Mengunjungi keajaiban dunia adalah salah satu hal yang wajib dilakukan oleh para pencinta traveling. Namun banyak dari keajaiban ini terancam karena pemanasan global atau overtourism. Dalam artikel ini kami mendaftar tujuh keajaiban dunia untuk dinikmati sebelum punah, tetapi jika kamu akan merencanakan kunjunganmu ke salah satu situs yang menakjubkan ini, pastikan untuk selalu melakukan riset dan melakukan perjalanan dengan cara yang ramah lingkungan.

Great Barrier Reef, Australia

greatbarrierreef.jpg

Terdaftar sebagai salah satu keajaiban alam asli dunia, Great Barrier Reef di Australia telah menjadi salah satu spot terfavorit untuk dikunjungi. Situs ini menarik dua juta pengunjung per tahun yang terbang dari seluruh dunia untuk menikmati beragam warna dan kehidupan laut. Sayangnya, perubahan iklim berdampak besar pada terumbu karang. Temperatur air yang semakin tinggi membunuh alga yang memberi warna cerah pada karang — yang juga dikenal sebagai pemutihan karang. Meskipun kita akan segera kehilangan salah satu harta terbesar kita, masih ada waktu untuk menjelajahi dunia bawah laut ini.

Pulau Komodo, Labuan Bajo

flores1.jpg

Rumah bagi pantai pasir merah muda, matahari terbenam yang menakjubkan, dan kadal terbesar di dunia, tidak mengherankan bahwa Pulau Komodo telah masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia. Pulau Komodo adalah spot wisata di Labuan Bajo yang memiliki daya tarik paling besar. Di sini, pengunjung  bisa melihat langsung kehidupan Komodo dengan pilihan 3 macam paket trekking, yaitu short track, medium track, serta long track. Selama penjelajahan, pengunjung tidak perlu merasa khawatir karena ada pawang yang siap menemani serta mengarahkan kita untuk menjelajahi spot-spot terbaik. 

Hutan Hujan Amazon

AMAZON.jpg

Hutan Amazon atau biasa disebut Amazonia, merupakan hutan dan sumber daya alam terbesar didunia. Selain terkenal akan luas dan besarnnya, Hutan Amazon juga sangat dikenal sebagai penghasil Oksigen terbanyak di dunia bahkan 20% oksigen yang ada di Bumi dihasilkan oleh hutan ini. Hutan Amazon ini juga terletak di 9 wilayah Negara Amerika Selaran, yaitu Bolivia, Peru, Kolombia, Brazil, Ekuador, Venezuela, Guyana, Suriname dan Gunaya Perancis.

Air Terjun Victoria, Zimbabwe

Zimbabwe.jpg

Disebut sebagai Asap yang Mengguntur oleh suku setempat, Air Terjun Victoria – yang terletak di perbatasan Zambia dan Zimbabwe – adalah salah satu dari tujuh keajaiban alam dunia yang harus dilindungi. Airnya mengalir 108 meter, menghasilkan kabut yang bisa dilihat dari jarak beberapa kilometer. Jika kamu adalah seorang pencinta tantangan, kamu dapat pergi ke tepi kolam renang Iblis atau Devil's Swimming Pool yang tepat berada di atas aor terjun untuk menikmati pemandangan yang paling indah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini telah mengalami kekeringan hebat. Sedikitnya curah hujan dan suhu yang tinggi telah menyebabkan aliran air yang rendah sepanjang waktu, jadi sekaranglah saatnya untuk berkunjung kesana. Jika kamu merencanakan kunjungan pada sore hari, kamu akan cukup beruntung untuk menyaksikan pelangi yang spektakuler dari berbagai tempat di Zimbabwe.

Laut Mati, Perbatasan Yordania dan Israel   Dead Sea.jpg

Laut Mati, yang terletak di perbatasan Yordania dan Israel, mungkin tidak masuk ke dalam daftar 7 situs keajaiban dunia, namun Laut Mati pantas untuk di berikan gelar tersebut. Laut Mati, yang sebenarnya adalah danau, merupakan titik terendah di Bumi dan memiliki salinitas lebih dari 34%. Tempat ini telah lama dianggap sebagai tempat penyembuhan. Setiap tahunnya, para wisatawan berbondong-bondong untuk datang menikmati perawatan lumpur yang kaya mineral dan pemandian garam. Akhir-akhir ini, air belum mengalir ke danau berair biru ini dengan kecepatan yang sama dengan yang diuapkan, membuat para pecinta lingkungan khawatir bahwa Laut Mati bisa mengering. Para ahli percaya Laut Mati bisa sepenuhya hilang dalam 100 tahun.

Ha Long Bay, Vietnam

Halong bay.jpg

Dikelilingi dengan formasi batu kapur dan perairan zamrud, Ha Long Bay telah lama menjadi tujuan popular di Vietnam. Hampir mirip dengan Kepulauan Seribu, Ha Long Bay memiliki ribuan pulau yang terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil. Topografi karst samudera yang indah telah menjadi sumber daya tarik dan inspirasi bagi semua orang mulai dari seniman hingga ahli geologi. Dengan lebih dari 5.000 wisatawan berkumpul di teluk pada setiap harinya, Ha Long Bay menderita akibat pariwisata massal. Banyaknya kapal wisatawan yang mengeluarkan minyak dan bensin ke teluk, polusi air telah menjadi masalah yang serius.

Gunung Everest, Nepal

Everest.jpg 

Terletak di ketinggian 8.848 meter, Gunung Everest adalah puncak tertinggi di bumi dan salah satu tantangan terbesar bagi para pendakit. Disebut sebagai Chomolungma atau Mother Goddess of the Universe oleh orang-orang Tibet, gunung yang menjulang tinggi ini juga dinamakan Sagarmatha atau Dewi Langit. Digemari oleh para pendaki, Gunung Everest saat ini sedang menghadapi dua ancaman utama yaitu overtourism dan perubahan iklim. Pemanasan suhu telah menyebabkan gletser mencair 13% dalam 50 tahun terakhir. Selain itu, tumpukan sampah yang diakibatkan oleh pendakian menjadikannya situs yang sulit untuk dikelola. Jika Gunung Everest ada didalam daftar traveling-mu maka kamu akan membawa sampah tersebut sampai kebawah.

Baca juga: 6 Lokasi Syuting Film Hollywood di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi pada Musim Liburan