Menjelajahi tempat wisata yang populer mungkin menjadi salah satu hal yang membosankan bagi sebagian traveller. Namun, bagi yang ingin merasakan petualangan yang tidak bisa, keenam tempat aneh ini mungkin akan menjadi tempat favorit untuk berkelana. 


1/6 Alnwick Poison Garden

poison-garden-feature.jpgFoto: Dok. The Travel

Mengunjungi taman yang indah mungkin menjadi hal yang biasa dilakukan oleh para wisatawan. Namun, bagi yang ingin memompa sedikit adrenalin mereka, Alnwick Poison Garden yang terletak di Denwick Lane, Alnwick NE66 1YU, United Kingdom bisa menjadi destinasi terbaik—sekaligus menantang kematian. Walaupun banyak bunga yang indah dan pepohonan yang rindang, taman estetik ini dipenuhi dengan ratusan jenis tanaman beracun. Para pengunjung tidak boleh menyentuh, memegang, ataupun mencium bunga yang berada di sana karena setiap jengkal tanaman tersebut memiliki racun yang mematikan. Setiap tahunnya, ada sekitar 20 hingga 40 orang yang ditemukan pingsan hanya dengan berjalan saja. Namun, tidak perlu khawatir karena taman ini memiliki tim medis yang sigap dan membantu para pengunjung untuk memulihkan diri mereka. 

2/6 Lake Hillier, Western Australia

SnapCrab_NoName_2022-4-19_10-7-59_No-00.pngFoto: Dok. New Scientist

Sekilas, Marian Trench dan Great Blue Hole seolah mengerikan ketika melihat dari kejauhan langit. Namun, Lake Hillier yang berada di Australia Barat ini mungkin juga terlihat mengerikan, namun dengan nuansa pink yang Instagrammable. Berlokasi di pulau terbesar di Kepulauan Recherche, danau ini terlihat berwarna warna merah muda sepanjang tahun disebabkan oleh salinitas tinggi dan dikombinasikan dengan keberadaan spesies alga pecinta garam yang dikenal sebagai Dunaliella salina. Danau ini juga menjadi rumah untuk bakteri merah muda yang dikenal sebagai halobacteria.

Namun, apakah aman untuk berenang di danau ini? Jawabannya adalah, ya. Faktanya, danau ini lebih aman daripada banyak sumber air lainnya karena tidak ada ikan besar atau spesies pemangsa yang tinggal di dalamnya.

3/6 Goblin Valley State Park, Utah, USA

c9ded8f83b98daecccc004a3df3ff891.jpgFoto: Dok. Pinterest

Ketika pertama kali melihatnya, para pengunjung mungkin akan merasa berada di sebuah film alien yang menampilkan predator mengerikan ataupun makhluk tak dikenal. Hal inilah yang dirasak pengunjung ketika menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Goblin Valley State Park, sebuah lembah tak berpenghuni yang terletak di 216 mil tenggara Salt Lake City di Utah, Amerika Serikat. 

Selama bertahun-tahun, bebatuan pasir lunak di sana telah terkikis oleh angin dan air. Hal ini kemudian membentuk puncak atau tudung aneh yang menurut sebagian orang menyerupai goblin. Lanskap yang menakutkan tersebut hanya memiliki lebar sekitar satu mil dan panjang dua mil. Untuk melihat pemandangan alam yang cukup aneh tersebut, wisatawan bisa mengikuti jalur yang sudah dibuat untuk mengeksplorasi area sekitar dengan lebih aman. 

Walaupun patung Goblin tersebut menjadi area utama, para pengunjung juga dapat menjelajahi area sekitar yang menampilkan berbagai keindahan alam lainnya. 

4/6 The Hand in the Desert, Chile

181115140312-giant-hand-full-169.jpgFoto: Dok. CNN

Mesir mungkin mencuri banyak perhatian para wisatawan dengan sejarah dan arsitektur piramidanya yang menarik. Namun, Chile menarik para wisatawan dengan sesuatu yang cukup aneh: sebuah tangan. Dibuat oleh Pematung Chili Mario Irarrázabal, sang seniman menaruh mahakarya berbentuk tangan tersebut di tengah gurun Atacama Chili, yang berada di 46 mil selatan kota Antofagasta. Gurun tersebut merupakan salah satu tempat terkering dan paling sepi di dunia.

Irarrázabal dikenal karena karya-karyanya yang berhubungan dengan penderitaan manusia. Bagi para pengamat seni, patung tangan besar yang mengerikan ini menangkap perasaan kesepian dan diperburuk oleh lokasinya yang terpencil dan terpencil. Ketika ditelusuri lebih jauh, gagasan di balik tangan besar yang menjangkau ke langit adalah untuk mengekspresikan kelemahan, rasa sakit, dan kesepian manusia. 

Bagi sang seniman, patung Ini adalah penghormatan terhadap kerentanan dan kelemahan jiwa manusia dalam menghadapi ketidakadilan dan penderitaan di seluruh dunia. 

5/6 Red Beach, Panjin, China

image.jpgFoto: Dok. Travel + Leisure

Bagi sebagian kalangan orang, Red Beach menjadi pantai tercantik yang memancarkan nuansa merah yang sangat cantik—sekaligus aneh. Pantai ini diselimuti sejenis rumput laut bernama Sueda, yang berubah menjadi merah cerah ketika memasuki musim gugur. Berlokasi tiga puluh kilometer barat daya dari daerah Panjin, Cina, pantai ini merupakan cagar alam penting bagi burung yang bermigrasi. Hanya sebagian kecil dari pantai yang dibuka untuk umum dan wisatawan, namun mereka dapat menjelajahi area pantai yang lebih besar melalui jalan setapak kayu yang membentang ke laut. 

Selain menampilkan nuansa musim gugurnya yang kental, Red Beach layak dikunjungi karena merupakan lahan basah dan rawa alang-alang terbesar di seluruh dunia.

6/6 Cat Island, Japan

original.jpgFoto: Dok. The Atlantic

Pecinta kucing mungkin tidak akan melewatkan pulau ini ketika berkunjung ke Jepang. Kucing dalam budaya Jepang telah lama dianggap membawa keberuntungan, uang, dan tanda baik bagi orang-orang yang melintasi jalan mereka. Ketika berkunjung ke sini, Pulau Tashirojima menjadi sebuah pulau yang tidak asing untuk didengar. Pulau kecil yang berada di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, tersebut terkenal dengan sebutan Cat Island dan dihuni oleh populasi kucing yang melebihi penduduk di sana.

Pada awalnya, pertumbuhan kucing di sana didorong karena pulau itu memproduksi sutra. Hal ini dikarenakan tikus menjadi predator alami ulat sutra. Namun seiring waktu, pertumbuhan kucing di sana semakin besar dan mendominasi wilayah tersebut. 

Menariknya, karena pertumbuhan kucing yang cukup pesat, pulau tersebut secara tidak langsung menjadi atraksi lokal yang menarik banyak wisatawan luar. Pulau ini bahkan memiliki kuil kucing dengan nama “Neko-Jinja”. Bersamaan dengan itu, sebuah kabin berbentuk kucing juga terlihat dibangun untuk wisatawan untuk menginap. Di Prefektur Miyagi sendiri, terdapat sepuluh kuil kucing serta 51 monumen batu berbentuk kucing, yang sebagian besar terkonsentrasi di bagian selatan pulau tempat ulat sutra dibesarkan.