Bukan saatnya lagi memamerkan gaya glamor dalam travelling, seperti kelas di pesawat ataupun hotel. Sekarang waktunya “humblebragging”. Maksudnya di sini adalah menunjukkan gaya rendah hati dalam berinteraksi dengan alam sekitar dan penduduk lokal ketika travelling. Yuk, mulai dengan 4 cara mudah berikut ini. 
Tanpa judul(1).jpg

Foto: Dok.unsplash.com

 

1/4 Pilih penginapan tersertifikasi

Tanpa judul(2).jpgFoto: Dok.unsplash.com

Untuk sebuah penginapan dikategorikan menjadi ramah lingkungan, beberapa contoh syaratnya adalah dalam hal penggunaan air, efisiensi listrik, dan dukungan ke komunitas lokal. Untuk mengetahuinya, cek apakah suatu penginapan sudah memiliki sertifikasi seperti TripAdvisor GreenLeaders, Greenkey, dan EarthCheck.  

 

2/4 Hindari kemasan sachet 

maxime-dore-XjD8C1U9qYQ-unsplash.jpgFoto: Dok.unsplash.com

Membawa peralatan mandi versi satuan ketika travelling memang ringkas. Namun ingat, sampah plastik harus dibuang ke tempat yang sudah jelas akan mengolah sampah tersebut dengan layak. Mau pergi ke pulau eksotis? Jujur saja, lokasi seperti itu biasanya belum memiliki sistem pengolahan sampah plastik yang mumpuni. 

 

3/4 BYOB: Bring your own drinking bottle 

drink.jpgFoto: Dok.unsplash.com

Untuk menjaga hidrasi, pastikan selalu membawa air minum ke mana pun juga, namun dalam bentuk botol minum pribadi. Sebelum berangkat sightseeing, isi penuh botol di tempat sarapan. Kalau hotel tempat menginap melarang isi ulang minuman, kita bisa melaporkannya ke komunitas seperti Travellers Against Plastic. 


4/4 Bawakan buku anak-anak 

Berbagai hotel memiliki yayasan yang memberikan para tamunya kesempatan untuk berdonasi dalam bentuk apapun kepada warga lokal. Misalnya saja keluarga David Beckham yang mengajar fotografi dan bahasa Inggris ke warga Sumba ketika mereka pergi ke sana pada 2018. Kita pun bisa peduli dengan komunitas sekitar dengan cara sederhana, seperti memberikan buku cerita atau gambar kepada anak-anak. Hal ini lebih berguna daripada memberikan uang tunai atau permen (ingat, sampah plastik!). Buku teka-teki silang juga bisa bermanfaat bagi orang dewasa di sana karena banyak penduduk di lokasi eksotis dan terpencil di nusantara yang tidak lancar berbahasa Indonesia.