Thumbnail Artikel2.jpg

Foto:Dok.unsplash.com

Beberapa tempat bersejarah dunia selalu menarik hati untuk dikunjungi. Tentu saja jika kamu bepergian ke tempat tersebut, kamu perlu memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan disana. Seperti ketika kamu mengunjungi museum Louvre yang terkenal di Paris, Candi Borobudur yang terletak di Jawa Tengah, Pura Tirta Empul di Bali dan tempat bersejarah lainnya. Melakukan riset terlebih dahulu merupakan hal yang perlu dilakukan sebelum berlibur. Simak ulasan kami untuk mengetahui hal apa saja yang perlu kamu perhatikan ketika berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di dunia. 

1/5 Tidak merusak ataupun melakukan vandalisme

louv.jpg

 Foto:Dok.unsplash.com

Salah satu negara yang terletak di benua Eropa ini menyimpan banyak sekali tempat bersejarah indah terutama bagi kamu yang mencintai karya seni. Paris menjadi sebuah tempat destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Seperti Museum Louvre yang di dalamnya menyimpan karya masterpiece dari Leonardo da Vinci, lukisan Mona Lisa. Museum Louvre dulunya digunakan sebagai istana Raja Francis I. Namun pada tanggal 10 Agustus 1793 dibuka untuk umum sebagai museum yang memamerkan lebih dari 500 lukisan dan seni dekoratif, yang banyak di antaranya merupakan peninggalan bersejarah dari keluarga kerajaan dan bangsawan Perancis. Kamu diperbolehkan untuk melihat-lihat semua karya lukisan dan seni di dalam Museum Louvre, Perancis. Namun kegiatan mencoret-coret bahkan merusak lukisan yang ada merupakan hal yang tidak boleh kamu lakukan disini. 
2/5 Mengenakkan pakaian yang sopan
boro.jpg

  Foto:Dok.unsplash.com

Menghargai nilai-nilai estetika budaya dari suatu objek wisata merupakan kegiatan yang wajib kamu patuhi. Terutama ketika kamu mengunjungi Candi Borobudur, salah satu warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1991. Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke 8 masehi di masa pemerintahan Dinasti Syailendra ini terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia merupakan tempat wisata dan tempat beribadah umat Buddha. 

Salah satu hal yang wajib pengunjung tahu adalah menghormati tempat beribadah ini dengan memakai pakaian yang sopan. Sebelum masuk ke dalam kawasan candi, kamu wajib menggunakan sarung bagi pengunjung yang memakai celana pendek, namun untuk pengunjung yang sudah memakai pakaian tertutup maka tidak perlu untuk memakai sarung. 

3/5 Tidak menyentuh ataupun merusak candi


prambanan.jpg Foto:Dok.unsplash.com
 

Jika kamu berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, kamu bisa berkunjung ke salah satu tempat bersejarah umat Hindu yaitu Candi Prambanan. Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke 9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk tiga dewa utama Hindu yaitu Dewa Brahma sebagai dewa pencipta, Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara dan Dewa Siwa sebagai dewa pemusnah.  Selain tempat wisata, Candi Prambanan yang memiliki nilai-nilai spiritual ini diperuntukan juga sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Maka ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui jika berkunjung kesini. Kamu dapat berfoto atau berselfie di kawasan candi, namun perlu diingat memanjat stupa candi hanya demi sebuah foto sangatlah dilarang, karena hal ini bisa merusak stupa candi. 

4/5 Women on period have to lovingly wait to enter the temple
Tanpa judul-9.jpg

 Foto:Dok.unsplash.com

Sebagai salah satu tujuan wisata mancanegara. Pulau Dewata Bali, Indonesia memang menawarkan berbagai pilihan destinasi wisata. Tak hanya pantai, kamu bisa mengunjungi banyak Pura disini dimana mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu. Salah satu Pura yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara adalah Pura Tirta Empul. Tirta Empul memiliki makna mata air suci,tidak heran jika wisatawan akan menemukan sumber mata air alami yang dialirkan ke dalam sebuah pemandian yang berada di area Pura. Pemandian inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk melukat atau menyucikan diri. Semua wisatawan, baik anak-anak maupun dewasa dapat berkunjung kesini. Namun, bagi wanita yang sedang menstruasi dilarang untuk masuk ke dalam kawasan Pura Tirta Empul. Menurut Ayurveda, pengobatan tradisional India, menstruasi terkait dengan prinsip doshas, prinsip kehidupan alam semesta. Di dalam Ayurveda menstruasi dianggap sebagai kesempatan khusus bagi wanita untuk pembersihan bulanan dari kelebihan doshas atau bahasa lazimnya, doshas adalah kesatuan yang saling mengatur prinsip-prinsip kehidupan setiap makhluk hidup di alam semesta.

“Pembersihan bulanan” inilah yang dipercaya memberikan umur panjang pada wanita. Oleh karena itu, aktivitas apa pun yang mengganggu aliran sirkulasi energi ke area bawah tubuh yang diperlukan selama menstruasi harus dihindari. Selama menstruasi, wanita dipercaya  cenderung menyerap energi negatif  di lingkungan mereka. Hal ini membentuk dasar dari sebagian besar praktik budaya mengenai mengapa wanita sebaiknya ‘beristirahat’, dan grounding selama menstruasi.

5/5 Mengambil gambar tanpa merusak area
WhatsApp Image 2022-05-31 at 11.44.24.jpeg

 Foto:Dok. Adobestock.com

Bagi kamu yang senang berwisata spiritual ke Bali tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Pohon Kayu Putih. Pohon ini merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Desa Adat Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pohon Kayu Putih memiliki daya tarik tersendiri karena telah berumur ratusan tahun dan memiliki diameter yang besar. Pohon ini menjulang tinggi yang berada tepat di belakang Pura Babakan. Sebagai objek wisata, para pengunjung dapat mengabadikan momen dengan berfoto atau berselfie bersama. Namun hal yang tidak boleh dilakukan adalah memanjat pohon, berfoto di atas pohon, bahkan berfoto dengan pakaian yang tidak sopan. Bagi kamu yang melanggar, kamu harus bertanggung jawab untuk melakukan upacara pembersihan yang dilaksanakan juga bersama dengan masyarakat desa.