1.pngPembangunan kota berkelanjutan pertama di Mars dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2054 (Foto dok: Abiboo)

Menyusul suksesnya pendaratan rover penjelajah milik NASA, Perseverance pada 18 Februari tahun ini, berbagai pertanyaan mengenai kapan manusia akan hidup di planet merah pun merebak.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, wacana untuk membangun peradaban manusia di Mars sudah diberitakan cukup lama. Berbagai macam penelitian pun sudah dicoba untuk menguji kemungkinan dan kelayakan planet tersebut untuk dihuni oleh manusia.

Kini, wacana tersebut rasanya semakin mungkin untuk diwujudkan setelah sebuah firma asitektur, Abiboo meluncurkan desain kota yang berkelanjutan (sustainable city) di Mars.

Desain baru tersebut juga meliputi lima kota, termasuk Nüwa yang akan menjadi ibu kota luar angkasa sekaligus tuan rumah bagi banyak perumahan, ruang hijau dan perkantoran. Ibu kota ini juga kabarnya akan dibangun di salah satu sisi tebing yang terletak di Tempe Mensa dan untuk melindungi penduduknya kelak dari radiasi atmosfer, tekanan, meteorit dan juga akses terhadap sinar matahari secara tidak langsung serta air yang melimpah.

Dilansir dari EuroNews, nantinya “oksigen akan banyak dihasilkan oleh tumbuhan, 90 persen makanan akan berbahan dasar tumbuhan (plant-based) dan energi akan dihasilkan dari solar panel.”

Ide untuk membangun kota ini pertama kali dipresentasikan pada Annual Mars Convention pada tahun 2020 lalu dan rencananya akan dihuni oleh 250.000 hingga satu juta penduduk.

2.jpgFoto dok: Abiboo

Alih-alih membangun satu kota saja, lima kota didirikan untuk meningkatkan ketahanan, akses jangka panjang terhadap sumber daya dan untuk menambah opsi mobilitas warganya. Menurut Abiboo, Kota Ablos akan berlokasi di Kutub Utara yang memungkinan akses lebih mudah terhadap es. Sementara, Kota Marineries akan berlokasi di sebuah ngarai luas di tata surya. Inti dari pembangunan ini adalah kota yang berkelanjutan, tetapi yang paling utama adalah menjadikannya sebagai kota mandiri di mana sumber dayanya diperoleh scara lokal.

Pada salah satu wawancaranya dengan Euronews, pendiri Abiboo, Alber Muñoz mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai analisis berbasis komputasi dan bekerjasama dengan para ilmuwan untuk memahami berbagai kemungkinan yang akan di hadapi. “Kami juga harus menghadapi tantangan yang sangat spesifik, mengingat kondisi Mars saat ini. Salah satunya adalah gravitasi yang hanya sepertiga dari gravitasi bumi,” tambahnya.

Desain kota yang diteliti secara ilmiah untuk menunjang keberlanjutan ini merupakan hasil kerjasama Abiboo dengan The Mars Society dan SONet Network. Muñoz juga memperkirakan bahwa konstruksi kota tersebut baru bisa dijalankan paling cepat pada tahun 2054 dan akan menyambut komunitas pertamanya pada tahun 2100.

Apakah rencana ini akan dapat terwujud? Bagaimana pendapat kalian mengenai rencana ini? Sebelum kita dapat benar-benar tinggal di planet Mars, klik video di bawah ini untuk melihat tampilan desainnya.

Source: sg.asiatatler.com