Merupakan salah satu pulau yang jarang terjamah, Pulau Socotra memiliki sejuta pesona yang tidak dapat kamu temukan di pulau lain. Lalu seperti apa keindahan pulau ini? Berikut ulasannya.

1/5 Merupakan pulau paling bersejarah

bersejarah.jpgFoto dok: insidearabia.com

Pulau Socotra merupakan salah satu pulau di dunia yang tidak termakan oleh jaman. Terletak di sebelah barat laut Samudera Hindia dekat Teluk Aden, nama dari pulau kecil ini diambil dari Bahasa sansekerta, ‘sukhadhara dvipa’ yang berarti “pulau kebahagiaan.” Menurut sejarah, penduduk pulau yang berada di Yaman ini telah memeluk agama Kristen sejak tahun 52 setelah masehi. Pada abad kesepuluh, seorang ahli geografi Arab bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa masyarakat di pulau ini juga mempraktikkan ritual sihir kuno. 

Pada tahun 1500, kapal Portugis sempat berlabuh di pulau ini untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindia serta menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut. Lalu pada tahun 1511, pulau ini pun dikuasai oleh kesultanan Mahra. 400 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, pulau ini pun resmi menjadi bagian dari negara Republik Rakyat Yaman Selatan yang sekarang ini telah berubah menjadi Republik Yaman.
 
2/5 Tempat tumbuhnya tanaman endemik  

Fauna.jpgFoto dok: nusadaily.com

Pulau yang berjarak sejauh 380 km dari jazirah Arab ini memiliki banyak tumbuhan unik dan langka. Terkenal akan keeksotisannya, kondisi iklim dan geologi dari pulau ini menjadi rumah bagi banyak tumbuhan yang tidak dapat kita temukan di pulau lain. Dari 800 tumbu-tumbuhan, 293 diantaranya merupakan flora endemik dan beberapa tumbuhan yang terancam punah seperti pohon Darah Naga (Dracanea Cinnabari). Konon getah pohon ini digunakan penduduk lokal sebagai obat dari segala penyakit. Flora unik lainnya adalah tanaman raksasa Dorstenia dan pohon Delima Socotra (punica protopunica).

Tak hanya di daratan, Socotra juga memiliki kekayaan hayati yang sangat unik dan bisa terbilang langka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, karakteristik flora maupun faunanya merupakan gabungan dari berbagai wilayah lautan sekitarnya.

Keunikan hayati ini meliputi 95 persen jenis siput yang tidak ditemukan di tempat lain. Selain itu di laut sekitar pulau tersebut juga hidup 730 jenis ikan, 253 jenis terumbu karang dan juga 300 jenis kepiting.

3/5 Pulau terpencil tak terjamah

tak terjamah.jpgFoto dok: Atlasobscura.com 

Dalam Bahasa Arab, pulau Socotra disebut sebagai Suquthra, yang artinya kepulauan kecil terletak di Samudera Hindia. Pulau yang terletak di sebelah timur dari Tanduk Afrika ini memiliki luas 3.796 km² dan merupakan pulau terpencil di dunia. Merupakan pulau utama dari tiga pulau kecil lainnya, pulau Samhah, Abd Al Kuri, dan Darsa, Socotra memiliki penduduk sekitar lebih dari 40.000 jiwa.

Socotra juga memiliki pegunungan Haghier dengan ketinggian 1.500m dari permukaan laut yang merupakan puncak tertinggi di pulau ini. Iklim di pulau ini dapat di kategorikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata di atas 18 derajat Celcius.

4/5 Pulau Terlindungi

twrlindyungi.jpgFoto dok: socotrainsicilia.it

Pada Juli 2008 pulau Socotra telah diakui sebagai situs warisan alam dunia. Oleh karena itu UNESCO memberikan perlindungan lingkungan di pulau ini. Meski memiliki potensi sebagai tempat wisata yang luar biasa, tidak ada fasilitas seperti hotel, restoran maupun resor. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga keaslian alamnya.
 
5/5 Masyarakat yang masih memegang teguh tradisi

Masyarakat.jpgFoto dok: befren.com

Selain memiliki pesona luar biasa, 40 ribu penduduk di pulau ini masih terisolasia dari dunia luar. Adat istiadat di pulau Socotra ini pun masih dipertahankan keasliannya. Berdasarkan sebuah film dokumentar yang disutradarai dan diproduksi oleh Carles Caerdelus ini memperlihatkan kehidupan masyarakat sekitar yang berusaha untuk melestarikan alam pulau tersebut.

Dalam film, Carles menceritakan kisah dari pulau terpencil ini melalui para penggembala kambing, nelayan, dukun hingga imam. Selain itu para penduduk di sana juga masih menggunakan sistem barter untuk membeli kebutuhan sehari-hari.