveling, perjalanan jangka Panjang juga akan menjadi tren berlibur tahun ini. Setelah keadaan membaik, para wisatawan akan melepas stress dan penat selama masa pembatasan sosial dengan berlibur ke luar negeri atau dalam kota tanpa gangguan.

Dalam hal ini, para wisatawan akan mengambil waktu liburan yang panjang ke berbagai destinasi wisata yang belum atau jarang terjamah dengan turis seperti pulau pribadi, resor di tengah hutan, pulau dan pegunungan, serta berpergian jalan darat untuk menikmati berbagai destinasi wisata di berbagai kota atau negara yang dilewati.  

Baca juga: 5 Destinasi Wisata di Swiss yang Wajib Kamu Kunjungi Usai COVID-19