blockbuster.jpgFoto dok: Twitter Blockbuster  

Bagi para pecinta film, Blockbuster pastinya sudah tidak asing lagi terdengar. Gerai rental film yang pernah berjaya di tahun 90an ini dulunya mendominasi layanan penyewaan film dengan lebih dari 7.000 toko di seluruh dunia.

Dua dekade setelahnya, Blockbuster diketahui telah menutup semua gerainya kecuali satu toko yang berlokasi di kota Bend, Oregon, AS. Tempat ini pun menjadi satu-satunya dan tempat rental film terakhir di dunia setelah Blockbuster di Australia ditutup pada Maret tahun lalu.

Ditengah maraknya platform video streaming, Blockbuster memutuskan untuk megalih fungsikan tokonya menjadi sebuah penginapan Airbnb bagi para traveller yang sedang melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Bahkan, tempat menginap ini menawarkan harga yang cukup murah, yaitu hanya 4 dolar AS per malamnya atau sekitar Rp59.000.

Living room.jpgFoto dok: businessinsider.com

Tanpa melepaskan identitasnya, penginapan ini juga didesain menyerupai ruang tamu pada set film komedi era 90-an yang membangkitkan nostalgia pada masa kejayaan Blockbuster.

Beanbag, sofa lipat yang dapat diubah menjadi tempat tidur, permadani berwarna cerah, serta televisi berukuran besar yang dapat dihubungkan ke VCR tersedia di penginapan ini. Di sini, para tamu juga akan diberikan akses ke semua film, mulai dari genre klasik hingga makanan ringan untuk teman menonton.

Penginapan ini pun diketahui telah menjadi sumber kebanggaan warga sekitar. Dikelola oleh Sandi Harding sejak tahun 2004 silam, Blockbuster tersebut menjadi terakhir yang beroperasi di Amerika Serikat sebelum ditutup pada 2018 lalu.