Mulai dari dinding alami bertekstur kasar, pencahayaan alami dari obor ketika terjadi pemadaman listrik, hingga pemandangan alam di sekeliling gua yang menakjubkan, berikut lima hotel bawah tanah yang wajib masuk ke dalam daftar penginapanmu saat berlibur.

1/5 Kagga Kamma, Afrika Selatan 

kAGGA KAMMA.jpgFoto dok: sa-venues.com  

Terletak di Cederberg Wilderness Area di Provinsi Western Cape, Afrika Selatan, Kagga Kamma menawarkan kamar-kamar yang berada di aera outdoor. Memiliki 10 cave suites (suite gua) yang dihiasi ukiran batu pasur, hotel ini juga dilengkapi dengan restoran, spa, kolam renang serta gym pribadi yang nyaman. Berbagai program kegiatan seperti tur flora dan fauna langka juga disediakan bagi para wisatawan yang berkunjung. Selain itu, hotel yang terletak disekitar cagar alam yang dilindungi ini juga menawarkan rangkaian wisata seperti hiking, mountain baking, juga perjalanan safari dan yang tak kalah menarik.  Pengunjung juga akan disuguhi seni pertunjukan Afrika kuno untuk menambah pengalaman menarik saat berlibur.
 
2/5 Le Grotte della Civita, Italia

Grotte.jpgFoto dok: tablethotels.com

Sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1993, Le Grotte della Civita di Italia Selatan ini terletak tepat di permukaan batu dalam serangkaian 18 gua yang telah dihuni selama lebih dari 2.500 tahun. Berlokasi di Sassi, sebuah desa kuno di mana ratusan gua diubah menjadi tempat tinggal, gereja dan istana berabad-abad yang lalu, hotel ini merupakan bagian dari area bangunan yang dipahat tepat di lereng gunung. Tata letak hotel serta dekorasinya yang minimalis tidak mengubah bentuk dan sejarah dari gunung tersebut, namun sentuhan mewah ditambahkan ke dalam interior desainnya. Perapian, bak mandi keramik, pendingin dan pemanasan ruangan serta bak mandi keramik disediakan dalam kamar untuk melengkapi kebutuhan wisatawan. Tamu yang menginap di hotel pun tidak hanya tidur di sebuah bangunan bersejarah, mereka juga bisa bersantap di gereja kuno, yang dikenal dengan Cripta della Civita.

3/5 La Claustra, Swiss

La Claustra.jpgFoto dok: uniquehotels.com

Terletak di bawah lereng gunung berbatu, La Claustra hotel sebelumnya merupakan sebuah banteng militer yang tersembunyi. Hotel bawah tanah ini memiliki beberapa koridor yang mengarah ke 17 kamar bergaya klasik. Dilengkapi dengan sauna, kolam renang musiman dan restoran, hotel ini selalu ramai dikunjungi pada bulan Mei hingga Oktober.  
 
4/5 Sidi Driss, Tunisia

Sidi driss.jpgFoto dok: uniquehotels.com

Bagi penggemar film 'Star Wars,' hotel Sidi Driss merupakan tempat menginap yang wajib dikunjungi. Berada di Kota Matmata, Provinsi Gabès, hotel dengan arsitektur kuno yang megah ini didirikan pada tahun 1969, tujuh tahun sebelum dijadikan lokasi syuting 'Star Wars.' Hotel ini tidak dibangun dari nol melainkan diubah dari rumah tradisional warga Berber Tunisia yang menjalankan gaya hidup troglodyte atau tinggal di bawah tanah. Hotel ini juga merupakan lokasi syuting dari interior rumah Owen Lars, paman Luke Skywalker sebagaimana terlihat di film pertama dan Star Wars: Attack of the Clones. Saat ini, Sidi Driss berfungsi sebagai kompleks hotel dengan 20 kamar gua. Ketika berkunjung ke tempat ini, jangan lewatkan untuk menikmati berbagai hidangan tradisional Tunisia seperti tagine domba, sup kacang, couscous dan sup chorba.
 
5/5 Caves Beach Resort, Egypt

Egypt.jpgFoto dok: broadwaytravel.com

Kompleks hotel bintang lima, Caves Beach Resort, terletak di pesisir pantai laut merah dengan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang memukau. Tak jauh dari bandar undara Hurghada, hotel yang baru diresmikan pada 2014 ini memiliki luas 40.000 meter persegi. Memiliki 383kamar, hotel ini juga dilengkapi dengan kolam renang, gym pribadi, akses ke pantai, pusat olahraga air, restoran, spa, enam bar, amphitheatre dan berbagai macam hiburan. Namun, hotel ini hanya diperuntukkan bagi wisatawan yang berusia 16 tahun ke atas.